Para ilmuwan ini berhasil melakukan rekonstruksi ini dari fosil Katydid atau jangkri semak yang berusia 165 juta tahun dari China yang diberi nama Archaboilus Musicus. Detail sayap jangkrik ini memiliki ukuran panjang sekitar 72cm.
Dari sayap ini, untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil menciptakan ulang fitur yang mampu menghasilkan suara saat sayap menyatu. Hasilnya seperti diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, ‘musik paling kuno pun berhasil diciptakan’.
“Jangkrik Jurassic ini berhasil membantu kami mempelajari sedikit mengenai suasana dunia yang telah lama hilang itu, “ kata penulis studi Fernando Montealegre-Zapata dari University of Bristol seperti dikutip ST.

sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1827365/ahli-berhasil-rekonstruksi-lagu-cinta-prasejarah