konferensi Pers dengan Atlet Langka

Konferensi pers menjadi suatu yang langka di SEA Games XXVI. Hal tersebut cukup menyulitkan awak media, khususnya wartawan dari luar negeri.

Layaknya event-event olahraga internasional, sebuah konferensi pers usai pertandingan adalah suatu hal yang lumrah. Hal tersebut untuk memudahkan para pekerja media mendapatkan komentar dari nara sumber.

Namun, di SEA Games 2011 sangat jarang diadakan konferensi pers. Wartawan sulit memperkirakan harus berapa lama menunggu atau bisa tidaknya mendapatkan wawancara. Padatnya jadwal pertandingan menuntut awak media untuk pintar mengatur strategi liputan.

Kondisi ini dikeluhkan oleh pekerja media asing, salah satunya adalah kamerawan asal Malaysia, Amri Ramli. Kamerawan televisi Astro tersebut tidak adanya konferensi pers maupun mixed zone (tempat di mana atlet dan media bisa saling berhadapan) cukup menyulitkan rekan-rekannya.
"Ini cukup menyulitkan. Ketika kami ingin mendapatkan komentar dari atlet Malaysia, kami tidak bisa mendapat kepastian. Kami tidak boleh masuk ke ruang atlet, itu tidak apa-apa, tapi ketika kami tanya petugas, mereka tidak bisa memberi kepastian," ujar Amri di sela-sela peliputan di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang.

"Seharusnya ada ruang khusus untuk konferensi pers agar kami mendapatkan informasi. Ada tim penjemput atlet untuk melakukan konferensi pers," harap Amri.
http://media.vivanews.com/images/2011/11/15/131868_tim-nasional-vovinam-indonesia-di-sea-games-xxvi-2011.jpg
Selebihnya Amri mengaku perhelatan SEA Games 2011 di Palembang tidak ada masalah yang serius. Amri justru senang dengan kondisi venue terpusat di Jakabaring Sports Center.

"Ya, tidak ada yang sempurna. Mungkin ada sedikit masalah, seperti masalah transportasi. Kami harus berdesak-desakan untuk naik mobil (angkutan kota) atau bus. Dengan barang bawaan seperti kamera, cukup menyulitkan," pungkasnya.






sumber :http://sport.vivanews.com/news/read/264968-konferensi-pers-dengan-atlet-langka

Arsip Blog