Ini Penyebab Biaya Logistik RI Tertinggal dari Malaysia




Secara geografis Indonesia dengan negara-negara jiran seperti Malaysia dan Singapura sangat berdekatan. Namun Indonesia jauh tertinggal dalam hal biaya pengiriman atau logistik ke pasar internasional dibandingkan kedua negara tersebut.

Senior Trade Specialist Bank Dunia untuk kantor Jakarta, Henry Sandee mengatakan ada beberapa penyebab yang membuat Indonesia tak efisien dibandingkan Malaysia dalam hal biaya logistik.

"Andai kata Indonesia mau ekspor ke Eropa, dibandingkan Malaysia ekspor ke Eropa, Indonesia jauh lebih mahal karena baramg dari Indonesia biasanya dibawa ke pelabuhan Malaysia dulu padahal (barang) dari Malaysia bisa langsung ke Eropa," katanya di sela-sela acara Indonesia Logistics Summit (ILS) 2011 di JCC, Jakarta, Kamis (10/11/2011)


http://doniismanto.files.wordpress.com/2008/11/containershiploading1.jpg


Ia menuturkan selama ini kapal-kapal pengangkut kontainer yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok hanya kapal-kapal kecil yang kapasitasnya hanya 3.000-4.000 kontainer. "Jadi kalau ini dikirim ke Eropa akan mahal dan tak masuk akal," katanya.


http://sentanaonline.com/public/images/news/gallery/TanjungPriok.jpg


Sedangkan pelabuhan di Malaysia bisa disinggahi oleh kapal-kapal besar yang bisa mengangkut 12.000 kontainer. Sehingga pola yang terjadi selama ini jika Indonesia akan mengekspor ke pasar Eropa harus transit dahulu di Malaysia.

Dikatakanya Pelabuhan Tanjung Priok relatif kecil maka kapal-kapal besar tidak bisa singgah. Sedangkan yang berlayar ke Eropa adalah kapal besar uang bisa singgah di Pelabuhan malaysia.

Saat ini 60% ekspor dari Pelabuhan Tanjung Priok sudah bisa langsung ke pelabuhan di Korea, China dan Jepang namun sisanya 40% kontainer yang ke Eropa harus melalui Malaysia dan Singapura.

"Biaya dari Malaysia ke Eropa US$ 600 per kontainer, kalau dari Indonesia ke Malaysia US$ 200 ditambah Us$ 600 jadi Us$ 800. Jadi kalah bersaing, itu kita nggak bisa ubah, itu pattern of shipping, yang bisa kita tekan adalah biaya membawa barang dari daerah industri ke pelabuhan," jelasnya.

Henry mengilustrasikan biaya logistik di Mlaysia dengan jarak pabrik dan pelabuhan 60 km, tercatat biaya satu kontainer hanya US$ 450 per kontainer. Sedangkan di Indonesia dari Cikarang ke Tanjing Priok dengan jarak yang sama itu mencapai US$ 775 per kontainer.

"Dengan kata lain andai kita bisa tekan biaya Cikarang ke Priok turun, maka itu akan mempengaruhi posisi bersaing, karena biaya itu adalah biaya terminal, handling charge, bea cukai dan lain-lain," katanya.

Pihaknya mengakui selama 2007-2010 pemerintah Indonesia sudah melakukan banyak perbaikan logistik namun pergerakan negara-negara tetangga lebih cepat memperbaiki sistem logistiknya.

Sehingga walaupun secara upaya sudah absolut membaik namun peringkat Indonesia turun dalam hal logistik. Meskipun ia berkeyakinan dengan adanya cetak biru sistem logistik nasional dan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) diharapkan mengejar ketinggalan.

"Yang saya katakan bahwa kalau cuma strategi percuma kalau tak ada tindakan konkret," katanya.
(hen/dnl)



http://sptpkkoja.org/wp-content/uploads/2011/05/PelabuhanTanjungPriok.jpg





sumber :http://finance.detik.com/read/2011/11/10/181907/1764909/4/ini-penyebab-biaya-logistik-ri-tertinggal-dari-malaysia?f9911033