3 Alasan Kenapa Sarapan Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzwcsW4z9i_1fqD3GSomHU-fY7DwNP1GZLzmEE12YzXKx2tRApUxhz0mGgILUeNroP09AI-iy16dto9DGoMYNl00Wfu8fvTNaHTmNgcyGW6ZSBQYLLEgE6QpKXE8wzeWfM_GRJz0B0BM0/s1600/57709_family+breakfast.jpg
Melewatkan sarapan sering dianggap sebagai taktik penurunan berat badan yang cukup efektif. Akhirnya banyak orang memotong kalori dari asupan harian dengan melewatkan sarapan lebih mudah untuk dilakukan. Namun, sayangnya hal tersebut justru bukan merupakan cara diet yang efektif.

Diet untuk mendapatkan berat badan yang ideal seringkali dilakukan oleh orang-orang dengan cara yang kurang benar. Terkadang orang lebih fokus pada hasil penurunan berat badan setelah diet tanpa memperhatikan apakah cara tersebut benar dan sehat.

Cara diet yang efektif menurut kebanyakan orang merupakan cara diet yang mudah dilakukan dan dapat dengan segera menurunkan berat badan.

Para ahli sering menekankan bahwa sarapan sangat penting dan tidak boleh terlewatkan. Mengurangi jumlah asupan kalori dapat dengan memilih makanan yang rendah kalori atau mengurangi jumlah porsi makan tanpa harus melewatkan waktu makan, termasuk sarapan.

Sebenarnya sarapan di pagi hari justru benar-benar dapat membantu seseorang untuk dapat mencapai berat badan sesuai yang diinginkan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrm_kW1lI9YakB-EthqCOPM7UGTbH5CZzCHkyZrFyAR55_Q5Lt-ltYzMkSLbhcfokXyidBb2YrZQjhj77oP1PsSpCrL9IeAl0YORARv0cylqS-fFDP9YOwR9eMz7R7MOZ5HgiaxkwUe_M/s1600/breakfast_buffet.jpg

Tiga alasan mengapa sarapan dapat membantu menurunkan berat badan seperti dikutip dari Health, Minggu (13/11/2011), :

1. Sarapan memulai metabolisme

Jika seseorang melewatkan makan pertama di suatu hari, maka metabolisme seseorang tersebut benar-benar melambat untuk menghemat energi. Hasil studi menunjukkan bahwa, mereka yang sarapan pagi secara rutin justru dapat menurunkan atau mempertahankan berat badan.

Seseorang yang secara rutin sarapan juga lebih mungkin untuk berolahraga secara teratur. Jadi pastikan tetap melakukan sarapan pagi, dan melakukannya dalam satu jam setelah bangun tidur.

2. Membatasi gula dan menambahkan protein serta serat lebih banyak untuk sarapan

Protein dapat mengurangi ketagihan terhadap permen dan makanan manis lainnya. Jumlah protein yang tinggi dalam pilihan sarapan yang populer seperti yoghurt, biji-bijian, dan telur akan memberikan energi yang cukup.

Sehingga akan lebih kecil kemungkinannya untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis, dan tinggi kalori seperti kue dan minuman seperti kopi.

3. Serat dapat mengenyangkan lebih lama dan meratakan perut

Sereal yang terbuat dari biji-bijian, dan buah-buahan segar keduanya merupakan pilihan sarapan yang tepat karena sereal mengandung serat tinggi. Serat tidak hanya membuat seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga seseorang menurunkan keinginanan seseorang untuk ngemil di antara waktu makan.

Asupan serat dalam jumlah yang cukup juga mengurangi kembung yang terkait dengan sembelit, sehingga membuat perut terlihat lebih datar atau tidak buncit.
http://dwiky10.files.wordpress.com/2010/12/sarapan.jpg



sumber :http://www.detikhealth.com/read/2011/11/13/080302/1766298/766/3-alasan-kenapa-sarapan-bisa-bantu-turunkan-berat-badan?l991101755

Baca Selengkapnya...

Tak Bisa Berkeringat, Kulit Mengelupas, Muncul Sisik

 http://www.mizozo.com/images/item_images/5000/4030_gallery.jpg

Bocah lelaki berumur 14 bulan itu diduga menderita kelainan genetis yang menyebabkan tubuhnya tidak bisa mendinginkan diri. Kondisi itu disebut sebagai Lamellar ichthyosis.

Menurut dokter-dokter yang merawatnya, kulit Song mengelupas hingga menyerupai sisik dan mengeras karena tidak bisa berkeringat atau mengeluarkan panas. Kondisi itu membuat Song Sheng mendapat julukan "Bocah Ikan". Sisik itu muncul beberapa hari setelah dia lahir.

Yang membuat hati kedua orangtuanya sedih adalah ketika melihat Song Sheng kepanasan. “Dia sangat kesakitan. Kami harus meletakkannya di sebuah bak berisi es. Kalau tidak, dia akan demam,” kata Song Dehui, ayahnya.
http://www.thaimedicalnews.com/wp-content/uploads/song-sheng-lamella-ichtyosis.jpg

Sayangnya, kata dokter, hingga kini belum ada obat untuk kondisi yang dialami Song Sheng. Hanya satu dari setiap 600.000 orang di dunia yang menderita kelainan genetis ini.

“Menurut dokter, Song Sheng hanya bisa dirawat, tapi tidak bisa disembuhkan. Jadi, kami hanya berdoa agar ada mukjizat atau obat tradisional untuk putra kami,” kata Song Dehui dengan nada pilu.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPoDwxwjj7lpCD3IeWSVGBZjlX4XCHjKIhLX_t-mzBWAQvc0eFFEyP-K4a9D3EvR2nAcLVlZlSG39SZ_-5-WirT7TdCmf2KcbbAISEMpW34PX93JtowJy2LdGcGS9NgqeFSO3O1-6q5hs/s400/F742196_chino330.gif
Penyakit serupa pernah diderita Lin Tianzhuan, warga Shuimen, China. Bedanya, Lin menderita penyakit itu setelah berusia 13 tahun. Saat itu, kulit keras mulai tumbuh di kedua tangan dan kakinya.

“Awalnya hanya benjolan kecil yang sangat keras. Saya mencoba menghilangkannya dengan mengoleskan antibiotik dan krim, tetapi tidak ada hasilnya,” kata pria 38 tahun itu. “Bahkan, makin lama, benjolan makin banyak dan memburuk. Dalam waktu singkat, kulit keras seperti karang itu memenuhi lengan dan kaki, bahkan sampai ke punggung dan kepala,” kata lelaki yang dijuluki "Manusia Karang" oleh tetangga-tetangganya itu.

“Lama-lama saya menjadi seperti batu. Sangat menakutkan,” kenangnya. Sejak itu, Lin menjadi penyendiri. Ia memilih mengurung diri di rumah, sementara teman-teman dan tetangganya menjauh darinya.

Bila harus keluar rumah, Lin terpaksa menutupi tubuhnya dengan selimut. “Kalau tidak, orang yang melihat akan menjerit ketakutan,” ungkapnya.

Beruntung, Lin sudah bisa disembuhkan. Sebuah klinik kulit, Fuzhou Dermatosis Prevention Hospital, meneliti penyakitnya dan berhasil menemukan obat untuknya.

Lin sembuh setelah menjalani pengobatan dan operasi selama setahun. Tubuhnya bersih dari kulit-kulit yang mengeras mirip karang. Kini, hanya tinggal bekasnya. “Dia masih memerlukan radioterapi untuk beberapa waktu. Namun, perkembangan kesehatannya sangat bagus,” kata dr Liu Yinghong, Wakil Direktur Fuzhou Dermatosis Prevention Hospital.

Masih ingat dengan Dede Koswara? Warga Bandung, Jawa Barat, yang pernah menjadi berita dunia medis internasional ini juga mengalami kondisi serupa. Oleh media asing, dia dijuluki "Tree Man" alias "Manusia Pohon". Sayangnya, Dede tidak seberuntung Lin. Kulit mengeras Dede yang mirip pohon dan sempat hilang setelah beberapa kali operasi itu kini tumbuh lagi.







sumber :http://internasional.kompas.com/read/2010/03/04/07461499/Tak.Bisa.Berkeringat..Kulit.Mengelupas..Muncul.Sisik.

Baca Selengkapnya...

Berkeringat Adalah Kunci Menurunkan Gula Darah Tinggi

http://bydnta.files.wordpress.com/2011/01/sweating.jpg
Kadar gula darah yang tidak terkontrol sudah menjadi masalah banyak orang karena pola makan yang tidak proporsional. Padahal gula darah yang tinggi menyebabkan sindrom metabolik yang meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, diabetes dan penyakit jantung.

Gula darah diperlukan tubuh sebagai sumber energi. Namun jika berlebih maka kemampuan tubuh tidak maksimal mengolah gula darah sehingga gula atau glokosa akan tetap berada dalam darah yang menyebabkan kadar gula tinggi.

Gula di dalam darah menyebabkan pankreas melepaskan insulin (insulin dibutuhkan untuk mengubah gula menjadi energi). Jika kadar gula yang dikonsumsi tinggi maka lebih banyak insulin dilepaskan. Semakin banyak gula di dalam darah maka lebih banyak insulin yang diproduksi. Akibatnya, semakin besar kemungkinan orang akan mengalami kenaikan berat badan.

Selain menyebabkan obesitas (kegemukan) kadar gula tinggi dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang lebih serius, termasuk perubahan suasana hati, penurunan sistem kekebalan dan diabetes.

"Berkeringat adalah kunci dalam menurunkan gula darah, bahkan olahraga ringan dapat menyebabkan otot untuk menyedot glukosa pada 20 kali tingkat normal," kata B Hatipoglu, MD, seorang ahli endokrinologi di Klinik Cleveland seperti dilansir dari MSNHealth, Minggu (13/11/2011).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhryUlz5Fc9SdStRH83k7mDKj0CCjLNtg9hAeIuaVL-givpJx4FkN6HjX5Q7TaAj-v8lbZIdF1iQDx09PTNLzHm7pr8YRCFrxJg9WQOeWI2Icq1fbRgIoNXnBrswcfcBeK_nb-gK0vqe-c9/s1600/sweat.jpg

Keringat yang dimaksud adalah dengan menerapkan gaya hidup banyak gerak atau rutin berolahraga. Rajin bergerak dapat membakar kalori dan semakin banyak kalori yang terbakar bisa menurunkan kadar gula darah yang tinggi.

Tidak perlu menyisihkan banyak waktu untuk berolahraga. Olahraga dapat digantikan dengan melakukan aktivitas fisik yang lebih aktif sepanjang hari dengan cara sederhana misalnya dengan menaiki tangga bukan dengan menggunakan lift. Lakukan setidaknya 30 menit latihan fisik setiap hari.

Selain rajin bergerak cara mengontrol gula darah tetap normal adalah:


  1. Mengurangi jumlah asupan kalori.
  2. Makan dengan porsi kecil setiap 4-5 jam sekali.
  3. Pilih makanan tinggi serat, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan.
  4. Tidur yang cukup
  5. Mengontrol berat badan
  6. Kurangi lemak pada organ dalam seperti di seputar perut
  7. Minum teh hijau tanpa gula
http://www.depoknews.com/wp-content/uploads/2011/08/sehat.jpg
Pemeriksaan gula darah secara rutin perlu dilakukan oleh siapapun yang memiliki faktor risiko untuk terkena diabetes. Idealnya pemeriksaan dilakukan di laboratorium sebanyak 2 kali yakni setelah berpuasa 8 jam dan sesudah makan. Namun pemeriksaan juga bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat-alat yang banyak dijual, dengan diambil kadar rata-rata.

Kadar gula darah dikatakan normal jika angkanya 70-99 mg/dL, dengan catatan diukur setelah puasa atau tidak makan selama 8 jam. Kadar gula darah yang diukur 2 jam setelah makan dikatakan normal jika berkisar antara 70-145 mg/dL, sedangkan jika mengabaikan jadwal makan maka rentang normalnya adalah 70-125 mg/dL.





sumber :http://www.detikhealth.com/read/2011/11/13/100309/1766310/766/berkeringat-adalah-kunci-menurunkan-gula-darah-tinggi?l991101755

Baca Selengkapnya...

10 Penyakit Misterius


10 Penyakit Misterius
Biasanya, tiap penyakit diketahui sebabnya. Karena itu, obatnya bisa ditemukan. Namun ada beberapa penyakit yang tak diketahui sebabnya dan tak ada obatnya. Ada juga yang diketahui sebabnya, namun obatnya belum juga ditemukan.



Berikut 10 penyakit yang misterius, tak diketahui sebabnya atau belum ditemukan obatnya.

1. AIDS
Nama aslinya Acquired Immune Deficiency Syndrome alias turunnya kemampuan imun tubuh. Sehingga tubuh akan lemah dengan segala jenis penyakit ringan. Sejak dua puluh lima tahun sejak pertama kali diidentifikasi, masih belum ditemukan obat untuk penyakit in. AIDS masih duduk sebagai pembunuh manusia yang paling ampuh, terutama di negara-negara berkembang. Penyakit ini diduga dimulai dari simpanse dan melompat ke manusia. Antar manusia menular melalui hubungan seks dan penggunaan jarum secara bergantian.

2. Alzheimer
Alzheimer adalah gangguan otak degeneratif yang memiliki gejala berbeda di masing-masing penderitanya. Biasanya ditandai dengan bingung, lupa atau pikun sering mempengaruhi kebanyakan orang di usia tua mereka. Penyebab yang tepat tidak dimengerti dan tidak dapat diobati secara efektif.

3. Demam
Kalangan medis masih sedikit tahu soal apa sebenarnya demam itu. Bahkan walau satu miliar kasus diperkirakan di Amerika Serikat setiap tahun, dokter masih tahu sedikit tentang hidung meler, kenapa dingin merangsang batuk hingga akar penyebab sakit kepala. Sering kali, bukan resep antibiotik yang bisa membantu penyakit ini reda, namun menunggu hingga reda sendiri dan makan sup ayam.

4. Flu Burung
Manusia tidak memiliki kekebalan terhadap virus flu yang kuat dibawa oleh burung. Usai tertular dari burung, virus ini dapat menular antar manusia. Tingkat kematian untuk terinfeksi manusia adalah sekitar 50 persen.

5. Pica
Orang yang didiagnosis dengan Pica memiliki dorongan tak terpuaskan untuk makan zat non-makanan seperti kotoran, lem kertas, dan tanah liat atau yang lainnya. Meskipun diyakini dihubungkan dengan kekurangan mineral, pakar kesehatan tidak menemukan penyebab pasti dan obat untuk gangguan aneh ini.

6. Gangguan autoimun
Sebuah istilah untuk sejumlah penderitaan termasuk penyakit Lupus atau Arthithis Rhematoid. Pada penderita gangguan autoimun, imun tubuh justru mendeteksi organ-organ tubuh sebagai musuh, sehingga organ organ tubuh malah diserang. Maka organ tubuh jadi lemah bahkan rusak. Tak diketahui penyebabnya, dan dokter hanya bisa mengurangi gejalanya.

7. Skizofrenia
Para ahli menganggap penyakit ini paling membingungkan dari jenis gangguan mental. Penderita biasanya tak mampu untuk secara logis membedakan antara realitas dan fantasi. Gejalanya mulai liar, delusi, halusinasi, bicara tidak teratur, kurangnya motivasi atau emosi.

8. Penyakit Creutzfeldt-Jakob
Penyakit ini adalah versi dari gangguan otak langka, yang lebih dikenal "Mad Cow" atau sapi gila. Penyakit ini diduga berasal dari konsumsi daging sapi yang terkontaminasi. Pada penyakit ini reaksinya cepat. Kalangan medis belum mengetahui sebab utamanya dan belum bisa mencegah.

9. Sindrom Kelelahan Kronis
Kelelahan kronis adalah gejala fisik yang secara medis bisa dijelaskan. Namun pada sindrom kelelahan kronis, pasien lebih dari sekadar merasa lelah, pasien sering tidur, bahkan selama berhari-hari pada suatu waktu.

10. Penyakit Morgellons
Ini penyakit kulit. Gejalanya mirip dalam film fiksi. Penderita mengeluh kulit rasanya seperti tersengat, ruam atau seperti luka. Di bawah kulit muncul serat aneh. Beberapa di komunitas medis menyalahkan penyakit ini terkait pada delusi psikotik, tetapi yang lain mengatakan gejala yang sangat nyata. Tak diketahui penyebabnya, apalagi obatnya.

Baca Selengkapnya...

Sering Makan Gorengan dan Daging Merah Bisa Picu Kanker Usus

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTO50Pu28eFS_8eDzsRoSc3n_emEG90dWQDwYD-eBr2TdjWwv83XUDWiwCc
Salah satu penyebab terjadinya kanker usus besar (kanker kolon) adalah akibat pola makan yang salah. Ternyata sering mengonsumsi gorengan dan juga daging merah bisa memicu terjadinya kanker usus besar.

"Dari pagi masyarakat sudah disuguhi gorengan dengan minyak yang dipakai berkali-kali dan mengandung racun yang bisa merusak dinding usus," ujar Dr Aru W Sudoyo, MD, PhD, FACP dalam acara Patient Gathering Sanofi Aventis 'Kanker Usus Besar Bisa Dicegah' di Hotel Sahid Jaya, Sabtu (14/5/2011).

Dr Aru menuturkan dalam membuat gorengan biasanya menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang-ulang sehingga mengandung racun dan juga radikal bebas. Selain itu minyak sendiri juga bisa memicu terbentuknya asam empedu di dalam usus, asam empedu ini bisa mengiritasi usus.

"Daging merah yang dimasak pada suhu tinggi bisa menghasilkan senyawa acrylamid yang dapat menyebabkan kanker," ujar dokter yang menjabat sebagai ketua PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia).
http://us.images.detik.com/content/2011/01/14/900/bhitaliactt.jpg

Dr Aru menuturkan ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor risiko dari kanker usus besar ini yaitu:

  1. Diet rendah serat dan tinggi lemak
  2. Usia, umumnya meningkat pada kelompok usia di atas 50 tahun
  3. Adanya polip pada kolon atau usus besar
  4. Adanya riwayat kanker usus besar dalam keluarga
  5. Mengidap penyakit radang usus yang tidak diobati
  6. Kebiasaan mengonsumsi daging merah
  7. Kurangnya konsumsi sayuran, buah-buahan dan ikan
  8. Kurang melakukan aktivitas fisik
  9. Kelebihan berat badan atau overweight
  10. Memiliki kebiasaan merokok

Kanker usus besar adalah suatu keganasan yang terjadi di dalam usus besar sampai dengan dubur dan lebih banyak menimpa kaum laki-laki. Diperkirakan sekitar 75 persen penderita kanker usus besar tidak sadar kalau ia terkena penyakit tersebut, karena gejalanya tidak langsung terlihat tapi baru muncul setelah bertahun-tahun kemudian.

"Jenis kanker ini merupakan yang paling bisa dicegah (most preventable) dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan," ujar dokter yang lahir di Washington DC 59 tahun silam.

Gejala yang muncul dari kanker usus besar umumnya adalah:
  1. Perdarahan pada usus besar yang ditandai dengan adanya darah pada feses saat buang air besar
  2. Perubahan pola buang air besar seperti menjadi keras, lembek atau kotorannya kecil-kecil
  3. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  4. Rasa sakit di perut atau bagian belakang
  5. Perut masih terasa penuh meski sudah buang air besar
  6. Kadang muncul beberapa gejala umum seperti sembelit, rasa sakit atau kembung di perut

http://eksposnews.com/photo/dir052011/1305415802makan%20daging%20merah.jpg
Deteksi dini bisa dengan melakukan pemeriksaan feses untuk mencari darah samar, melakukan kolonoskopi atau melakukan pemeriksaan feses untuk DNA testing (pemeriksaan ini lebih sensitif).

Umumnya kanker ini bergerak secara perlahan-lahan dan diam-diam, memerlukan waktu sekitar 15-20 tahun untuk berkembang, sehingga sangat penting untuk terdeteksi secara dini.

"Kebanyakan masyarakat enggan untuk pergi memeriksakan gejala kanker usus besar ke dokter karena malu atau bahkan tidak berpikir dirinya mungkin terkena kanker ini. Padahal deteksi jenis ini merupakan prosedur yang paling mudah dan sederhana," ujar Dr Ibrahim Basir, SpB-KBD dari FKUI-RSCM.

Untuk itu perlu dilakukan deteksi dini dan skrining untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan harapan hidup, karena penyakit ini bisa disembuhkan jika ditemukan secara dini serta bisa dicegah dengan pola hidup yang baik dan sehat.
http://blog.indojunkers.com/wp-content/uploads/2011/05/gorengan-dalam-ts-200x150.jpg




sumber :http://www.detikhealth.com/read/2011/05/14/140657/1639806/763/sering-makan-gorengan-dan-daging-merah-bisa-picu-kanker-usus?ld991107763

Baca Selengkapnya...

Arsip Blog