Tampilkan postingan dengan label pertahanan nasional indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertahanan nasional indonesia. Tampilkan semua postingan

Orang Indonesia Lebih Pilih Wisata Luar Negeri Ketimbang Domestik

Taman-Wisata-Ujung-kulon.jpg


Menjelang liburan pergantian tahun, banyak biro perjalanan menawarkan paket wisata dengan harga kompetitif. Pilihan tujuan wisata pun beragam, mulai dari wisata domestik hingga wisata ke luar negeri.

Minat masyarakat pun cukup besar untuk mulai merencanakan perjalanan wisata. Hal tersebut tampak dari animo pengunjung yang memadati acara "Garuda Indonesia Travel Fair 2011", Sabtu (12/11/2011). 

Dalam pameran yang diselenggarakan dari 11 November hingga 13 November 2011 ini, paket wisata yang ditawarkan oleh biro perjalanan lebih banyak wisata internasional dibandingkan domestik.

Salah satunya adalah harga tiket pesawat terbang yang ditawarkan, yaitu rute dari Jakarta ke Singapura misalnya hanya 86 dollar AS untuk pulang pergi. Sementara tiket pesawat terbang rute dari Jakarta ke Bali masih dihargai sekitar Rp 438.000 untuk sekali jalan.

Stefani, staf biro perjalanan Bayu Buana, mengungkapkan, saat ini masyarakat Indonesia lebih suka melakukan wisata ke luar negeri dibandingkan di dalam negeri karena harga tiket relatif tak berbeda jauh. Apalagi, lanjutnya, pilihan destinasi wisata domestik yang ditawarkan dalam paket wisata masih berkutat di sekitar Jawa dan Bali.

"Sebenarnya saat ini beberapa tempat wisata domestik mulai di-highlight lagi, misalnya orang Indonesia yang ingin berwisata sudah mulai menanyakan paket wisata ke Raja Ampat dan Pulau Komodo," kata Stefani.

Namun, katanya, harga paket untuk wisata ke Raja Ampat dan Pulau Komodo masih terhitung cukup tinggi untuk ukuran domestik. Dengan demikian, masyarakat lebih memilih untuk pergi berwisata ke luar negeri karena harganya hampir sama.

Sebagai gambaran, biro perjalanan wisata menawarkan paket wisata Raja Ampat saat ini sekitar Rp 5 juta hingga Rp 9 juta. Harga tersebut tidak termasuk tiket pesawat ke Sorong yang bisa mencapai Rp 3 juta untuk pulang pergi. Sementara dengan harga yang sama, calon wisatawan sudah bisa menikmati paket lengkap wisata ke China selama 8 hari. (KOMPAS.COM)

Baca Selengkapnya...

HUT ke-66 RI, Dua Kampung di Jombang Enggan Pasang Bendera



Foto: Tamam Mubarrok
<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=aca95ca9&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=159&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aca95ca9' border='0' alt='' /></a>
Jombang - HUT ke-66 RI tahun ini ternyata tidak seramai seperti perayaan tahun lalu. Tahun ini, kehadiran peringatan kemerdekaan tidak disambut dengan memasang bendera. Bahkan, ada dua kampung di Kabupaten Jombang yang enggan memasang dengan alasan lupa.



Perayaan HUT RI seakan mati suri. Warga pun mulai malas memeriahkan hari kemerdekaan ini. Beberapa warga mengaku memeriahkan tidak penting, selain itu mereka juga tidak mendapat himbauan dari perangkat desa.



Dari pantauan detiksurabaya.com, suasana kampung di Kelurahan Kaliwungu, tepatnya di Gang Rutan Jalan Wahid Hasyim Jombang Kota. Kampung yang letaknya sangat dekat dengan kantor instansi pemerintahan ini tak terlihat memasang bendera.



Gang sepanjang 1 Km ini tak terlihat satupun bendera merah putih dipasang di depan rumah. Umbul-umbul yang biasa dijadikan hiasan di sepanjang jalan untuk menyambut perayaan 17 Agustus ini juga tak tampak dipasang.



Wagiman (52), adalah salah satu warga Kaliwungu yang tidak memasang bendera. Bapak tujuh anak ini mengaku sudah tak penting lagi memasang bendera saat perayaan 17 Agustus. Meski sudah 66 tahun bangsa ini berdiri, hingga saat ini Wagiman belum merasa merdeka.



"Mau merdeka gimana, wong sembako mahal. Biaya pendidikan, kesehatan mahal. Ngurus KTP saja nyangoni (membayar, red)," katanya saat bincang-bincang dengan detiksurabaya.com depan rumahnya, Selasa (16/8/2011).



Selain di Kelurahan Kaliwungu Jalan Wahid Hasyim, pemandangan sama juga terlihat di Desa Candi Kecamatan Jombang Kota. Di sini, dari mulai gapura kampung tak satupun gang dan sudut-sudut kampung terlihat memasang bendera dan umbul-umbul.



Seperti yang dialami oleh Suparti (43), warga Desa Candi dan keluarganyan, baru mengetahui jika besok sudah tanggal 17 Agustus. Tentu hal ini sangat memilukan bagi warga negara untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaannya.



"Saya kok lupa kalau besok itu 17 Agustus, suami saya juga belum membeli bendera. Dari perangakat desa tumben tidak ada imbauan," katanya sembari tertawa saat ditemui di rumahnya.



Pada perayaan HUT RI ke 66 kali ini, Suparti yang bekerja sebagai buruh pabrik ini berkeinginan agar acara ini tak dijadikan acara rutinan tiap tahun saja. Dia meminta pemerintah agar rakyat kecil diperhatikan semestinya.



"Kalau hanya peringatan sih tidak ada maknanya. Sebaiknya diimbangi dengan perhatian ke rakyat. Kalau rakyat susah kan belum merdeka, kenapa harus merayakan," pungkasnya.

Baca Selengkapnya...

SBY Mendadak Panggil Wapres & Sejumlah Menteri ke Istana

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (foto: detiknews)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba-tiba saja memanggil Wakil Presiden Boediono, dan sejumlah menteri ke Istana Negara. Belum dipastikan apa yang menjadi agenda dalam pertemuan malam ini.

Wapres datang sekitar pukul 20.00 WIB. Sejumlah menteri telah datang terlebih dulu antara lain Menkum HAM Patrialis Akbar, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menkokesra Agung Laksono, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Agus yang datang paling akhir, tampak terburu-buru memasuki ruang rapat.

Padahal sebelumnya, sejak sore sampai petang di Istana sudah digelar rapat Tim Penilai Akhir (TPA) dan baru selesai pukul 19.00 WIB. Tiba-tiba saja, langsung dilanjutkan dengan rapat ini.

Hingga pukul 20.15 WIB, rapat masih terus berlangsung.


Baca Selengkapnya...

Siapa Letkol Heru Atmodjo Dan Kenapa Makamnya Dibongkar?



Makam mantan Asisten Direktur Intelijen Angkatan Udara Republik Indonesia, Letkol (Pnb) Heru Atmodjo, dibongkar dan dipindahkan dari Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 27 Maret 2011. Makam Heru diduga dipindahkan karena semasa hidup Heru selalu dikaitkan dengan Gerakan 30 September yang dilakukan Partai Komunis Indonesia.
Sebagai salah satu petinggi di Dinas Intelijen AURI, Heru sering dianggap sebagai salah satu 'dalang' peristiwa G30S/PKI. Jabatan orang kedua di Dinas Intelijen AU mulai disandang Heru sejak 1 April 1965, menggantikan Komodor Dewanto, yang saat itu naik pangkat menjadi Panglima Angkatan Udara merangkap Direktur Intelijen AURI.

Seorang peneliti dari Universitas Leiden Belanda, Prof Dr Coen Holtzappel, bahkan pernah menuding Heru sebagai pemimpin G30S/PKI. Dalam artikel berjudul "A Political Movement of the Armed Forces or an Intelligence Operation?", Holtzappel menulis G30S/PKI sebagai operasi intelijen AU, yang dipimpin Letkol (Pnb) Heru Atmodjo. Heru juga dituduh "menyediakan senjata, truk, dan uang" dalam G30S/PKI.

Tuduhan ini kemudian dibantah Heru dalam buku berjudul "Gerakan 30 September, Kesaksian Letkol (Pnb) Heru Atmodjo". Dalam buku itu, Heru menceritakan perannya sehari sebelum peristiwa hingga empat hari setelah peristiwa. Heru membantah mengikuti rapat-rapat yang dilakukan PKI.

Dalam Mahkamah Militer Luar Biasa, Heru juga disebut ikut menandatangani dekrit pembentukan Dewan Revolusi. Tapi dalam bukunya, Heru menjelaskan tanda tangannya yang terdapat dalam Dewan Revolusi dipalsukan oleh orang lain.
Sedangkan sejarawan Asvi Warman Adam mengatakan keterlibatan Heru di G30S/PKI secara tidak sengaja. "Dia tahu dari Mayor Soejono (komandan Pasukan Pertahanan Pangkalan AU) tentang isu Dewan Jenderal. Lalu diperintah atasannya (Laksamana Oemar Dhani), untuk mengetahui dan terlibat persoalan, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Memang tugasnya," kata Asvi saat berbincang dengan VIVAnews, 26 April 2011.

Sedangkan menurut Julius Pour, dalam buku "Gerakan 30 September. Pelaku, Pahlawan, dan Petualang", Heru yang tidak pernah mengikuti pertemuan dan rapat persiapan, pada 1 Oktober 1965 pagi, langsung didepak serta didekritkan sebagai Wakil Komandan Gerakan 30 September sekaligus Wakil Komandan Dewan Revolusi.

Karena itu, Asvi Warman Adam pun menegaskan bahwa Heru tidak pernah terbukti terlibat sebagai wakil Komandan Dewan Revolusi dalam G30S/PKI. "Hukumannya yang sebelumnya oleh Mahmilub divonis seumur hidup, kemudian dikurangi menjadi 15 tahun, itu karena tidak terbukti," jelas Asvi.

Heru Atmodjo merupakan pemegang gelar Bintang Gerilya, berkat perjuangannya di masa kemerdekaan. Karena itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah no 35 tahun 2010, Heru berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata ketika meninggal pada 29 Januari 2011.

Tapi, kini makam Heru dipindahkan dari TMP Kalibata, dengan alasan yang tidak diketahui secara pasti. Kepala Dinas Penerangan Umum TNI Kolonel Minulyo Suprapto mengatakan ada kesalahan prosedur dan kriteria, sehingga Heru tidak bisa dimakamkan di TMP Kalibata.

Namun, Mabes TNI belum bisa memastikan alasan pemindahan Heru karena pernah dianggap terlibat G30S/PKI. "Apa ada keterlibatan Beliau dengan PKI, untuk itu bisa ditanyakan ke Angkatan Udara," kata Minulyo.

Baca Selengkapnya...

Mantan-mantan Presiden Indonesia yang tidak Dicatat Sejarah

syarifudin prawiranegara
Dalam sejarahnya, Negara Indonesia pernah mengalami pergantian sistem pemerintahan. Dari kesatuan berubah menjadi serikat dan berubah kembali menjadi kesatuan hingga kini.Demikian juga dengan pemimpinnya atau presidennya. Selama 63 tahun berdiri sebagai Negara, telah terjadi berkali-kali pergantian pemimpin di Indonesia. Mulai dari ir. Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono sekarang.

Sebagai penjabat presiden,umumnya orang Indonesia hanya mengenal Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekarno Putrie dan Susilo Bambang Yudhoyono. Padahal masih ada dua lagi presiden Indonesia dan jarang sekali disebut. Yakni Syafrudin Prawiranegara dan Mr. Asaat.

Dua orang ini pernah menjabat sementara ketika eranya Soekarno. Syafrudin Prawiranegara menjabat Presiden/ketua PDRI (Pemerintahan DaruratRepublik Indonesia) ketikaSoekarno dan M. Hatta ditawan Belanda dan ketika ibukota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Agar pemerintahan tetap eksis dan berjalan, akhirnya dibentuklah PDRI dengan Syafrudin Prawiranegara sebagai penjabat presiden.Syafrudin menjabat Presiden Indonesia Darurat sejak 19 Desember 1948

Mr. Syafruddin Prawiranegara, atau juga ditulis Sjafruddin Prawiranegara (lahir di Serang, Banten, 28 Februari 1911 – meninggal di Jakarta, 15 Februari 1989 pada umur 77 tahun) adalah pejuang pada masa kemerdekaan Republik Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948.

Mr.assaat
Siapa Mr. Assaat ?
Lahir di sebuah kampung bernama Kubang Putih Banuhampu, pada tanggal 18 September 1904. Memasuki sekolah agama "Adabiah" dan MULO Padang, selanjutnya ke STOVIA Jakarta. Karena jiwanya tidak terpanggil menjadi seorang dokter, ditinggalkannya STOVIA dan melanjutkan ke AMS (SMU sekarang). Dari AMS Assaat melajutkan studinya ke Rechts Hoge School (Sekolah Hakim Tinggi) juga di Jakarta.
Ketika menjadi studen RHS inilah, beliau memulai berkecimpung dalam gerakan kebangsaan, ialah gerakan pemuda dan politik. Masa saat itu Assaat giat dalam organisasi pemuda "Jong Sumatranen Bond". Karir politiknya makin menanjak lalu berhasil menduduki kursi anggota Pengurus Besar dari "Perhimpunan Pemuda Indonesia". Ketika Perhimpunan Pemuda Indonesia mempersatukan diri dalam "Indonesia Muda", ia terpilih mejadi Bendahara Komisaris Besar " Indonesia Muda".
Dalam kedudukannya menjadi studen (mahasiswa), Assaat memasuki pula gerakan politik "Partai Indonesia" disingkat Partindo. Dalam partai ini, Assaat bergabung dengan pemimpin Partindo seperti : Adnan Kapau Gani, Adam Malik, Amir Syarifuddin dan lain-lainnya.
Kegiatannya di bidang politik pergerakan kebangsaan, akhirnya tercium oleh profesornya dan pihak Belanda, sehingga dia tidak diluluskan walaupun setelah beberapa kali mengikuti ujian akhir. Tersinggung atas perlakuan demikian, gelora pemudanya makin bergejolak, dia putuskan meninggalkan Indonesia pergi ke negeri Belanda. Di Nederland dia memperoleh gelar "Meester in de rechten" (Sarjana Hukum).
Sekitar tahun 1946-1949, di Jalan Malioboro Yogyakarta sering terlihat seorang berbadan kurus semampai berpakaian sederhana sesuai dengan irama revolusi.
Terkadang ia berjalan kaki, kalau tidak bersepeda menelusuri Malioboro menuju ke kantor KNIP tempatnya bertugas. Orang ini tidak lain adalah Mr. Assaat, yang selalu menunjukkan sikap sederhana berwajah cerah dibalik kulitnya kehitam-hitaman. Walaupun usianya saat itu baru 40 tahun, terlihat rambutnya mulai memutih. Kepalanya tidak pernah lepas dari peci beludru hitam.
Mungkin generasi sekarang yang berumur 30 sampai 35 tahun, kurang atau sedikit sekali mengenal perjuangan Mr. Assaat sebagai salah seorang patriot demokrat yang tidak kecil andilnya bagi menegakkan serta mempertahankan Republik Indonesia.

Assaat adalah seorang yang setia memikul tanggung jawab, baik selama revolusi berlangsung hingga pada tahap akhir penyelesaian revolusi. Pada masa-masa kritis itu, Assaat tetap memperlihatkan dedikasi yang luar biasa.
Ia tetap berdiri pada posnya di KNIP, tanpa mengenal pamrih dan patah semangat. Sejak ia terpilih menjadi ketua KNIP, jabatan ini tidak pernah terlepas dari tangannya. Sampai kepadanya diserahkan tugas sebagai Acting (Pejabat) Presiden RI di kota perjuangan di Yogyakarta.

Sebagai ilustrasi dapat dikemukakan, Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan Badan Pekerjanya selama revolusi sedang berkobar telah dua kali mengadakah hijrah.
Pertama di Jakarta, dengan tempat bersidang di bekas Gedung Komidi di Pasat baru dan di gedung Palang Merah Indonesia di Kramat. Karena perjuangan bertambah hangat, demi kelanjutan Revolusi Indonesia, sekitar tahun 1945 dipindahkan ke Yogyakarta.
Kemudian pada tahun itu juga KNIP dan Badan Pekerja, pindah ke Purwokerto, Jawa Tengah. Ketika situasi Purwokerto dianggap "kurang aman" untuk kedua kalinya KNIP hijrah ke Yogyakarta. Pada saat inilah Mr. Assaat sebagai anggota sekretariatnya. Tidak lama berselang dia ditunjuk menjadi ketua KNIP beserta Badan Pekerjanya



Sumber: http://terselubung.blogspot.com/2011/04/mantan-mantan-presiden-indonesia-yang.html

Baca Selengkapnya...

Danau cantik dari Bencana

Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara tidak mampir sejenak ke Danau Toba, danau vulkanik yang merupakan danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Pesona eksotisnya berupa hamparan danau luas laksana lautan dengan pepohonan rindang dan perbukitan yang menawan. Danau ini berukuran 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter dan terletak 906 meter di atas permukaan laut, di tengah danau terdapat Pulau Samosir yang tak kalah menariknya menjadi objek kunjungan wisata.

Photo credits - Arie Basuki/Tempo

Dalam kunjungannya pada 1996, Pangeran Bernard dari Belanda bahkan menyatakan kekagumannya pada panorama indah danau ini. “Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba,” katanya antusias.

Ada tujuh kabupaten di sekeliling danau, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir yang memiliki panorama alam indah dan menjadi lokasi tujuan wisata. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73 ribu-75 ribu tahun lalu dan merupakan letusan super volcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama dua minggu.

Photo credits - Agung Chandra/TempoDebu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama satu minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan, pada beberapa spesies, juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Ketika menikmati keindahan danau ini, Anda mungkin tak membayangkan bahwa pesona yang terjadi berasal dari bencana dahsyat letusan gunung berapi yang mendatangkan ketakutan dan kengerian ketika itu.
Perjalanan darat ke Danau Toba, tepatnya ke Parapat, memakan waktu empat sampai lima jam dari Medan. Tersedia bus atau travel yang langsung menuju Parapat. Rutenya melewati Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, dan belok ke arah Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.

Apabila menggunakan kereta api, dari Medan pilih rute menuju Pematang Siantar. Dari sini perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Parapat. Waktu tempuhnya satu jam.

Photo credits - Agung Chandra/Tempo

Untuk tempat menginap dan tinggal lebih lama menikmati keindahan Danau Toba, tersedia banyak hotel dan penginapan. Di Parapat, sedikitnya ada 900 kamar hotel berbagai jenis, mulai dari bintang empat hingga homestay, di Tuktuk juga tak berbeda. Baik di Parapat maupun Tuktuk, wisatawan dapat langsung menikmati danau dari pinggirannya. Tarif hotel di Tuktuk dan Parapat bervariasi, sesuai tipikal turis yang datang. Mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 500 ribu per malam tergantung tipe hotel.

Sebuah perusahaan travel bahkan menawarkan menikmati keindahan Danau Toba dari udara, yakni menggunakan paralayang. Setiap wisatawan diberi kesempatan terbang menggunakan paralayang dari kawasan pegunungan Tongging, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Bagi para wisatawan yang ingin mencoba paralayang akan ditemani seorang instruktur berpengalaman, namun tentunya penentuan bisa terbang atau tidak tergantung pada kondisi cuaca dan angin.

Tidak hanya itu, menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam bisa Anda nikmati dari pesisir danau. Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut untuk menikmati senja di Danau Toba.

Sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/46-danau-cantik-dari-bencana

Baca Selengkapnya...

Benteng Pertahanan Termegah di Asia

Adalah sebuah hal yang cukup beralasan bila seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng Fort Rotterdam di Makassar sebagai "the best preserved Dutch fort in Asia", benteng Belanda yang paling terlestarikan di Asia. Saat berkunjung akhir tahun lalu, saya masih merasakan nuansa menawan benteng yang dibangun pada abad ke-17 ini. Peninggalan dari Kesultanan Gowa, benteng ini kokoh berdiri di pinggir pantai sebelah barat Makassar.



Walau pada beberapa sisi terlihat kusam dengan lumut yang menempel pada dinding tembok benteng, kemegahannya masih terasa. Saat berdiri di depan gerbangnya yang kokoh saya mendadak membayangkan kehebatan Kesultanan Gowa membangun benteng ini. Dari 17 benteng yang dibangun di sekeliling kota, Fort Rotterdam merupakan benteng yang masih tersisa hingga saat ini dan masih terpelihara keasliannya.

Dari segi arsitektural benteng ini menampilkan bangunan berbentuk mirip penyu hendak merangkak turun ke lautan. Karena bentuknya mirip penyu, kadang benteng ini juga dinamai Benteng Panyua (Penyu), representasi kejayaan Kesultanan Gowa yang senantiasa meraih kemenangan di darat maupun laut.



Benteng Rotterdam dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-X yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng. Bahan dasar pembangunan benteng ini berasal dari batu dan tanah liat yang dibakar hingga kering. Pada 9 Agustus1634, Sultan Gowa ke-XIV (I Mangerangi Daeng Manrabbia dengan gelar Sultan Alauddin) membuat dinding tembok dengan batu padas hitam yang didatangkan dari pegunungan Kartz daerah Maros. Pada tanggal 23 Juni 1635, dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang.

Sejarah mencatat, untuk memperkuat jalur perdagangan rempah-rempah serta memperluas kekuasaan, Belanda pernah menyerang benteng ini pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin antara 1655-1669. Dipimpin oleh Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman, pasukan Belanda menggempur Kesultanan Gowa selama setahun penuh.

Mereka dihadapkan pada perlawanan tangguh prajurit Sultan Gowa. Akibatnya, sebagian benteng hancur dan pasukan Sultan Hasanuddin menyerah. Akibat kekalahan tersebut Sultan Gowa dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667. Namanya kini diabadikan menjadi salah satu universitas negeri dan bandar udara internasional di Makassar.



Benteng yang sebagian hancur ini kemudian dibangun kembali oleh Gubernur Jendral Speelman dengan model arsitektur Belanda. Speelman menamakan benteng ini sama dengan nama tempat kelahirannya, Rotterdam. Bentuk benteng yang tadinya segi empat dengan empat bastion, ditambahkan satu bastion lagi di sisi barat. Kehadiran benteng ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan Belanda di wilayah timur Indonesia namun juga menjadi pusat koordinasi perdagangan rempah-rempah Nusantara.

Sebuah patung warna putih yang menggambarkan Sultan Hasanuddin mengendarai kuda menyambut kedatangan pengunjung di benteng ini. Patung yang gagah, tapi sayangnya ada tangan-tangan nakal yang mencorat-coret beberapa bagian patung. Memasuki kawasan benteng, kita bisa langsung menuju Museum Lagaligo yang berisi peninggalan sejarah dan artefak-artefak budaya masa lalu, khususnya kerajaan Gowa-Tallo serta daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan.



Di dalam kawasan benteng terdapat pula ruang tahanan Pangeran Diponegoro. Menurut sejarah, Pangeran Diponegoro yang memimpin perlawanan pada Belanda antara 1825-1830 itu akhirnya ditangkap setelah dijebak oleh siasat licik penjajah untuk melakukan perjanjian damai. Pada 1834, Pangeran Diponegoro dibawa ke Fort Rotterdam setelah sebelumnya dibuang ke Manado. Di dalam sel penjara berdinding kokoh melengkung itulah Pangeran Diponegoro ditahan.

Banyak kalangan mempercayai sang Pangeran akhirnya wafat di Makassar, namun ada juga yang menyebutkan, untuk menghindari konflik jenazah Pangeran Diponegoro dipindahkan Belanda dan dimakamkan pada sebuah tempat yang dirahasiakan.

Sangat mudah mencapai benteng Fort Rotterdam karena letaknya di tengah kota Makassar. Anda bisa menggunakan angkutan umum atau taksi untuk mencapai tempat ini. Tidak ada pungutan bayaran apapun untuk memasuki benteng bersejarah yang kini menjadi salah satu obyek wisata andalan Sulawesi Selatan.

Sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/51-benteng-pertahanan-termegah-di-asia

Baca Selengkapnya...

Danau Dua Rasa

Jauh di pedalaman Kalimantan Timur sana, terbentanglah Danau Labuan Cermin. Danau bening ini istimewa karena memiliki laut di dasarnya. Laut di dasar danau? Benar, danau ini memiliki aliran air asin yang hanya ada di bagian bawah danau.

Yahoo!/Famega Syavira

Labuan Cermin terletak di Kecamatan Biduk-biduk, Kalimantan Timur. Jika dilihat di peta, letaknya tepat di punggung hidung Kalimantan. Tempat ini bisa ditempuh dalam tiga jam perjalanan laut dari Derawan.

Bagian atas Danau Labuan Cermin berisi air tawar seperti danau pada umumnya. Namun beberapa meter di bawahnya terdapat aliran air asin. Anehnya, kedua jenis air ini tidak tercampur. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa air laut dan air tawar dipisahkan oleh lapisan serupa awan.

Belum ada yang melakukan penelitian di daerah ini sehingga terbentuknya fenomena ini masih menjadi misteri.

Lapisan keruh berwarna putih itu diduga hasil pembusukan organisme dasar labuhan yang terperangkap dan tak bisa pergi. Dua jenis air di danau ini juga menghadirkan organisme dari dua dunia. Ikan air tawar hidup di permukaan, sedangkan ikan air laut bisa ditemukan di dasar danau.


The Nature Conservancy/Rudyantoi

Saat saya kesana, kebetulan lapisan air tawar sedang tipis. Awak kapal menyelam dan sempat mencicipi air asin di kedalaman sekitar dua meter. Rupanya ketebalan lapisan air tawar dan air asin bisa berubah sesuai dengan pasang-surut air laut.

Danau mungil ini dikelilingi hutan dan ada tebing menjulang tinggi di salah satu sisinya. Sambil berenang kami disuguhi musik hutan — suara burung dan serangga. Tak mengherankan jika danau ini diberi nama Labuan Cermin: airnya jernih sekali sampai orang bisa bercermin di atasnya. Arus di beberapa tempat cukup kuat dan mudah menyeret orang yang tak bisa berenang.


The Nature Conservancy/Rudyanto

Untuk menuju tempat ini kami harus menumpang sampan nelayan dan melewati perjalanan selama 15 menit, menembus semak bakau dan hutan. Hutan itu masih dihuni aneka binatang liar seperti monyet, bekantan, berang-berang dan beruang madu.

Karena jaraknya cukup jauh dari kota, jarang atau hampir tidak ada turis yang berkunjung ke sini. Tempat ini hanya dikenal oleh orang-orang lokal dari sekitar daerah itu. Fasilitas dan prasarana pun masih seadanya. Tempat kami menginap adalah sebuah Pusat Informasi Nelayan (PIN) binaan The Nature Conservancy, lembaga pegiat pelestarian lingkungan yang mengundang saya mengunjungi tempat ini.

PIN berbentuk rumah panggung di tepi muara sebuah sungai, hanya beberapa ratus meter dari laut. Rumah itu punya semacam dermaga kecil tempat menambatkan perahu. Sungai di depan PIN berair payau. Kadar keasinannya tergantung pada pasang-surut air laut. Ketika laut surut, sungai berubah menjadi sangat jernih sehingga dasarnya dapat dilihat dengan jelas.


The Nature Conservancy/Rudyanto

Dari beranda kita bisa melihat ikan berseliweran. Ardi, anak nelayan yang suka bermain di PIN menjelaskan pada kami jenis-jenis ikan itu. Ada ikan yang banyak durinya, ada ikan yang menyengat dan ikan yang bertubuh pipih panjang. Tak hanya dikunjungi oleh para nelayan, PIN juga menjadi tempat berkumpul anak-anak nelayan yang hendak menonton film tentang kehidupan laut atau membaca koleksi perpustakaan.

Hari mulai gelap saat beberapa nelayan berangkat melaut. Adapun kami menghabiskan malam dengan minum kopi di beranda dan menatap air sungai dan bulan nyaris purnama. Suasana damai yang tak bisa ditemui di kota.


Sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/67-danau-dua-rasa


Baca Selengkapnya...

8 Pelajaran dari Transportasi Umum di Indonesia

Jika Anda ingin bepergian dengan bus di Indonesia, Anda harus belajar untuk menghindari cabang pohon dan meninabobokan kambing.

Menaiki bermacam-macam moda transportasi adalah cara terbaik mengenali suatu tempat, bahkan mungkin lebih intim dari yang Anda inginkan.

Dari kendaraan rusak sampai dipelototi, tempat duduk sempit, bau-bauan aneh yang memusingkan, sampai hewan ternak, kendaraan umum di Indonesia memberikan pelajaran tersendiri.


1. Tidak ada pemesanan tempat duduk


Di luar kota besar, konsep reservasi tempat duduk tidak ada artinya. Anda memang terjamin dapat tempat duduk, tapi tiket Anda tidak menjelaskan secara spesifik di bagian mana Anda akan duduk. Bisa jadi Anda terselip di antara kardus dan karung beras serta berbagai hewan ternak.

Kernet bus tetap akan memanjat ke atap untuk meminta tiket Anda meski Anda harus berpegangan saat bus mulai menanjak di jalan mendaki pegunungan.

2. Belajar untuk menunduk


Batang pohon akan sangat sangat menyakitkan saat mengenai kepala Anda dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Apalagi jika ada tujuh orang yang duduk di atap dan batang pohon itu berturutan memukul Anda seperti sebuah komedi slapstik.


3. Meninabobokan kambing


Keduakalinya seseorang menitipkan kambingnya di pangkuan saya saat saya duduk di atap, saya berusaha berkenalan dengannya. Tetapi si pemilik kambing malah jatuh tertidur.

Saya kemudian mempelajari hal baru: mengelus kepala si kambing sambil menyanyikan sebuah lagu Perancis akan membantu si kambing untuk tetap tenang.

4. Sikut adalah senjata terbaik


Cara terbaik untuk membuat orang asing yang duduk di sebelah Anda agar berhenti mengelus paha Anda di tengah malam adalah dengan menyikut tulang iganya. Lakukan dengan keras.

5. Standar ganda kebersihan


Sebagai turis, Anda tidak diperbolehkan menggunakan toilet di bus malam, meski hanya untuk buang air kecil. Bahkan si kernet akan sangat kaget, seolah tidak percaya, bahwa Anda berani meminta.

Tetapi, kernet yang sama tidak akan protes jika penduduk lokal membersihkan hidungnya di gorden bus.


6. Pendingin udara artinya siap beku


Dinginnya hembusan udara dari AC akan membuat Anda menggigil. Jika Anda menaiki bus berpendingin, maka Anda seolah-olah berada dalam kulkas.

Sopir atau kernet tidak peduli walau Anda dan banyak penumpang lain sampai hampir membeku. Mereka hanya akan tertawa, seolah-olah mengatakan, "Lho, kamu kan sudah membayar mahal untuk bus yang dingin, ya inilah dia bus mahal yang dingin."

7. Siap malu saat sesi karaoke


Jika Anda menyanyikan lagu Total Eclipse of the Heart, Don't Stop Believin’ atau Sweet Child o' Mine di Filipina, sambutannya akan sangat baik. Tapi tidak begitu di Indonesia.

Siap-siap saja ditendang dari tempat tidur saat Anda menyanyi, dan dipelototi penumpang lain.

Pada akhirnya, Anda akan 'diarahkan' ke dek luar, tempat Anda bisa bernyanyi sepuasnya.

8. Pengemudi perahu yang tertidur


Ternyata pengemudi perahu bisa tertidur dengan tenang di tengah malam.

Meski dengan begitu, perahu yang kami tumpangi terjebak di jaring ikan milik sebuah kampung kecil. Bangun jam 5 pagi karena adu mulut antara pengemudi perahu Anda dan seluruh penduduk kampung bisa membuat Anda merasa tidak yakin akan sisa perjalanan.

Sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/69-8-pelajaran-dari-transportasi-umum-di-indonesia

Baca Selengkapnya...

Menikmati Kopenhagen Melalui Sepeda

Udara malam yang dingin terasa menusuk ketika saya sampai di Kopenhagen dengan bis dari Gedser, sebuah kota di ujung selatan Denmark, seiring hujan yang mulai turun. Beberapa orang mungkin akan mengingat Little Mermaid ketika mendengar Kopenhagen. Tapi yang saya tahu malam itu, ibukota salah satu negara monarki tertua ini adalah kota yang tua, basah, dan dingin.

Berbekal peta dari Internet, saya mencoba mencari jalan menuju sebuah hostel bernama Sleeping in Heaven. Mendengar namanya, saya berharap bisa benar-benar tidur nyenyak di situ. Tapi sebelumnya, saya harus berjibaku dengan rute bis yang tak pernah saya dengar.

"Ambil bis no. 250S mengarah ke Budinge St., turun di Ã…boulevard (perhentian ketiga). Setelah itu, jalan 200 m ke Struenseegade 7. Telusuri Kapelvej dan belok kiri di gang setelah gedung no. 44."

Wow. Ini semua harus dilakukan dalam hujan yang semakin deras. Beberapa koin krona Denmark yang beragam bentuk itu saya pilih-pilih untuk naik bis. Sedikit bingung membedakan satu sama lain karena bentuknya hampir sama dan tulisannya agak sulit dibaca.

Jalan-jalan di kota di Eropa cukup "eksotis" bagi saya, yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke benua tersebut. Kopenhagen didominasi bangunan rendah dengan beragam gaya arsitektur, mulai dari gaya abad ke-16 sampai gaya kontemporer yang minimalistik dan industrialis. Yang jelas, saya tak merasa ada di ibukota atau distrik bisnis yang sibuk.



Kota ini relatif tenang untuk saya orang Indonesia. Di sini, suara klakson dan kemacetan tidak menghiasi kehidupan setiap hari. Hal ini mungkin berkat penggunaan sepeda sebagai sarana utama transportasi warganya. Di mana-mana sepeda berlalu-lalang.

Malam pertama saya datang, saya hampir tertabrak karena tidak tahu jalan yang saya lintasi ternyata jalur khusus sepeda. Pengamatan awam saya, masyarakat di sini tidak sekadar keranjingan bergaya dengan sepeda ala pemuda Jakarta dengan fixie atau profesional muda dengan sepeda atletnya.

Sepeda di Kopenhagen sangat kasual dan fungsional, murni untuk transportasi. Tiap sepeda dilengkapi rem (walau tidak selalu dengan pergantian gigi), lalu banyak yang berkeranjang dan hampir selalu memiliki tempat membonceng. Anak mudanya pun, walau lelaki, tak malu membawa sepeda dengan keranjang di depan.

Para ibu muda yang memiliki anak memodifikasi sepeda mereka jadi seperti becak kecil, dan menaruh anaknya di depan. Bahkan, ada yang keranjangnya bisa menampung dua anak sekaligus. Kompartemen kecil di depan atau belakang sepeda ini bisa juga dialihfungsikan untuk membawa belanjaan atau barang lain.

Pada musim semi sampai awal musim gugur, yakni April hingga September, tersedia fasilitas peminjaman sepeda gratis untuk siapa saja (dengan jaminan setoran 30 krona atau Rp 30 ribu). Fasilitas yang bernama "Bycyklen København" ini terbatas pada zona di pusat kota Kopenhagen yang terdiri dari Indre By (Copenhagen Center) dan Christianshavn, sebuah distrik tua eklektik dengan sejarah cukup panjang.



Kedua daerah itu memang sebaiknya dikunjungi. Di sana banyak hal menarik seperti museum (antara lain Statens Museums for Kunst, Danish Museum of Art & Design, National Museum, Thorvaldsen Museum), dan taman kota (antara lain Tivoli Garden, Orstedsparken, Botanisk Have, Kastellet).

Dengan sepeda, Anda bisa menelusuri kanal dan pesisir yang tenang dan menyejukkan. Sempatkanlah ke Kristiania di Christianshavn, "perkampungan" dalam kota yang eksentrik, milik kaum anti-kemapanan yang menolak kehadiran globalisasi dan kapitalisme.

Jika Anda peminat sejarah, jangan lupa kunjungi beberapa istana/kastil seperti istana Amalienborg dan Christiansborg. Suka belanja? Maka cobalah pedestrian street terpanjang di dunia, Strøget, yang di kedua belah sisinya banyak terdapat pertokoan.

Kalau Anda sekadar menyukai sensasi "tersasar" di dalam kota — yang ternyata sangat menyenangkan — maka bersepeda bisa jadi salah satu cara memenuhi itu.

Jika sudah selesai bersepeda, Anda tidak perlu repot kembali ke tempat awal. Cukup taruh sepeda di salah satu titik pengumpulan — yang jumlahnya lebih dari 100 titik dalam lingkungan Bycyklen København.

Para pengguna sepeda di Kopenhagen harus mematuhi beberapa peraturan: Jangan pernah melintasi trotoar atau lalu lintas pejalan kaki, jangan pernah melintasi zebra cross, jangan pernah bersepeda di taman kota, jangan bersepeda saat larut malam dan selalu melintas di jalur kanan (Denmark mengemudi di sebelah kanan jalan).

Bersepeda di Kopenhagen sangat menyenangkan dan aman. Udaranya relatif bersih, infrastrukturnya nyaman dan kontur tanahnya datar. Anda dapat melihat lebih banyak, menyerap beragam hal dan menyelami kehidupan para warga selayaknya Copenhagenites sejati.

Ingin, kan? Jadi, lupakan bepergian dengan bis wisata atau menyewa mobil. Gunakan sepeda jika Anda sempat ke Kopenhagen.

Sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/88-menikmati-kopenhagen-melalui-sepeda

Baca Selengkapnya...

Perjalanan Terbaik untuk 2011

Makanan di Chengdu semakin pedas, pegunungan Himalaya makin mudah diakses dan Irlandia makin hijau saja. Ikuti petualangan paling seru kami untuk tahun ini.

Tujuan perjalanan memang semakin mirip seperti mode busana — ada yang jadi tren tahun ini kemudian tidak populer lagi tahun depan — namun ada beberapa tujuan di peta yang menarik dikunjungi pada 2011.

Inilah tahun yang paling tepat buat Anda untuk menunggang unta, menikmati perjalanan bawah tanah di Palu yang memukau jiwa dan — tentu saja, Anda bisa — menaklukkan Pegunungan Himalaya.

Inilah perencanaan untuk perjalanan terbaik tahun ini.


Perjalanan petualangan terbaik: Pos pendakian Everest


Trekking pada ketinggian ekstrem di Nepal dulunya hanya tersedia bagi beberapa pemberani saja. Namun baru-baru ini, tipe perjalanan seperti ini menjadi semakin mudah dilakukan. Pada April 2011, pembawa acara teleivisi “Word Travels” dan penulis perjalanan Robin Esrock akan memimpin trek menuju pos pendakian Everest bersama dengan World Expeditions.

Perjalanan ini akan berawal dari Lembah Kathmandu dan berlanjut menuju pedesaan Sherpa sampai Biara Tengboche. Di sana, para pendaki akan terkesima dengan panorama puncak-puncak Himalaya: Tawache, Everest, Nuptse, Lhotse, dan Ama Dablam.

Para pendaki akan melewati bagian Gletser Khumbu yang menantang, diikuti tanjakan ke Kala Pattar (5550 meter), sebelum berhenti di pos pendakian Everest (Everest Base Camp).

"Di Nepal, aklimatisasi sangatlah penting, sama halnya dengan berolahraga beberapa bulan sebelum pendakian untuk memastikan agar badan ini tahan dengan perjalanan ini," Esrock mengingatkan.

Ekspedisi perjalanan ke pos pendakian Everest akan berlangsung sampai 24 April, 2011 dan berawal dari Kathmandu.

Harga $2768 per orang, termasuk makanan, paket trek, porter dan akomodasi.

Perjalanan terbaik buat penyuka makan: Chengdu, Sichuan


Pada Agustus 2010, Ibu Kota Sichuan, Chengdu, sudah ditetapkan sebagai Kota Gastronomi UNESCO.

Pada bulan yang sama, di Twitter, pembawa acara TV asal Amerika Andrew Zimmern tidak bisa menahan kegembiraannya akan tempat makan yang sedang berkembang. Dia mengupload foto pangsit rebusan yang bisa salah dikira orang sebagai ubur-ubur raksasa. Pasar daging di Chengdu juga penuh dengan berbagai jenis daging babi kering, termasuk kulit muka babi.

Bagi mereka yang lebih konservatif, perhentian pertama yang lebih mudah dalam safari makanan di Chengdu adalah restoran hotpot Chuan Chuan Xiang yang sangat ramai. Di sini, sayur dan daging akan dimasak bersama. (Chuan Chuan Xiang, Double Bridge Road 45, Chengdu, tel: +028 8433 6879)

Salah satu tempat favorit Chengdu lainnya adalah mi buatan tangan Nenek Jin (Xiaojiahe Street, Chengdu, tel: +028 8518 6457), di sini adonan mi akan ditarik seperti seprai lebar dan kenyal. Pesanan yang paling populer adalah mi dengan daging sapi rebus kuah merah pedas.

Terletak dekat Kuil Wen Shu, hotel BuddhaZen yang kecil dan intim ini mendapat rating tinggi di TripAdvisor dan berbagai forum web lainnya. Ruangannya yang luas bertarif $64-$76 (BuddhaZen hotel, Wenshufang Street B6-6, Distrik Qingyang, Chengdu, tel: +86 28 8692 9898)


Perjalanan darat terbaik: Irlandia searah jarum jam


Jalan raya yang tak berujung di Amerika Utara atau Australia memang mengundang, tapi pada tahun 2011, Kepulauan Emerald tampak lebih mistis (dan murah) untuk perjalanan darat yang panjang.

Herbie Brennan yang asli Irlandia adalah penulis lebih dari 100 buku-buku laris, yang kebanyakan bertema eksplorasi mistis.

Untuk perjalanan pendek, Brennan merekomendasikan berkendara sejauh 32 kilometer barat laut dari Dublin ke Newgrange.

"Mungkin ini adalah situs megalitikum paling spektakuler di dunia, mengalahkan Stonehenge di Inggris," kata dia.

Yang lebih memuaskan adalah perjalanan sepuluh hari sepanjang 1320 kilometer dari Irlandia, searah jarum jam, berawal dari Dublin.

Perhentian pertama adalah Kilkenny, sebuah desa abad pertengahan yang masih terpelihara, diikuti dengan Blarney Stone.

Rute ini juga termasuk benteng tua berusia 4000 tahun, Tebing Moher yang megah dan Connemara yang masih "liar", lalu berputar ke Belfast. Di sepanjang jalan, Anda bisa melihat padang rumput dan ilalang, kota-kota kecil yang cantik, musik Irlandia, bar-bar pedesaan yang menawan, serta warna hijau.

Para turis bisa menyewa kendaraan dari Argus Car Rentals di Dublin dengan harga mulai dari $10 per hari (lihat kan apa yang kami maksud dengan murah?). Go Ireland juga mendaftar tarif-tarif khusus untuk hotel-hotel di seluruh negara.

Bagaimana memaksimalkan perjalanan ini?

"Kunjungi pub-pub di desa dan berbincanglah dengan penduduk lokal," kata Brennan. "Atau, dengarkan saja. Dengan orang-orang Irlandia, Anda akan sulit menyela pembicaraan mereka."

Atau Irlandia jauh dari jangkauan? Asia juga penuh dengan jalan-jalan raya buat Anda yang ingin menikmati perjalanan darat nan panjang. Lihat di sini.

Sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/82-perjalanan-terbaik-untuk-2011

Baca Selengkapnya...

Kopi Joss: Kopi Arang di Yogyakarta

Inilah kisah seorang pria di Yogyakarta yang memperbarui cara minum kopi dengan mencemplungkan arang panas ke dalamnya.




Hari Minggu pukul 23.00, sepanjang jalan di sebelah utara Stasiun Tugu Yogyakarta dipenuhi para pemuda yang ngemil sate dan menenggak gelas berisi kopi kental dan berasap. Perbincangan tengah malam sambil ngopi sebenarnya bukanlah hal yang asing di Indonesia, namun daerah ini khas karena menyajikan kopi campur arang yang bisa membantu menenangkan perut yang "gelisah".

Pak Man

Seorang pria tua yang akrab dipanggil Pak Man telah membuat kopi joss sejak tahun 1960-an. Seperti kebanyakan racikan kopi dari daerah ini, ia mencampur bubuk kopi dengan empat sendok gula. Kemudian ia menuang air panas dari ketel besi dan diikuti dengan memasukkan bahan utama: arang yang masih menyala dari api kompor.

Arang membantu menetralisasi asam lambung dan sudah lama menjadi obat bagi masalah gas dan kembung. Kini demi kepraktisan, tablet arang memang dijual di apotek, tetapi 50 tahun lalu kopi tampaknya adalah cara yang lebih menyenangkan untuk mencerna obat yang mengatasi masalah perut dan usus.

Meski beberapa peramu kopi arang bilang minuman ini membangkitkan stamina, kopi arang mendapatkan popularitas lebih karena keunikannya. Sebagai minuman pilihan, orang sering memilih teh atau tape, fermentasi dari singkong. Dan dari pukul 17.00 sampai dini hari, orang duduk lesehan di depan warung sambil ngobrol — aktivitas favorit di kota yang terkenal sebagai kota pelajar ini.

Tipe kerumunan yang datang tergantung jam kedatangan. Kadang pegawai kantoran mampir sepulang kerja untuk mengudap tempe goreng, lumpia dan “nasi kucing” (nasi bungkus dengan porsi kecil). Sementara itu, pasangan kekasih biasanya datang lebih malam untuk berkencan. Banyak juga yang nongkrong untuk bermain musik.

Suasana yang hidup itulah yang menarik pelanggan datang kembali. Meski kini tempat itu mulai makin populer di kalangan turis dan para blogger perjalanan, suasananya tetap ramah dan intim seperti kebanyakan tempat nongkrong di Yogyakarta.

Kini meski usianya sudah menginjak 80 tahun, Pak Man kadang-kadang tetap muncul di warung kopinya untuk merebus air di ketel dan mengajak ngobrol pelanggan. Jika dia tidak ada, beberapa pria muda bertugas sebagai pelayan dan Pak Alex akan menggantikan Pak Man meracik kopi. Warung kopi itu sendiri terbuat dari kumpulan tenda dan potongan kayu yang disusun menjadi bangku panjang. Kompor di warung itu terletak di dapur temporer yang tersambung ke tiang bambu. Sesudah warung tutup, Pak Alex akan membawa pulang tiang itu.

Kopi arang imitasi

Beberapa tahun setelah Pak Man pertama kali menciptakan kopi joss, ada tiga warung lain yang muncul di sepanjang jalan yang sama. Sudut jalan itu pun kemudian makin ramai oleh pengamen, pengemis, dan tukang becak yang bergiliran muncul.

Ketika kopi joss saya sudah habis, Pak Alex bertanya pendapat saya tentang kopi itu. Saya bilang, rasanya manis, seperti kebanyakan makanan dan minuman di Jawa Tengah. Dan dari bawah kumisnya yang tidak ia tata, ia tersenyum lebar. Kopi joss sesuai buat mereka yang mencari sedikit kesenangan, sedikit tantangan, dan dinamika. Yang semuanya ada di Yogyakarta.



Kopi Joss Lek Man
Jl. Wongso Dirjan (sisi utara Stasiun Tugu Yogyakarta)
Buka: mulai pukul 16.00 setiap hari



Sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/70-kopi-joss-kopi-arang-di-yogyakarta


Baca Selengkapnya...

Rotorua yang Menakjubkan

Selandia Baru adalah negara termuda di muka bumi – dataran terakhir yang ditemukan. Suku Maori adalah orang pertama yang pindah ke Selandia Baru pada seribu tahun lalu. Sejak itu, orang-orang berdatangan dari seluruh dunia untuk menetap di sini.

Selandia Baru punya sejarah yang kaya dan menakjubkan, yang mencerminkan baik warisan Maori dan Eropa.


Salah satu patung totem khas Maori. Kredit foto: ThinkStock

Rotorua yang terletak di North Island adalah magnet bagi para wisatawan, yang datang untuk melihat fenomena vulkanik dan mempelajari kebudayaan suku Maori di Selandia Baru. Rotorua akan memikat Anda dengan keajaiban panas bumi dan pengalaman mengenai budaya yang unik – dari geyser dan kolam lumpur panas hingga tempat tinggal marae, pesta hangi, sebuah desa pra-Eropa asli Maori. Rotorua memiliki petualangan budaya yang telah dikembangkan dengan baik, dari terjun payung ke zorbing.

Tenggelam Dalam Sejarah dan Budaya


Lebih dari sepertiga penduduk Rotorua adalah orang Maori, sehingga daerah itu adalah tempat terbaik untuk menceburkan diri dalam budaya asli Selandia Baru. Rotorua memiliki sejarah yang luar biasa, yang akan dengan senang hati dibagi penduduk lokal Maori sehingga memperkaya pengalaman Anda. Kisah-kisah mereka sangat menawan.

Kembalilah ke masa Tamaki Maori Village. Di kedalaman hutan, Anda akan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai bagaimana gaya hidup dan tradisi Maori, dari masa pra-Eropa hingga saat ini. Lihat dan pelajarilah seni tradisional Maori yang terpelihara di New Zealand Maori Arts and Crafts Institute. Anda bisa bicara dengan ahli pahat dan tenun serta belajar sejarah dan proses yang terlibat dalam setiap bentuk seni.


Motif kesenian khas Maori. Kredit foto: ThinkStock

Jangan lupa mandi di spa panas yang jernih di Baths Blue, yang menampilkan bangunan masa lalu yang penuh warna. Lalu, nikmati hidangan di lantai atas dan nikmati pemandangan dari Government Gardens yang cantik.

Kunjungi pula situs penggalian di Te Wairoa, sebuah desa yang terkubur oleh letusan Gunung Tarawera pada 1886. Nikmatilah makanan hangi dan sebuah konser Maori di Mokoia Island atau di salah satu hotel di kota itu.

Keindahan Alam


Danau Rotorua, meski terlihat indah dan damai, memiliki sejarah yang kejam. Gunung berapi besar di kawasan itu meletus sekitar 200 ribu tahun yang lalu, menciptakan kaldera bergaris tengah 16 km. Kaldera itu kemudian terisi air dan menjadi danau terbesar kedua di North Island. Rotorua dan 15 danau lainnya di daerah itu terhubung dengan kaldera Rotorua dan Gunung Tarawera.


Kawah Gunung Tarawera. Kredit foto: ThinkStock

Menurut legenda, orang Eropa menemukan geyser dan kolam lumpur Rotorua pada tahun 1880-an, yang sekarang menjadi pemikat terbesar kota itu. Air mancur panas Pohutu yang terkenal, serta geyser lain yang berada di tempat lain di kawasan itu, adalah atraksi yang harus dilihat. Mata air panas Pohutu, di Whakarewarewa Thermal Valley, meletus beberapa kali sehari, menyemburkan air panas hingga 30 m ke udara.

Yang tak boleh dilewatkan juga adalah terapi spa musim semi, serta berendam di kolam termal. Anda bisa pula mandi lumpur, yang akan membuat kulit Anda terasa sehalus sutra.

Rotorua adalah salah satu spa kesehatan terbaik di New Zealand. Hell's Gate merupakan air terjun air panas satu-satunya di Belahan Bumi Selatan. Nikmatilah pengalaman berendam sekeluarga di Spa Polynesian.


Kolam lumpur di Rotorua. Kredit foto: ThinkStock

Ketegangan Maksimal


Rotorua menjanjikan kepuasan bagi para pecandu adrenalin — bahkan yang tingkatnya parah sekali pun. Banyak petualangan yang akan memacu sensasi dan adrenalin Anda, dengan pemandangan terbaik khas Selandia Baru.

Atasi ketakutan Anda dan rasakan terjun payung tandem dari ketinggian 4500 meter. Meloncat dari atas pesawat adalah pengalaman sekali dalam seumur hidup yang harus Anda coba. Meluncur jatuh dari 4500 meter memberikan Anda kesempatan memandang danau dan hutan di Rotorua yang tak tertandingi.

Anda bisa pula meluncur di atas scree – lereng curam yang penuh kerikil – di Gunung Tarawera atau Gunung Ngongotaha, dan dengarkan jeritan peluncur lain di udara.

Anda berada di tempat sempurna untuk arung jeram di Selandia Baru. Ini adalah kegiatan yang populer sepanjang tahun. Anda bisa menantang arus di Sungai Kaituna (tingkat lima), Wairoa (tingkat lima) dan Rangitaiki (tingkat empat). Di Sungai Kaituna Anda akan menghadapi air terjun Tutea setinggi 7 m – air terjun tertinggi yang secara komersial diarungi.

Hiburan Keluarga


Rotorua adalah tempat liburan petualangan keluarga yang menyenangkan. Selalu ada kegiatan untuk semua orang, berapa pun umur mereka. Misalnya berkendara dengan mobil feri dan mencukur domba, hingga berputar-putar dengan perahu jet.

Kunjungi Hobbiton Movie Set & Farm Tour, yang dibuat berdasarkan lokasi asli Hobbiton dalam trilogy "The Lord of the Rings". Anda akan dipandu menjelajahi situs seluas 4 hektare dan diceritakan rincian menarik seputar pembuatan film itu.


Kredit foto: ThinkStock

Kegiatan di pertanian tak kalah menyenangkan, misalnya mencukur dan memberi makan domba, atau memerah susu sapi. Ada pula demonstrasi menggiring domba serta lelang domba. Saat mengunjungi kebun buah kiwi organik, Anda bisa berhenti untuk mencicipi anggur buah kiwi dan madu.

Ingin melihat singa, ikan, belut raksasa, unggas air, rusa dan lainnya? Paradise Valley Springs tempatnya.

Untuk beberapa sensasi turunan, zorbing merupakan petualangan gila lainnya yang ditemukan oleh para Kiwi. "Zorbonauts" berputar ke bawah lereng bukit yang curam di dalam sebuah bola karet besar yang berisi udara.

Naiklah ke atas perahu jet untuk menyusuri sungai Waikato melalui ngarai Tutukau yang spektakuler. Temukan flora dan fauna asli dan salah satu atraksi paling populer di Selandia Baru yaitu panas bumi dalam safari Riverjet termal.


Kerajinan suku Maori. Kredit foto: ThinkStock

Untuk pengalaman bersantap yang tak terlupakan, ikuti petualangan Indigenous Food Trail. Ini merupakan jejak makanan di hutan yang bertujuan untuk mendidik para tamu mengenai masakan asli Maori dan tumbuh-tumbuhan asli dan tanaman yang digunakan, dan dipimpin oleh seorang ahli setempat Charles Royal. Charles, menciptakan tur ini khusus untuk Treetops Lodge and Wilderness Estate, yang telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun mengenai makanan Maori.

Selandia Baru memiliki empat musim: musim gugur (Maret sampai Mei), musim dingin (Juni sampai Agustus) dan musim semi (September-November), Musim panas (Desember-Februari).

Sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/93-rotorua-yang-menakjubkan

Baca Selengkapnya...

Pesona Warna Kawah Kelimutu

Inilah sebuah gunung yang menyimpan misteri sekaligus pesonanya. Gunung Kelimutu terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan puncak berketinggian 1.690 m dari atas permukaan laut, gunung itu memiliki keunikan karena ada tiga buah danau kawah berbeda warna.

Photo credits - Arif Fadillah

Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Tak kurang sudah 12 kali perubahan warna terjadi dalam waktu 25 tahun terakhir ini. Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian Barat. Perubahan warna ini diduga akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar danau.

Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Photo credits - Arif FadillahDanau atau Tiwu Kelimutu dibagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa orang-orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda, tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu. Bagi penggemar hiking dan menyukai keindahan alam di desa pegunungan tropis, berwisata ke tempat ini merupakan pilihan terbaik. Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.

Untuk mencapai Gunung Kelimutu yang pernah meletus di tahun 1886 ini, butuh “perjuangan” tersendiri. Dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur, butuh waktu sekitar 3 jam dengan mobil sewaan dengan kondisi jalan yang tidak terlalu bagus, berkelak-kelok, melintasi jurang dan tebing. Kita akan menemui kampung terdekat dengan kawah gunung Kelimutu yang bernama Kampung Moni.

Kampung ini terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende yang berjarak 13 kilometer dari Danau Kelimutu. Dari Moni hanya dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai bibir Danau Kelimutu.

Selain dari Maumere, Kelimutu juga dapat dicapai dari Ende menggunakan bus antarkota ataupun kendaraan sewaan, dengan harga dan waktu perjalanan yang relatif tidak jauh berbeda. Dari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, pengunjung dapat menggunakan pesawat menuju kota Ende, di Pulau Flores, dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. Kelimutu terletak sekitar 66 kilometer dari Kota Ende dan 83 kilometer dari Kota Maumere.

Photo credits - Arif Fadillah

Di Kampung Moni banyak dijajakan kain tenun Lio yang menjadi salah satu produk khas lokal disana dan dijual oleh penduduk setempat kepada para wisatawan. Di Kampung Moni pula terdapat penginapan yang bisa dipakai oleh wisatawan untuk menginap atau beristirahat.

Terdapat sekitar 20 homestay yang dikelola penduduk dengan tarif Rp 25.000- Rp 50.000 per malam sedangkan cottage milik pemerintah bertarif Rp 75.000-Rp 85.000. per malam. Edelweis, Pinus dan Cemara adalah sejumlah tumbuhan yang dapat kita temui saat memasuki kawasan Kelimutu.

Nah, selamat menikmati kawasan kawah danau 3 warna gunung Kelimutu yang eksotis itu!

Sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/16-pesona-warna-kawah-kelimutu

Baca Selengkapnya...

Doa Pagi di Bali

Matahari masih jauh dari terbit di surga Tanah Dewata, Bali, Indonesia. Saat fajar menyingsing, para wanita Bali dengan patuhnya melakukan ritual pagi yang telah menjadi tradisi sejak berabad-abad lalu. Bagi orang luar, rutinitas sederhana itu adalah
persembahan dan mempersiapkan makanan di pagi hari, tapi dalam tradisi Bali, persembahan "ngejot" adalah sesuatu yang lebih daripada itu.

Ritual pagi tersebut dimulai dengan wanita Bali yang telah bangun sebelum fajar untuk mempersiapkan ngejot. Makan sebelum ritual
dilakukan dianggap sangat tidak span, sehingga orang-orang akan berpuasa sampai ritual itu selesai. Persiapannya diawali dari saat makan pagi disiapkan, dengan merebus air dan memasak nasi.

Orang Bali percaya bahwa "ngejot" akan menjaga hubungan tetap harmonis antara dunia manusia dan dunia para Dewa, dan ritual ini akan Anda saksikan setiap pagi di rumah penduduk Bali. "Ngejot" dipersiapkan di dapur, tempat suci menurut tradisi Bali, termasuk juga berbagai peralatan yang digunakan untuk menyiapkan ritual persembahan.

Setelah nasi dimasak, waktunya untuk mengolah "nasi jotan" yang akan digunakan sebagai persembahan doa. Menggunakan kelapa dan daun pisang yang dipotong menjadi kotak-kotak kecil, nasi diletakkan di atas nampan bambu suci tradisional yang disebut "kumarang". Hiasan tambahan diletakkan di atas nasi itu, sebagai persembahan untuk menenangkan para dewa.

Seorang wanita Bali kemudian akan mempersiapkan dirinya untuk ritual -- dia harus mengenakan kemben, sarung tradisional Bali, yang dipakai dengan santeng dan dikaitkan di sekitar pinggang pada awal upacara. Sesajen doa diletakkan di berbagai tempat di dapur dan lokasi sekitar rumah sebagai persembahan untuk Dewa, suatu cara untuk berterimakasih telah menjaga hubungan yang harmonis.

Upacara itu memberikan kita wawasan tentang budaya lokal Bali, sebuah tempat yang berlimpah dengan mistisisme religi, dan kekuatan magis bisa terwujud. Penduduk Bali percaya bahwa "ngejot" dapat membuat dapur menjadi sebuah tempat berlindung, dan membantu mengusir energi negatif atau serangan dari dunia roh jahat.


Sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/5-doa-pagi-di-bali


Baca Selengkapnya...

PKS Injak Merah Putih

ardinbali.org

JAKARTA – Kasus penginjakan kain berwarna merah putih dalam acara milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Tasikmalaya, terus menuai kecaman. PKS pun diminta bertanggungjawab.

“Merah putih itu simbol negara. Kalau kata Haji Oma Irama ini sungguh terlalu,” kata Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul, Senin (25/4/2011).

Karena itu, Ruhut meminta agar PKS bertanggungjawab atas kejadian ini. PKS pun diminta untuk tidak berkelit dan mencari pembenaran dengan beragam alasan.

“Proses hukum harus tetap dilakukan, PKS jangan sampai cuci tangan dalam kasus ini. Ini dapat dikategorikan tindakan makar,” tandas mantan pengacara ini.

Perayaan HUT Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Tasikmalaya, berujung insiden memalukan. Pengisi acara diamankan kepolisian setempat karena menginjak-injak kain berwarna merah dan putih berukuran 2×6 meter, saat aksi teatrikal.

Berikut penjelasan Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq yang diterima okezone, Minggu (24/4/2011) malam, terkait insiden Milad PKS di Tasikmalaya.

“Penampilan teatrikal tarian nusantara oleh sejumlah pelajar SMA Tasikmalaya adalah sumbangan spontan untuk meriahkan Milad PKS ke-13. Karena spontan, maka tarian dilakukan di luar GOR,” tulisnya.

Namun tak disangka, diujung tarian ada kain seperti bendera merah putih terinjak oleh peserta tari. Hal itu pun mengejutkan panitia. Lalu atas inisiatif panitia, Ketua Panitia Tono yang juga Ketua DPD PKS Kota Tasikmalaya bersama penaggungjawab tarian, memberikan keterangan di Polres setempat.


Baca Selengkapnya...

Bajak Laut Somalia Janji Bebaskan ABK RI

Headline


Bajak laut Somalia berjanji, Senin (18/4), akan membebaskan seluruh tawanan Indonesia setelah menerima uang tebusan sebesar US$3 juta dolar.

Dalam wawancara dengan sebuah televisi nasional, salah satu pembajak yang bernama Muhammad Sala menyatakan bahwa pihaknya menjamin keselamatan sandera. “Permintaan kami adalah tiga juga dolar AS,” ujar Sala, kepada Metro TV.

Kapal Sinar Kudus yang dioperasikan PT Samudera Indonesia dan 20 krunya ditahan oleh bajak laut Somalia sejak pertengahan Maret lalu. Awalnya, bajak laut meminta tebusan US$2,6 juta dan kemudian menaikkannya hingga US$3,5 juta.

Pemerintah telah melakukan dialog via pemilik kapal dan meluncurkan misi penyelamatan. Namun, upaya penyelamatan itu dikabarkan membuat bajak laut semakin berang. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan komunikasi dengan bajak laut dilakukan oleh pemilik kapal.

Saat ini, berdasarkan data yang disebutkan Presiden SBY, terdapat 27 kapal dari 16 negara yang sedang dimintai tebusan oleh bajak laut Somalia. Per Maret 2010-April 2011, terdapat 41 kapal yang diteror seperti ini oleh bajak laut yang sama.

Baca Selengkapnya...

Muslimah HTI Tolak Pelarangan Cadar

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta, Senin (18/4). Mereka memprotes pelarangan cadar yang dilakukan pemerintah Prancis.

Muslimah HTI Tolak Pelarangan Cadar

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar unjuk rasa menentang pelarangan cadar di Prancis. Adi Lazuardi/detikcom.

Muslimah HTI Tolak Pelarangan Cadar

Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk dan berbagai poster di antaranya bertuliskan "pelarangan burqa bukti kekalahan sekularisme-demokrasi" Adi Lazuardi/detikcom.

Muslimah HTI Tolak Pelarangan Cadar

Mereka juga mengibarkan bendera HTI. Adi Lazuardi/detikcom.

Muslimah HTI Tolak Pelarangan Cadar

Aksi ini berlangsung tertib. Adi Lazuardi/detikcom.










sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/04/18/170653/1620040/157/1/muslimah-hti-tolak-pelarangan-cadar

Baca Selengkapnya...

Tornado Terjang AS


Badai Tornado menerjang 14 negara bagian Amerika Serikat. Sedikitnya 45 orang tewas akibat badai tornado yang melanda Amerika Serikat tersebut.


Tornado Terjang AS



Sebuah toko di Sanford, North Carolina, ambruk. Reuters/Chris Keane.


Tornado Terjang AS



Badai tornado juga mengakibatkan tiang listrik di Kota Raleigh, North Carolina, tumbang. Reuters/Chris Keane.


Tornado Terjang AS



Tornado yang menerjang 14 negara bagian AS selama 3 hari ini merupakan tornado terburuk di AS dalam beberapa dekade ini. Reuters/Chris Keane.


Tornado Terjang AS



Sebuah pohon tumbang menimpa rumah di Raleigh, North Carolina. Reuters/Chris Keane.















sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/04/18/103709/1619488/157/1/tornado-terjang-as

Baca Selengkapnya...

Arsip Blog