290 Mahasiwa Riau Terjebak di Mesir



Revolusi yang tengah pecah di Mesir menyebabkan 290 mahasiswa asal Riau terjebak. Orang tua dan keluarganya dilanda kecemasan.

Riauterkini-PEKANBARU- Para orang tua dan keluarga 290 mahasiswa asal Riau yang tengah menuntut ilmu di Mesir dilanda kecemasan, menyusul pecahnya revolusi di negeri Firaun tersebut. Mereka pantas cemas, melihat situasi yang terus memanas, sementara kabar berita dari anak-anak mereka tak kunjung didapat.

"Saya sudah sejak kemarin berusaha menghubungi anak saya di Cairo, Mesir, tetapi tak kunjung tersambung. Sekarang ini kami benar-benar cemas," ujar Imam Ahmad, warga Pasirpangaraian yang mencemaskan nasib anaknya Tasri Sugandi yang tengah menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Cairo saat berbincang dengan riauterkini, Selasa (1/2/11).

Menurut Imam Ahmad, hal serupa juga dialami keluar teman anak-anaknya yang tinggal di Kabun dan Rokan IV Koto. Sampai saat ini belum bisa berkomunikasi dengan anaknya.

"Terakhir saya menerima SMS dari anak saya sepekan lalu. Saat itu, dia mengkhabarkan kalau situasi di Mesir sedang memanas. Mereka tak berani keluar dari wisma," tuturnya.

Sementara itu, menurut Kepala Biro Humas Setdaprov Riau Chairul Riski, Ketua Mahasiswa Riau di Mesir bernama Toni berhasil dihubungi Gubernur Riau M Rusli Zainal dini hari tadi. Kepada gubernur Toni menceritakan kondisi mahasiswa Riau di Mesir saat ini.

"Katanya, saat ini ada sekitar 150 mahasiswa Riau berada di sebuah tempat yang aman di Cairo. Tetapi dia tidak menyebutkan nama tempat tersebut," tuturnya kepada wartawan di Pekanbaru.

Selain itu, kepada gubernur, lanjut Riski, juga disampaikan adanya sejumlah mahasiswa Riau di Mesir yang terpaksa mendekam terus di tempa tinggalnya. Ada juga beberapa orang yang mengungsi di Kedutaan Besar RI di Cairo.

Sumber: http://riauterkini.com/pendidikan.php?arr=34440