Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Curhatan Seorang Ibu [Untuk Anak Manusia Didunia]

Curhatan Seorang Ibu [Untuk Anak Manusia Didunia]


Sadarilah ini, beliau ga akan curhat langsung pada kita
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini.

Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia.
Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik.
Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik.
Sembilan bulan aku mengandungmu.

Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku.
Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku.
Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku
saat aku melahirkanmu.

Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.
Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat.
Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu.

Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu
dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat,
Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu.
Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu,
namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu.
Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua,
meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali,
jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan,
meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk,
gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku.
Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku..
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu,
niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya.
Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu.
Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ?
Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ?
Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan
dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ?
Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu saja, Lain tidak.
Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua
yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan,
sekaligus duka dan kesedihan ?
Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana.
Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain.
Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan.
Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat.
Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku..
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku,
bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Anakku..
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu.
Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan.
Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu
dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami.
Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu.
Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku.
Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini.

Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.

Anakku..
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu.
Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan.
Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati.
Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui.
Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit.

Ingatlah... Ingatlah...
Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat :
“Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.

Anakku..
Ibu sangat merindukanmu...



Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9088040

Baca Selengkapnya...

Semua Hal Tentang Ibu [Wajib Baca]

Semua Hal Tentang Ibu [Wajib Baca]


Ane mengharapkan, setelah agan baca thread ini, kita semua bisa lebih berbakti sama orang tua kita. Beberapa hal yang dilakukan seorang Ibu itu adalah sangat penting,
namun slalu diabaikan, tanpa disadarkan atau bahkan terlupakan.

Saat Ibu menelpon, percayalah beliau slalu ingin tau
hanya sedikit saja apa yang terjadi padamu. Janganlah kamu merasa risih.

Saat Ibu terdiam, percayalah kamu adalah
orang yang slalu ingin beliau dengar.

Saat Ibu tidak pernah membantah,
percayalah kamu adalah cintanya.

Saat Ibu berkata “Ibu baik-baik saja”,
percayalah ada rahasia yang tersimpan didalam hatinya, bantulah beliau.

Saat kamu merebahkan kepala ke bahunya,
percayalah beliau adalah sebuah sarang hangat
yang mampu menghilangkan kedinginan.

Saat kamu terjatuh, percayalah kedua tangannya akan menyambutmu
tak perduli pada badai sekalipun.

Saat kamu lapar, haus, percayalah orang yang pertama sibuk
di dapur menyiapkan sgala sesuatu untukmu adalah Ibu.

Saat Ibu bilang “Rindu sekali denganmu Nak”,
percayalah,langit pun tak akan mampu menjadi batas rindunya kepadamu.

Saat Ibu menasehati kamu, percayalah itu kata mutiara
yang tak akan pernah didapatkan oleh orang lain selain kamu.

Saat Ibu memarahi kamu, percayalah semua itu untuk mendidik kamu
supaya kamu bisa menjadi diri apa yang kamu inginkan.

Saat Ibu meminta kamu menemaninya, percayalah kamu adalah
orang yang mampu membuat beliau merasa nyaman kemanapun berlangkah.
Janganlah malu untuk menemaninya kemanapun.

Saat Ibu berkata “tidak” untuk menunaikan sesuatu permintaan dari kamu,
percayalah pada ahirnya akan kamu mendapatkan
apa yang kamu inginkan hingga waktunya nanti.

Saat kamu tersungkur akan sebuah batu,
percayalah Ibumu yang akan menantang musim
agar bisa meraih dan memelukmu kembali.

Dan biru langit tak akan mampu menjadi pembatas
sebagai tingginya rasa hormat untuknya
serta pada biru laut pun tak akan mampu menampung
jutaan pujian yang terharuskan untuk Ibumu.

Kelak, tak ada paling rindu selain dirinya dan tak ada paling luka selain airmatanya.

SEMOGA KITA SEMUA BISA BERBAKTI SAMA ORANG TUA KITA GAN....



Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9093654

Baca Selengkapnya...

Belajar Mengasihi Dari Gadis Kecil

Belajar Mengasihi Dari Gadis Kecil


Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.”

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India/curd rice).

Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.

Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah.”

Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata, “Boleh ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta.”

Agak ragu sejenak “akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?” Aku menjawab, “Oh…pasti, sayang.”

Sindu tanya sekali lagi, “Betul nih ayah?”

“Ya pasti!” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, janji kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata, “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.”

Sindu menjawab, “Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang mahal kok.” Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hati aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap, dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakin pada hari Minggu.

Istriku spontan berkata, “Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin.” Juga ibuku menggerutu jangan-jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV dan program TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk, “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak.” Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, “Tidak ada yah, tak ada keinginan lain,” kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, “Tolonglah…kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.”

Sindu dengan menangis berkata, “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. Kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apa pun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India zaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, “Janji kita harus ditepati.” Secara serentak istri dan ibuku berkata, “Apakah kamu sudah gila?, Tidak!!!” jawabku, “Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu, permintaanmu akan kami penuhi.”

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu tolong tunggu saya.” Yang mengejutkanku ternyata, kepala anak laki-laki itu botak.

Aku berpikir mungkin ”botak” model zaman sekarang. Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, “Anak anda, Sindu benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya. Dia menderita kanker leukemia.” Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu.

“Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemotherapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek/dihina oleh teman-teman sekelasnya. Nah Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Aku berdiri terpaku dan aku menangis, “Malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang kasih.”



Sumber. marmalade7.blogspot.com

Baca Selengkapnya...

Kisah Motifasi, Sendal Jepit Istri ku

Kisah Motifasi, Sendal Jepit Istri ku


Selera makanku mendadak punah.Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh… betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop ini rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin nggak ketulungan.

“Ummi… Ummi, kapan kau dapat memasak dengan benar…? Selalu saja, kalau tak keasinan… kemanisan, kalau tak keaseman… ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

“Sabar bi…, rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul…? ” ucap isteriku kalem. “Iya… tapi abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini…!” Jawabku dengan nada tinggi. Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya sudah merebak.

Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput?jumput harapan untuk menemukan ‘baiti jannati’ di rumahku. Namun apa yang terjadi…? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal burak (pecah). Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta pora di dapur, dan cucian… ouw… berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan detergen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.

“Ummi…ummi, bagaimana abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini…?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Ummi… isteri sholihat itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah…?” Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu.

“Ah…wanita gampang sekali untuk menangis…,” batinku berkata dalam hati. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihat…? Isteri shalihat itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai dipipinya.

“Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja untuk jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis.

“Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.

“Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. “Aduh, Mi… abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. “Ya sudah, kalau abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku.

“Lho, kok bilang gitu…?” “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak? Desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi. “Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan.

Pertemuan hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu.

Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin sendiri. Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Dug! Hati ini menjadi luruh.

“Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” Tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus. “Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku. “Krek…,” suara pintu terdengar dibuka.

Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar.

Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berbaya gelap dan berjilbab hitam melintas. “Ini dia mujahidahku!” pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.

Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” Sedang aku..? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku…? terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terdzalim!!!

“Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia. “Abi…!” bisiknya pelan dan girang.

Sungguh, aku baru melihat isteriku segirang ini. “Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.

Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Alhamdulillah, jazakallahu…,”ucapnya dengan suara tulus. Ah, Maryam, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud dan ‘iffah sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku…?



Sumber. http://archive.kaskus.us/thread/4552670

Baca Selengkapnya...

Mengharukan, Reaksi Wajah Anak Kurang Mampu Untuk Membeli Gula Gula

Mengharukan, Reaksi Wajah Anak Kurang Mampu
Untuk Membeli Gula Gula


Sudah biasa kalau anak² kecil sangat suka dengan yang namanya permen, gula-gula, dan makanan yg manis lainnya. Tetapi, mereka yang hidup di negara "Ketiga" dan dalam kehidupan yang susah, barang² yg sangat murah bagi kita pun tidak sanggup mereka beli. Bagi mereka, tidur di tmpt yang mempunyai atap nya saja sudah sangat beruntung.
Gmn gan?
Kasian ya...
Ane pengen banget beli gula²nya dan ane kasih ke anak kecil itu.
Ya paling gak seberapa rupiah aja kalo di Indo, ane pernah coba tuh pas masih SD.
Haruslah kita sudah merasa bahagia dengan apa yang kita punya sekarang.



Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5481680

Baca Selengkapnya...

Kisah 2 Anak Super

Kisah 2 Anak Super


Kisah ini bersumber dari sebuah kisah didapatkan dari sebuah pesan BBM dan milist. kisah ini merupakan kejadian nyata gan dari seseorang yg diceritakan via milist dan menyebar ke berbagai blog
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya..

Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi untuk mencoba menaklukan ibukota negeri ini.

Semoga kita selalu diingatkan, sekedar berbagi cerita di forum orang - orang super dalam keindahan hari ini.

Siang itu 13 Pebruari 2008, tanpa sengaja saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk - makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberagan Harmoni, dua sosok kecil berumur kira - kira delapan dan sepuluh tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.

Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar - lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan “Terima kasih Om...!”

Dan saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka. Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan, menyapa seorang laki - laik lain itupun menolak dgn gaya yang sama dgn saya, lagi - lagi sayup - sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka, kantong hitam tempat stock tissue daganggan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta.

Saya melewatinya dengan lirikan ke arah dalam kantong itu, dua pertiganya terisi tissue putih berbalut plastik transparan. Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayut di langit Jakarta.

“Terima kasih ya Mbak, semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita meronggoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.

“Maaf, ngak ada kembaliaanya... ada uang pas nggak Mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut, si Mbak menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih besar menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

“Om boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan...?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merongoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian Food Court sebesar empat ribu rupiah.

“Nggak punya, tungkas saya...!” lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik...!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi.

Si wanita kaget setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, gak apa - apa ambil saja...!” namum mereka berkeras mengembalikan uang tersebut.

“Maaf Mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan..!” Akhirnya uang itu diterima si wanita tersebut karena si kecil pergi meninggalkannya.

Tinggallah episode saya dan mereka, uang sepuluh ribu di genggam saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om.. tunggu ya, saya kebawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek..!”.

“Eeeeh.. nggak usah... nggak usah... biar aja..., nih...!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.

Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak satunya, “Nanti dulu om, biar ditukar dulu... sebentar”.

“Nggak apa - apa..., itu buat kalian” lanjut saya.

“Jangan... jangan om, itu uang om sama Mbak yang tadi juga” anak Itu bersikeras.

“Sudah nggak apa - apa.... saya ikhlas, Mbak tadi juga pasti ikhlas!” saya berusaha menghalangi, namum ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat, secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya.

“Ini deh Om .... kalau kelamaan, maaf ya...” ia memberikan saya 8 pack tissue.

“Lho buat apa...?” saya terbenggong..

“Habis teman saya lama sich Om.. maaf tukar pakai tissue aja dulu”

Walau dikembalikan ia tetap menolak. Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya.

Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribuan.

“Terima kasih Om...!” mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup - sayup terdengar percakapan....”Duit Mbak tadi bagaimana ya..?” suara kecil yang lain menyahut “Lu hafal kan orangnya, kali aja kita ketemu lagi ntar kita berikan uangnya”.

Percakapan itu sayup – sayup menhilang,
saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan.
Tuhan .... hari ini saya belajar dari dua manusia super,
kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh dan terharu,
mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra.

Mereka tahu hak mereka dan hak orang lain,
mereka berusaha tak meminta minta tapi dengan berdagang tissue.
Dua anak kecil yang bahkan belum akil balik,
memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu sangat belia.

Saya membandingkan keserakahan kita,
yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rejeki kita
meski dalam rejeki itu sebetulnya ada hak atau milik orang lain.

“Usia memang tidak menjamin kita menjadi bijaksana 
tapi kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak”.



Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10482655

Baca Selengkapnya...

Yang Tak Mampu Ayah Ucapkan

Yang Tak Mampu Ayah Ucapkan


Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu?
Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.. ..
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia...
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa. dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati..
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya, Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika beliau tidak kuat untuk tidak menangis...
Beliau harus terlihat tegas bahkan saat beliau ingin memanjakanmu dan beliau adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika membagikannya kepada teman-teman yang lain. Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya. Tapi sayang nya ku belum pernah merasakan itu semua, karena beliau telah di panggil Illahi saat ku masih balita. "Smoga Bapak di tempatkan di tempat yang terbaik di sisi NYA", Amin...



Sumber. www.autoblogsaya.com

Baca Selengkapnya...

Kisah Zhang Qianqian, Gadis Kecil Yang Bijaksana

Kisah Zhang Qianqian,
Gadis Kecil Yang Bijaksana


Pada tahun 2009 yang lalu seorang gadis kecil mendapat pujian sebagai “gadis kelahiran 1990-an paling bijaksana.” Namanya Zhang Qianqian, dan ia bekerja pada tempat pembuatan batu bata di kota Guizou, 12 jam sehari selama liburan musim panas. Selain itu ia juga mengasuh adik perempuan serta si-kembar saudara bungsunya. Kisah Zhang membuktikan sebuah semboyan China kuno: “Anak-anak keluarga miskin menjadi penyambung hidup sejak dini.”

Seorang bloger telah menanggapi foto-foto tersebut, “Hidup tidaklah mudah. Sama seperti gadis muda itu, ia tidak dapat menikmati liburan musim panasnya, karena harus bekerja keras untuk mengurangi beban orang tuanya.”

Banyak dari yang lain juga menyatakan simpati mereka. Seseorang telah menulis, “Betapa pahitnya! Saya tidak dapat membantu, air mata terasa menetes setiap memandang foto tersebut. Itu mengingatkan saya pada masa kanak-kanak saya di pedesaan”.

Menurut penulis artikel foto tersebut, foto-foto itu diambil pada sebuah tempat pembuatan batu bata di wilayah pedesaan, selatan provinsi Jiangsu. Buruh-buruh disana bekerja dari pukul 6 pagi sampai 6 sore dengan istirahat singkat disiang hari.

Gadis dalam foto tersebut harus menarik pedati untuk mengirim batu bata, sambil mengasuh beberapa saudara kecilnya yang sedang bermain. Sebagai pengirim batu bata, para buruh mendapat upah sekitar 30 yuan (kira-kira US$4,40) per-hari.

Penulis itu mengatakan bahwa ia tidak berniat memperoleh uang dari foto-foto ini. Ingin melakukan suatu hal yang mungkin dapat membangkitkan perasaan kasihan sang majikan untuk membebaskan gadis tersebut dari perbudakan.

Zhang Qianqian (15) bekerja 12 jam sehari
pada pembuatan batu bata di pedesaan China selama liburan musim panas

Zhang Qianqian memiliki tiga saudara kandung; yang termuda, kembar

Zhang Qianqian sedang merawat salah satu adiknya



Sumber. www.ikadanewsonline.com

Baca Selengkapnya...

Renungan, Hargailah Rezeki Yang Kita Peroleh

Renungan, Hargailah Rezeki Yang Kita Peroleh


Pulang kampung kali ini aku menyempatkan diri ke kawasan kota Tua. Ingin merasakan suasana nongkrong bersama para penjual kaki lima, pengamen dan juga para penyewa sepeda Tua.

Suasana kota tua ramai, tapi ada pemandangan lain yang cukup berbeda pada kunjungan sekitar 3-4 tahun yang lalu, kali ini lebih banyak sepeda-sepeda. Kulangkahkan kaki ini ke salah satu bapak yang sedang membetulkan sepeda tua, dan mulai mengajaknya ngobrol, pak sudah lama disini, jawabnya “yah sudah sejak tahun 1970, dulu saya ojek sepeda, sekarang saya menyewakan sepeda”. Sekarang lebih rapi yah pak, bapak itu melanjutkan setelah ditangani museum wayang, kawasan kota tua ini cukup rapi, dan banyak kunjungan-kunjungan turis asing dan juga kunjungan anak2 sekolah.

Memang kawasan ini terasa menjadi lokasi tourisme yang masih menyimpan keaslian bangunan-bangunan ini, walau memang sudah berubah fungsi, banyak bangunan ini jadi tempat shooting film dan pemotretan, karena kesan tuanya dan juga kesan seram dan angkernya.

Perut terasa lapar, dan aku muali mencari makanan yang bisa aku nikmati disini, banyak pilihan, tapi pilihan pertamaku jatuh ke batagor, sepiring batogor 7000 rupiah habis aku lahap, ditemani sebotol teh botol sosro. Saat sedang meminum teh botol itu pandanganku langsung tertuju kepada sepasang pemulung. Cukup kaget karena aku melihat adegan ini lagi, dan kali ini di Jakarta, pertama kali aku melihat seperti ini di China. Si bapak itu mengais tong sampah dan mendapati kaleng minuman, kemudian diminumnya sisa minuman itu, dan diberikan kepada istrinya juga.

Aku duduk di bawah pepohonan sambil mengamati kedua pemulung ini. mereka selalu mencari botol botol bekas minuman, mereka tidak meminta uang kepada para pengunjung kota tua, hanya mencari sisa-sisa botol minuman yang dibuang di tong sampah, atau yang dibuang sembarangan.

Tanpa terduga mereka datang dan mendekatiku, dan hendak duduk disampingku tapi mereka ragu-ragu, karena juga banyak orang yang duduk disitu, melihat itu aku bilang yah duduk disini aja, sesaat mereka duduk di sampingku, bapak-bapak berbaju batik rapi dan ibu-ibu langsung berdiri meninggalkan kami, tinggalah aku dengan kedua pemulung itu, aku tahu para mata sudah tertuju ke arah kami. Karena memang si bapak pemulung ini berbau tak sedap, karena memang dia mengais2 tempat sampah dan juga terjun ke dalam genangan air kotor untuk mengumpulkan botol plastik dan kaleng-kaleng minuman.

Kuperhatikan bapak ini, bajunya memang lusuh, dan sandalnya juga berbeda warna, aku menduga ini juga hasil dari temuannya. Hanya topinya saja yang keliatan bagus. “Dari pagi pak?” aku mulai mengajaknya berbicara. “yah pak harus dari pagi ngumpulin ini, juga harus adu cepat dengan pemulung lain” jawabnya.

“Terus dapat berapa pak nantinya dari botol-botol ini”, Keingintahuanku mulai mengalir. “Satu kilo dihargai 500 rupiah” Sambil diperlihatkan kepadaku hasilnya siang itu.

Tiba-tiba dia berlari, kea rah monument di tengah kota tua itu, karena dia melihat seorang pengunjung membuang botol plastik ke dalam monument yang tergenang air.

Aku pun mengikutinya dan melihat keadaan ini, kesanku sungguh ironis keadaan ini. Satu kilo botol plastik dihargai 500 rupiah. Kata-kata itu masih terngiang, banyak yang bilang kalau uang 500 rupiah tidak ada artinya lagi, tapi dihadapanku, ada sepasang pemulung yang berusaha mencari 500 rupiah ini dengan susah payah.

Kehadiaran mereka mungkin menjadi pemandangan tersendiri bagi yang memperhatikannya, dan tanpa disadari mereka, mereka juga membersihkan kota tua ini dari sampah yang dibuang sembarangan oleh orang berpindidikan yang belum bisa menerapkan didikannya itu dalam kehidupan mereka.

Tidak mudah memang kehidupan yang mereka hadapi di Jakarta, banyak yang menyalahkan kenapa datang ke Jakarta, banyak yang menyalahkan kenapa tidak sekolah dengan baik, banyak komentar lainnya yang bilang kurang berusaha. Mungkin otak ini sudah penuh dengan kata-kata menggurui, tapi saat aku duduk bersama dan mengobrol bersama, disitu aku hanya merasakan perjuangan hidup mereka berat, mereka tidak menyerah akan hidup yang sedemikian berat. Dan tanpa terasa kisah kehidupan mereka lah yang membuatku mendapatkan pelajaran kehidupan. [kolomkita.detik.com]

Baca Selengkapnya...

Kisah Seorang Menteri, Karena Dendam Positif

Kisah Seorang Menteri, Karena Dendam Positif


Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari airuntuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas. Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan "Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur" Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran,tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka? Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "DENDAM POSITIF" Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya.

Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang ke negerinya dan bekerja sebagai insinyur. Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya.

Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu" Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin berterima kasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini." Kini dendam positif lainnya sudah tertaklukkan. Lalu apakah ceritanya sampai di sini? Tidak.

Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab. Tahukah Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas. Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Tahukah kisah siapa ini? Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi. Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia. Itulah kekuatan "DENDAM POSITIF" Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya. Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat "Dendam Positif." [kisah-renungan.blogspot.com]

Baca Selengkapnya...

Kisah Renungan : Dibalik Kekurangan Pasti Ada Kelebihan

Kisah Renungan :
Dibalik Kekurangan Pasti Ada Kelebihan


Sebuah toko hewan peliharaan (pet store) memasang papan iklan yang menaik bagi anak-anak kecil, "Dijual Anak Anjing".

Segera saja seorang anak lelaki datang, masuk ke dalam toko dan bertanya. "Berapa harga anak anjing yang anda jual itu?"

Pemilik toko itu menjawab, "Harganya berkisar antara 30 - 50 Dollar."

Anak lelaki itu lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa keping uang "Aku hanya mempunyai 2,37 Dollar, bisakah aku melihat-lihat anak anjing yang anda jual itu?"

Pemilik toko itu tersenyum. Ia lalu bersiul memanggil anjing-anjingnya. Tak lama dari kandang anjing munculah anjingnya yang bernama Lady yang diikuti oleh lima ekor anak anjing. Mereka berlari-larian di sepanjang lorong toko. Tetapi, ada satu anak anjing yang tampak berlari tertinggal paling belakang. Si anak lelaki itu menunjuk pada anak anjing yang paling terbelakang dan tampak cacat itu.

Tanyanya, "Kenapa dengan anak anjing itu?" Pemilik toko menjelaskan bahwa ketika dilahirkan anak anjing itu mempunyai kelainan di pinggulnya, dan akan menderita cacat seumur hidupnya.

Anak lelaki itu tampak gembira dan berkata, "Aku beli anak anjing yang cacat itu."
Pemilik toko itu menjawab, "Jangan, jangan beli anak anjing yang cacat itu. Tapi jika kau ingin memilikinya, aku akan berikan anak anjing itu padamu."

Anak lelaki itu jadi kecewa. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, "Aku tak mau kau memberikan anak anjing itu cuma-cuma padaku. Meski cacat anak anjing itu tetap mempunyai harga yang sama sebagaimana anak anjing yang lain. Aku akan bayar penuh harga anak anjing itu. Saat ini aku hanya mempunyai 2,35 Dollar. Tetapi setiap hari akan akan mengangsur 0,5 Dollar sampai lunas harga anak anjing itu."

Tetapi lelaki itu menolak, "Nak, kau jangan membeli anak anjing ini. Dia tidak bisa lari cepat. Dia tidak bisa melompat dan bermain sebagaimana anak anjing lainnya."

Anak lelaki itu terdiam. Lalu ia melepas menarik ujung celana panjangnya. Dari balik celana itu tampaklah sepasang kaki yang cacat. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, "Tuan, aku pun tidak bisa berlari dengan cepat. Aku pun tidak bisa melompat-lompat dan bermain-main sebagaimana anak lelaki lain. Oleh karena itu aku tahu, bahwa anak anjing itu membutuhkan seseorang yang mau mengerti penderitaannya."

Kini pemilik toko itu menggigit bibirnya. Air mata menetes dari sudut matanya. Ia tersenyum dan berkata, "Aku akan berdoa setiap hari agar anak-anak anjing ini mempunyai majikan sebaik engkau."

Catatan:
Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan umat-Nya, apabila anda diciptakan memiliki kekurangan, maka justru anda yang dipercaya oleh-Nya mengemban tugas superberat tersebut, karena pada dasarnya semua manusia ingin diciptakan sempurna, bukan?

Apabila anda diciptakan memiliki kekurangan, anda pasti juga diberi kelebihan lain, entah apapun bentuknya, atau mungkin anda sendiri belum menyadarinya dan ada saja cara-cara yang menurut pola pikir manusia kurang masuk akal, tetapi mampu dibuktikan, apabila anda belum menemukan, cobalah gali lebih dalam kemampuan dalam diri anda.



Sumber. http://kisah-renungan.blogspot.com/

Baca Selengkapnya...

Agar Hidup Lebih Bermakna

Agar Hidup Lebih Bermakna


Mencari Makna Hidup
Mencari makna hidup adalah salah bahasan penting yang sering disampaikan oleh para pembicara motivasi.Bahkan mereka begitu menekankan bagaimana pentingnya mengetahui makna hidup. Sebab dengan memahami makna hidup itulah kita bisa menjalani hidup yang lebih bermakna dan lebih termotivasi. Kemudian, ada sesi pelatihan yang membimbing kita untuk menemukan makna hidup kita.

Adakah yang salah?
Begini : Hidup kita di dunia akan menentukan hidup kita di akhirat. Artinya kita tidak bisa sembarangan menentukan makna hidup berdasarkan konsep yang tidak jelas asalnya. Jika kita salah memaknai hidup ini, kemudian kita hidup berdasarkan makna yang salah, maka sudah bisa ditebak kearah mana kita akan hidup. Bagaimana nanti kita di akhirat?

Mencari makna hidup adalah hal yang serius, bukan main-main. Tidak ada pemikiran parsial yang membedakan urusan dunia dan urusan akhirat. Hidup dunia justru menjadi penentu bagaimana hidup kita di akhirat.

Mungkin dengan metode-metode mutakhir, kita akan menemukan berbagai metode menemukan makna hidup atau tujuan hidup. Kemudian, hal ini memberdayakan hidup kita, menjadi lebih sukses di dunia. Namun, kesuksesan dunia tidak ada artinya jika di akhirat menjadi manusia yang gagal.

Dengan demikian, mencari makna hidup adalah titik kritis yang tidak boleh salah. Ini akan menentukan hidup Anda baik di dunia dan di akhirat. Ulama besar, Muhammad Al Ghazali, pernah berkata bahwa pemahaman hidup yang dangkal adalah sebuah tindak ‘kriminal’ yang keji.

* * * * *

Mencari Makna Hidup Yang Benar
Untuk menemukan makna hidup yang benar, maka kita perlu merujuk ke rujukan yang dijamin kebenarannya yang tiada lain adalah Al Quran yang merupakan firman Allah Yang Menghidupkan semua manusia. Tentu saja, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang paling mengetahui tentang hidup kita termasuk makna hidup kita.

Bolehkan kita mencari makna hidup dibawah bimbingan motivator? Tentu saja boleh, jika motivator tersebut merujuk pula kepada Al Quran dan hadits. Jika rujukannya bukan Al Quran dan Hadits, maka kita perlu memikirkannya lagi.

Adakah kebenaran universal? Ya, tentu saja. Kebenaran universal itu Al Quran sendiri. Hanya saja, ada orang-orang yang tidak mau mengikuti kebenaran Al Quran sehingga membuat “kebenaran baru” yang mereka terima. Ini masalah iman, perbedaan antara orang yang beriman dan tidak. Jika Anda orang yang beriman, tentu Anda akan menerima dengan sepenuh hati bahwa Al Quran adalah sumber kebenaran sejati, bukan yang lain.

Untuk itu, dalam mencari makna hidup, kita harus bertanya: “apa itu hidup menurut Al Quran?”. Silahkan baca dan gali Al Quran. Silahkan meminta bimbingan ulama yang memahami tafsir Al Quran. Silahkan baca tafsir-tafsir Al Quran yang ditulis oleh ulama terpercaya.

* * * * *

Lalu Apa Makna Hidup Menurut Al Quran?
Sekali lagi, Anda bisa mendalami Al Quran untuk menemukan makna hidup yang sebenarnya. Berikut adalah beberapa pemahaman inti tentang makna hidup menurut Al Quran.
1. Pertama : Hidup Adalah Ibadah
Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita.

2.Kedua : Hidup Adalah Ujian

3.Ketiga : Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia

4.Keempat : Hidup Adalah Sementara

Agar Hidup Lebih Bermakna
Setelah Anda memahami makna hidup, maka langkah selanjutnya ialah menyelaraskan hidup dengan makna hidup tersebut. Inilah yang akan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Jika kita salah memaknai hidup, maka apa makna yang bisa kita dapatkan dari hidup ini?

Menyelaraskan hidup dengan makna hidup diatas diantaranya dengan cara :

1. Jika hidup itu adalah ibadah, maka pastikan semua aktivitas kita adalah ibadah. Caranya ialah pertama selalu meniatkan aktivitas kita untuk ibadah serta memperbaharuinya setiap saat karena bisa berubah. Kedua, pastikan apa yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan (ibadah mahdhah) dan tidak dilarang oleh syariat (ghair mahdhah).

2. Jika hidup itu adalah ujian, maka tidak ada cara lain menyelaraskan hidup kita, yaitu menjalani hidup dengan penuh kesabaran.

3. Jika kehidupan akhirat itu lebih baik, maka kita harus memprioritaskan kehidupan akhirat. Bukan berarti meninggalkan kehidupan dunia, tetapi menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.

4. Jika hidup ini adalah sementara, maka perlu kesungguhan (ihsan) dalam beramal. Tidak ada lagi santai, mengandai-ngandai, panjangan angan-angan apalagi malas karena kita tidak hidup ini tidak selamanya. Bergeraklah sekarang, bertindaklah sekarang, dan berlomba-lombalah dalam kebaikan.

Seungguhnya, apa yang ada dalam Al Quran, tidak diragukan kebenarannya, jika ada kesalahan itu datang dari kesalahan saya pribadi. Mudah-mudahan usaha kita memahami makna hidup menjadikan hidup kita lebih bermakna. [http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11224301]

Baca Selengkapnya...

Pesan Cinta Kasih Seorang Ibu [Renungan]

Pesan Cinta Kasih Seorang Ibu [Renungan]


“Dulu, ketika aku menikah, tidak pernah berpikir punya anak seperti apa, gimana jaganya, biayainya sekolah hingga lulus kuliah nanti… tapi kujalankan saja…

Ketika melahirkan dirinya, hampir diriku menyerah, tapi demi melihatnya lahir ke dunia ini, tumbuh besar dan menjadi anak yang berguna, aku terus berjuang, walaupun harus berkorban diri ini demi kehadiran dirinya di dunia ini…

Dia telah lahir ke dunia ini, pertama kali melihatnya, ada perasaan bergejolak di diriku, aku terharu dan bangga sekali bisa membawanya ke dunia ini, aku berjanji, apapun yang terjadi, gimanapun susahnya hidup ini, anak ini harus kubesarkan dengan kedua tanganku…

Tidak mudah untuk membesarkan dirinya, dia bandel sekali ketika kecil, suka bermain lupa waktu, berteman dengan anak-anak nakal, tidak mau makan, susah disuruh mandi, susah dibujuk tidur waktu malam hari, kadang dia marah dan bentak padaku, kadang dia mengejekku, kadang juga dia menghinaku…

Ketika besar, dia merasa diriku terlalu membatasi dirinya, ini tidak boleh, itu tidak boleh, dia juga merasa aku terlalu kolot, ketinggalan jaman, tidak mengerti apa maunya, tidak setuju terhadap setiap kelakuannya…
Kadang sakit hati sekali diriku ini, tapi ingat ketika pertama kali menggendongnya, ketika melahirkannya, semua sakit ini hilang seketika… dia adalah anakku, anak kesayanganku…

Aku telah berjanji akan membesar dirinya, apapun yang terjadi, rintangan apapun yang kuhadapi, karena dia anakku… Harapanku besar kelak dia bisa menjadi anak yang berguna… Aku cinta padamu, anakku…
Kau lah, yang memberikan kekuatan pada diriku, membuatku mau bekerja keras pagi-siang-sore-malam, tidak takut akan sakit, derita.. Karena kehadiran dirimu lah membuat diriku ada artinya, bisa membesarkan dirimu dan mendengarkanmu memanggilku IBU, sungguh senang rasanya hati ini…

Aku tidak berharap banyak, hanya suatu saat, ketika dirimu sudah besar, kamu dapat menjadi anak yang baik, bisa hidup yang enak. Ibu mungkin sudah tua, tidak bisa hidup lama lagi, badanku ini sekarat, kerutan muka sudah banyak, perjalananku tidak lama lagi.
Jika kamu bekerja keras, tidak perlu sampai memberikan rumah yang bagus, uang yang banyak, semuanya itu untuk dirimu saja. Ibu hanya berharap kamu mau menyisihkan sedikit waktumu untuk menemani masa-masa tua ibu, bisa disamping ibu dan ngobrol dengan ibu, itu sudah lebih dari cukup…

Ibu Bangga denganmu, nak, mungkin tidak pernah terucap lewat kata, tapi ini ibu rasakan dari lubuk hati yang dalam… Maafkan jika selama ini ibu pernah marah denganmu, memukulimu, melarangmu ini itu, semua ini demi kebaikanmu, nak…

"Ibu Cinta padamu… dari dulu, sekarang, dan selamanya…”



Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6373583

Baca Selengkapnya...

Motivasi Dari Kisah Perjalanan Para Pemenang Dunia

Motivasi Dari Kisah Perjalanan
Para Pemenang Dunia


Di tahun 1962, empat orang musisi muda tampil untuk audisi rekaman di hadapan para eksekutif Decca Recording Company. Para eksekutif tidak terkesan dengan musik mereka. Saat menyuruh kelompok musisi ini pergi, salah satu eksekutif berkata, "Kami tidak suka suara mereka. Suara gitarnya tidak harmonis." Kelompok musik yang ditolak ini bernama The Beatles.

Di tahun 1944, Emmeline Snively, direktur Blue Book Modeling Agency menasihati Norma Jean Baker, "Kamu lebih baik belajar pekerjaan kesekretariatan atau menikah sajalah." Norma bertahan dan kemudian ia menjadi Marilyn Monroe.

Di tahun 1954, Jimmy Denny manajer Grand Ole Opray, memecat seorang penyanyi setelah sekali tampil. Ia menasihati penyanyi tersebut , "Kamu tidak akan beranjak kemana-mana nak, kamu lebih baik kembali mengemudikan truk." Penyanyi itu bertahan dan kemudian menjadi Elvis Presley.

Ketika Alexander Graham Bell menemukan telepon di tahun 1876, penemuannya ini tidak memperoleh penyandang dana potensial untuk pengembangannya. Setelah melakukan demonstrasi dengan penemuannya itu, Presiden Rutherford Hayes berkata, "Itu adalah penemuan yang mengagumkan, tetapi siapa sebelumnya yang pernah ingin melihat salah satu penemuan-penemuan itu?"

Ketika Thomas Edison menemukan lampu listrik, ia telah melakukan lebih dari 2000 percobaan sebelum akhirnya ia berhasil menyalakan lampu listriknya. Seorang reporter muda bertanya bagaimana rasanya gagal begitu banyak. Thomas Edison menjawab, "Aku tidak pernah gagal. Aku akhirnya menemukan lampu listrik setelah melewati suatu proses degan 2000 langkah."

Di tahun 1940-an, penemu muda lainnya bernama Chester Carlson, membawa idenya kepada 20 perusahaan, termasuk beberapa perusahaan besar di negaranya. Mereka menolak semua idenya. Di tahun 1947, setelah tujuh tahun penolakan, ia akhirnya mendapatkan sebuah perusahaan kecil di Rochester, NY, The Haloid Company, yang bersedia membeli hak atas penemuannya - yaitu proses mengkopi kertas secara elektrostatis (mesin foto kopi). Haloid kemudian menjadi Xerox Corporation.

Seorang gadis kecil, anak ke 20 dari 22 bersaudara, dilahirkan prematur dan daya tahan hidupnya diragukan. Ketika ia berusia 4 tahun, a mengidap pneumonia dan demam, yang embuat kaki kirinya lumpuh. Di usia 9 tahun, ia melepas penyangga kaki yang selama ini dikenakannya dan ia mulai berjalan tanpa penyangga kaki. Menjelang usia 13 tahun ia bisa berjalan secara ritmik, yang dokter katakan sebagai keajaiban. Di tahun yang sama, ia memutuskan untuk menjadi seorang pelari. Ia ikut lomba lari dan sampai garis finish paling akhir. Selama beberapa tahun berikutnya ia mengikuti setiap lomba lari dan ia selalu masuk garis finish paing akhir. Setiap orang menyuruhnya,tetapi ia terus berlari. Suatu hari ia akhirnya memenangkan sebuah lomba lari; menang dan menang lagi. Sejak itu ia memenangkan setiap lomba yang diikutinya. Akhirnya gadis kecil ini, Wilma Rudolph, memenangkan tiga medali emas olimpiade.

Seorang guru memarahi seorang murid laki-laki karena tidak memerhatikan pelajaran matematika dan tidak bisa menyelesaikan soal-soal yang mudah. Guru ini memberinya nasihat bahwa ia tidak akan bisa menjadi seseorang dalam kehidupan ini. Anak laki-laki itu adalah Albert Einstein.

Pada tahun 1972, seorang pemuda melanjutkan pendidikannya di Reed College, Portland-Oregon. Namun, dua tahun kemudian dia terpaksa harus dikeluarkan. Pemuda ini yang kita kenal sebagai sosok genius pendiri Apple, Steve Jobs yang menghembuskan napas terakhirnya kemarin, 5 Oktober 2011. Dan dunia kembali kehilangan salah satu inovator terbaiknya..

"Apel itu diumpamakan ilmu pengetahuan,
Gigitannya simbol kalau manusia tidak bisa memakan semua ilmu,
tapi hanya bisa sedikit saja"


Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10857284

Baca Selengkapnya...

Tidak Perawan Sama Dengan Murahan

Tidak Perawan Sama Dengan Murahan


Pentingnya keperawan itu bukan diliat dari selaput dara yang dah robek aja. Tetapi, lebih karena KENAPA hal tersebut terjadi...

Untuk yang dah ga perawan karena kecelakaan, tentu bagi gw ga masalah, ato misalnya pernah jadi korban perkosaan, ga masalah juga buat gw. Yang menjadi masalah adalah jika ga perawan lagi sebelum nikah karena melakukan ML atas dasar suka sama suka. Tentu saja bagi menurut gw si cewe murahan banget, dengan gampangnya ngelepasin keperawanan nya..

Asli murahan menurut gw cewe yg ngelepasin keperawanannya sebelum nikah. Kenapa murahan??

Nih penjelasannya :
1. Ketika si cew dah pernah ML ma pacarnya, apakah cuma sekali itu aja?? Tentu ngga' kan.. tentu berkali-kali. Disaat inilah ML akan menjadi sebuah kebutuhan. Nah, ketika si cewe dah putus dan pacaran lagi ma orang yang baru, gw yakin seyakin²nya mereka akan ML lagi..
Disaat ini si cewe sudah terbiasa ML. Di titik inilah si cewe lebih murahan bahkan di banding PSK sekalipun.. PSK pun punya harga yaitu rata² 300 ribu / jam..
nah, si cewe ini GRATIS.. tentu lebih mahalan si PSK donk..!!!

2. Ketika nanti dah nikah dan misalnya si suami bisa nerima kalo si cewe dah ga perawan lagi, tentu ga masalah.. Yang menjadi masalah adalah si cewe mulai membandingkan antara suaminya yg SAH skrg dgn mantan2 nya yg sudah pernah ML ma dia..apalagi misalnya sang suami ga bisa muasin si cewe. Disinilah titik rawan selingkuh dimulai..
Tentu si cew yg dah ga perawan sebelum nikah itu berusaha mencari kepuasan...
Menghubungi mantan²nya kah, ato ma orang² yg baru..
(nih berdasarkan apa yg gw ketahuin dan juga salah satu pengalaman gw ndiri yg kek gini)


Intinya, ga perawan itu bagi gw ga penting karena itu cuma selaput dara yang robek..
Tapi, yg masalah bagi gw adalah gimana hilangnya keperawannya tersebut. Jika hilang karena sesuatu hal yang diluar kehendak (kecelakaan/perkosaan/etc), ga masalah bagi gw.
Tuh cuma selaput dara doank kok..

Yang menjadi masalah jika hilang karena disengaja, tentu disebabkan oleh sikap moral yang ga baik alias MURAHAN yg gampangnya ML ma orang yg bukan suaminya.

OK kalian bisa berubah..
Tapi, apakah kalian bisa menjamin kalo nanti kalian menikah kalian tidak akan selingkuh lagi seandainya suami kalian tidak bisa memuaskan kalian? Apalagi jika kalian tiba² teringat ma mantan kalian yang gagahnya seperti Unta Arab yg bisa 3 sd 5 kali maen..
Sanggupkah kalian ga selingkuh??
Disaat sex sudah menjadi kebutuhan primer???
Jangan katakan kalian sanggup karena kalian belum menjalaninya.
Kalian masih terlalu muda untuk bisa berpikir..!!!
Coba liat sekeliling dan tanyakan sama mama/papa/om/tante kalian yg lebih mengerti masalah seperti ini. Ato minimal tanyakan saja sama temen kalian yg dah nikah > 10 tahun..

So sis... gw buat post gini bukan utk merendahkan kalian..
Gw buat ini biar kalian tahu bahwa kalian memiliki sesuatu yg bener² berharga..
Jangan kalian lepasin untuk cow² yang nota bene bukan suami Sah kalian..!!!


Sumber. kaskus.us & pengalaman

Baca Selengkapnya...

Tips Sukses Hidup Dunia Dan Akhirat

Tips Sukses Hidup Dunia Dan Akhirat


Saya bagikan kepada Agan, sebuah alternatif untuk meraih sukses atau mendapatkan kekayaan. Cara ini mungkin bukan satu – satunya, dan bisa jadi bukan yang terbaik. Tapi tidak ada salahnya cara ini Anda coba.

1. Menyadari dan Menghargai Ketiadaan
Ketahuilah, bahwa segala sesuatunya tercipta. Berasal dari tidak ada, menjadi ada, dan akan kembali ke tiada. Manusia lahir ke dunia dari tidak ada dan pasti akan kembali pada yang tiada. Manusia lahir dengan ketidakmampuan, lalu beradaptasi menjadi mampu, dan akan kembali menjadi tidak mampu.

Demikian halnya dengan keinginan atau tujuan. Awalnya sekedar gambaran mental, sesuatu yang tidak nampak secara kasat mata. Lalu berproses, termanifestasi sedikit demi sedikit hingga sampailah pada wujudnya yang sempurna. Setelah terwujud, ingatlah, keinginan itu pun akan kembali pada tiada.

Hargai ketiadaan, karena dari sanalah segala sesuatunya dimulai. Inilah titik awal dan sekaligus akhir dari suatu putaran.

Belajarlah dari para Nabi dan Rasul Allah. Mereka senantiasa menyadari dan menghargai ketiadaan itu. Nabi Muhammad S.A.W selalu menghargai orang miskin dan kaum fakir, karena sebenarnya menjadi kaya itu berawal dari tidak kaya. Memiliki sesuatu itu berawal dari tidak memiliki.

Demikian halnya dengan Nabi Sulaiman A.S, beliau adalah Nabi yang kaya raya, tetapi beliau malah selalu berkata ”kekayaan ini hanyalah milik Allah semata”.


2. Temukan Keinginan Anda yang Sebenarnya
Evaluasi terus keinginan Anda. Tanyakan pada diri sendiri, benarkah ini yang sangat saya inginkan?. Dan seberapa besar saya menginginkannya?. Teruslah bertanya hingga Anda menemukan keinginan – keinginan yang sesungguhnya.

Setelah mengetahui apa yang sebenarnya Anda inginkan, tangkap dan jadikanlah fokus. Anda boleh melakukan visualisasi untuk memperjelas fokus keinginan tersebut.


3. Lepaskan Keinginan Anda
Kini Anda telah memahami dan mendapatkan fokus dari apa yang Anda inginkan. Langkah berikutnya adalah melepaskannya. Pasrahkan keinginan tersebut hanya kepada-NYA.

Yang saya maksud dengan melepaskan adalah benar – benar melepaskannya. Tidak perlu Anda ingat – ingat lagi, dan tidak perlu Anda mempertanyakan bagaimana caranya saya akan mendapatkan keinginan tersebut. Lepaskan, pasrahkan saja. Biarkan keinginan itu keluar dari pikiran dan hati Anda, biarkan ia mengalir bersama putaran yang telah diciptakan-NYA.

Lalu bagaimana kalau tiba – tiba pikiran atau perasaan tentang keinginan itu hadir kembali?. Jangan khawatir, lepaskan lagi saja. Yang terpenting adalah Anda meyakini bahwa sesuatu yang Anda lepaskan itu pasti akan kembali lagi kepada Anda. Karena inilah hukumnya, dan begitulah pola gerakan semua ciptaan yang ada di alam semesta ini.

Allah-lah sang pencipta hukum ini, dan DIA telah berjanji bahwa apa yang Anda sampaikan kepada-NYA (do’a) pastilah akan dikembalikan lagi kepada Anda (kabul). Percayalah, Allah tidak akan mungkin mengingkari janji-NYA.


4. Bersiaplah Menerima
Sekali lagi Allah yang Maha Menggenggam semesta ini tidak akan mungkin mengingkari janji-NYA. Karena itulah do’a sudah pasti dikabulkan. Namun, ada kalanya manusia terlalu angkuh dengan dirinya sendiri, sehingga ia tidak mampu membaca pertanda terkabulnya do’a atau petunjuk yang diberikan oleh-NYA.

Contohnya begini. Ada seorang karyawan yang berdoa ingin menjadi pengusaha sukses. Lalu beberapa bulan setelah berdo’a ia di PHK oleh perusahaan. Si karyawan ini begitu geram dengan keputusan yang dinilainya sepihak, sehingga ia pun protes keras, mencari dukungan, dan malah semakin sibuk melancarkan demonstrasi kepada perusahaan menuntut haknya dikembalikan.

Lupa lah ia pada permintaan yang pernah disampaikannya dulu. Padahal, bila tidak disikapi dengan emosional, bisa jadi proses PHK itu menjadi jalan bagi dia untuk mulai berwirausaha. Inilah bentuk keangkuhan manusia yang menyebabkan ia tidak bisa membaca petunjuk dari Allah S.W.T.

Untuk itu sangat penting bagi Anda bersikap tenang, rendah hati, merasa tidak mengetahui apa – apa, dan menyatakan siap menerima semua petunjuk dari-NYA. Dalam tahap ini Anda bisa mengkondisikan diri dalam Knowing Nothing State atau Zero Mind.

Bila petunjuk itu sudah nampak, maka segeralah bergerak mengikutinya. Inilah cara ikhtiar atau berusaha yang lebih mudah.


5. Bersyukur
Apabila Anda menemukan keinginan (yg sebenarnya) mulai terwujud dalam bentuk sekecil apapun, segeralah bersyukur kepada-NYA.

Misalnya begini, Anda menginginkan bisa berbagi pada sesama. Tiba – tiba Anda melihat di rumah ternyata ada barang yang bisa diberikan pada orang lain, katakanlah baju. Segeralah berikan baju tersebut pada yang membutuhkan, lalu setelah memberi bersyukurlah. Berterima kasihlah kepada Allah yang telah memperkenankan Anda untuk berbagi sekecil apapun. Rasakan bahwa memberi itu amatlah indah dan nikmat.

Ingat, kemampuan Anda berbagi itu bukan suatu kebetulan, atau bukan semata – mata kemampuan Anda. Melainkan hal tersebut merupakan kehendak dari-NYA. Anda tinggal melaksanakan saja.

Atau, Anda menginginkan bisa menafkahi istri dan anak dengan layak. Lalu tiba – tiba ada yang memberi Anda uang 10 ribu rupiah. Nah segeralah syukuri rezeki yang tidak diduga itu, walaupun kecil jumlahnya. Setelah itu uang tersebut jangan dipakai sendiri, tetapi serahkanlah kepada istri. Karena niat Anda kan menafkahi istri dan anak secara layak. Saat selesai memberikan kepada istri, jangan lupa untuk bersyukur lagi. Berterima kasihlah atas nikmat memberi nafkah itu.

Allah telah berjanji bahwa bila seorang hamba mensyukuri nikmat yang diberikan-NYA, maka DIA akan menambah nikmat tersebut.

Lalu bagaimana kalau keinginan Anda itu banyak, dan Anda sendiri mulai lupa. Bagaimana Anda bisa menilai bahwa kejadian ini dan itu merupakan manifestasi perlahan – lahan dari keinginan – keinginan Anda?.

Nah, agar lebih mudah, maka bersyukurlah setiap saat. Bersyukurlah atas apapun yang setiap hari Anda terima. Bersyukurlah atas apapun yang setiap hari bisa Anda kerjakan.


6. Lepaskan Kepemilikan
Bila keinginan Anda sedikit demi sedikit terwujud. Maka lepaskanlah rasa memiliki terhadap apa yang Anda inginkan itu. Gunakan secukupnya oleh Anda, dan jangan lupa serahkan yang menjadi hak orang lain (bayarlah Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan lainnya).

Sebuah teori spiritual mengatakan bahwa manusia itu adalah energi. Dan antar energi sebenarnyan saling terhubung satu sama lain. Artinya, manifestasi keinginan Anda bisa jadi merupakan manifestasi dari keinginan orang lain. Ada hak orang lain yang Allah titipkan kepada Anda bersamaan dengan terwujudnya keinginan – keinginan Anda.

Selain itu hakikat dari melepaskan adalah mengembalikan keinginan Anda tersebut pada proses perputaran. Dimana apa yang Anda lepaskan itu akan selalu kembali pada diri Anda sendiri.


Demikianlah saya bagikan tips untuk meraih sukses dan menjadi kaya. Sekali lagi, mungkin ini bukan satu – satunya cara. Tetapi saya yakin inilah cara – cara yang bermanfaat, cara – cara yang mulia (dibandingkan korupsi, mencuri, memakan riba, dsb).

Silahkan coba dipraktekan gan, ane sangat terbuka untuk berdiskusi atau menerima kritik dan masukan dari agan semua. Kesalahan berasal dari kebodohan saya semata, dan kebenaran hanyalah milik Allah.
Wallahu A'lam...



Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9450750

Baca Selengkapnya...

Arsip Blog