
Setelah beberapa minggu yang lalu berita tentang bintang jatuh sempat mencuat dan saya sendiri ikut menyaksikannya pada pukul 02.00 WIB minggu kemarin. Postingan hari ini masih seputar teknologi yang juga masih berhubungan dengan Bintang hhe. Yupz, bener banget seperti judul postingnnya saya akan ng'bahas tentang peletakkan Teleskop terbesar Di Dunia.
Beberapa hari lalu saya sempat nonton di berita bahwa Teleskop terbesar di dunia akan segera dibangun di Chile, sebelumnya banyak tempat pernah disebut-sebut akan menjadi tempat singgah Teleskop tersebut, yang salah satunya adalah Hawai. Namun, belakangan Chile ternyata terpilih untuk tempat peletakkan Teleskop terbesar di dunia itu. Teleskop itu akan beroperasi pada 2018.
European Southern Observatory menyebutkan, teleskop tersebut akan dibangun di padang pasir di wilayah utara Chile dan memakan biaya lebih dari USD1 miliar. Rencananya, teleskop tersebut akan dibangun pada ketinggian 3.060 meter di atas permukaan laut, di padang pasir Atacama. Alasannya, wilayah tersebut memang sering digunakan sebagai tempat penelitian karena rendah kadar uap air serta langitnya yang amat bersih, jauh dari polusi cahaya.
Teleskop berukuran 42 meter tersebut akan digunakan untuk mengamati langit dan menemukan exoplanet, yaitu planet di sekitar bintang. Selain itu, teleskop besar ini juga akan membantu menyingkap tabir misteri dark matter(materi yang Diduga ada dari efek gravitasi yang terlihat pada radiasi latar belakang, namun tidak terdeteksi oleh radiasi elektromagnetik) dan dark energy(Suatu bentuk hipotesis dari energi yang menembus semua ruang dan cenderung meningkatkan laju ekspansi alam semesta). Karena ukurannya yang sangat besar kita pun dimungkinkan untuk melihat planet mirip Bumi dan objek langit lainnya. Bahkan para Ilmuan sudah menyatakan bahwa teleskop tersebut nantinya dapat digunakan untuk menguji fisika dasar ke tingkat yang sebelumnya tidak mungkin. "Kita bisa mempelajari lubang hitam, galaksi, dark energy, yang merupakan dua bagian dari alam semesta yang belum penah diketahui sebelumnya," Kata Kepala bagian pendidikan dan publikasi Observatorium di Garching, Jerman, Lars Lindberg. Sehingga para ahli astronomi yang melihat dengan teleskop tersebut akan bisa melihat citra pembentukan awal galaksi dan bintang yang terjadi 400 juta tahun setelah fenomena Big Bang(salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu).
Saya jadi makin penasaran nie hhe, Smoga aja pendapat para peneliti itu bisa dipertanggungjawabkan dan akhirnya Teleskop tersebut emank bener-bener bermanfaat untuk ilmu pengetahuan.
Happy Blogging buat Semua...........