Tampilkan postingan dengan label sepak bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola. Tampilkan semua postingan

Jika Messi dan CR7 Bertukar Tim, Apa yang Terjadi?



Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi kini menjadi ikon di klub masing-masing. Tak jarang keduanya kerap dibandingkan, meski sebenarnya masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri.

Messi begitu melekat dengan Barcelona, klub yang telah membesarkan namanya. Begitu juga dengan CR7 –sebutan Ronaldo- yang sering menjadi inspirator Los Blancos.

Messi, memang telah memenangi banyak gelar bersama Azulgrana. Sementara itu, CR7 baru bisa mempersembahkan gelar Copa del Rey untuk Madrid. Tapi, dari segi skill individu, keduanya yang terbaik saat ini.

Namun, apa yang akan terjadi jika Messi dan CR7 bertukar tim. Berikut analisa Yahoosport, Sabtu (10/9/2011) ketika berrandai-andai Messi berkostum Madrid, sementara CR7 berada satu tim dengan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta.

Pembagian bola
Barcelona sukses memperagakan gaya tiki-taka yang kerap membuat lawan kesulitan mengambil alih jalannya pertandingan. Dalam sistem ini Barca sangat bergantung pada passing dan pengusaan bola. Pola permainan ini bisa berjalan dengan baik berkat dua jenderal lapangan tengah, Xavi dan Iniesta.

Keduanya seringkali menjadi ruh permainan Azulgrana dengan pengaturan serangan brilian. Messi bisa bekerja dengan baik di Barca berkat dukungan Xavi dan Iniesta di lini tengah.

Namun, melihat permainan CR7 bersama Madrid selama ini, dia terlihat lebih individualistis. CR7 memang diberi tugas untuk mengacak-acak lini belakang lawan. Jika bergabung ke Barca, CR7 harus belajar lebih banyak bagaimana membagi bola dengan rekan setim.

Jumlah Gol
Tak perlu meragukan kapasitas CR7 dan Messi dalam mencetak gol. CR7 merupakan salah satu pemain haus gol. Dia akan berkembang dengan baik di Barca dengan sokongan Xavi dan Iniesta di tengah.

Messi memang begitu sukses bersama Barca. Tapi, perlu diingat sukses Messi tak lepas dari kehadiran dua gelandang Xavi dan Iniesta. Sebagai bukti, Messi tidak sesukses seperti di Barca ketika membela Timnas Argentina.

Situasi ini mungkin membenarkan adanya anggapan Messi sebenarnya bisa sukses dengan bantuan rekan setimnya, berbeda dengan CR7 di Madrid.

Andai keduanya bertukar tim, CR7 tak akan kesulitan membukukan gol-golnya ke gawang lawan, namun bersama Madrid Messi diprediksi justru bakal mengoleksi gol lebih sedikit ketimbang CR7.

Pemain Terbaik Dunia
Baru-baru ini Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik di dunia setelah menyabet trofi FIFA Ballon d'Or. Dia juga memenangi gelar UEFA Best Player. Pencapaian ini jelas berdasar pada performa Messi bersama Barcelona.

Andai CR7 hijrah ke Barca, bukan tidak mungkin dia-lah yang menyabet gelar-gelar individu bergengsi tersebut. Seperti yang disebutkan sebelumnya, di Barca Messi mendapat dukungan penuh dari dua jenderal lapangan tengah, Xavi dan Iniesta.

CR7 akan makin berbahaya jika dia bermain dengan Xavi dan Iniesta. Sebaliknya, Messi diragukan bisa tampil secemerlang seperti di Barca jika dia hijrah ke Santiago Bernabeu.

Baca Selengkapnya...

Timnas Sempat Diusir Petugas Stadion di Iran

Timnas senior nekat latihan di lapangan yang diperuntukkan bagi timnas Iran.

VIVAnews - Ketegangan sempat mewarnai latihan perdana timnas senior di Kompleks Olahraga Stadion Azadi, Tehran, Iran, Selasa, 30 Agustus 2011. Tim Merah Putih bahkan sempat diusir oleh petugas stadion.

Dalam rilis yang diterima VIVAnews dari manajemen timnas disebutkan bahwa Pelatih Wim Rijsbergen telah memprotes lapangan latihan yang disediakan oleh panitia lokal bagi Indonesia. Menurutnya, lapangan tersebut tak layak karena tidak ada garis batas dan terdapat kerikil yang berpotensi mencederai pemain.

Wim bersama manajamen timnas berusaha meminta lapangan pengganti kepada manajemen stadion dan pengurus Federasi Sepak Bola Iran. Namun tuan rumah kesulitan karena lapangan lain yang tersedia sedang digunakan oleh tim wanita dan klub lokal yang ada di sana.

Adu mulut sempat terjadi. Wim lalu meminta agar diizinkan menggunakan lapangan kosong yang ada di sebelah lapangan yang diberikan kepada timnas. Namun permintaan ini juga ditolak oleh manajemen stadion.

Mereka berdalih bahwa lapangan tersebut khusus untuk timnas Iran. Sikap ini membuat Wim berang dan nekat membawa para pemainnya berlatih di lapangan tersebut.

Namun upaya Wim justru membuat manajamen stadion berang dan mengutus petugas stadion untuk mengusir Firman Utina cs. Wim bergeming dan meminta pihak tuan rumah memberikan lapangan pengganti kepada pasukannya.

Setelah menunggu selama 30 menit, pihak stadion pun memberikan lapangan yang layak bagi timnas senior. Timnas akan berhadapan dengan Iran pada babak III Grup E, Pra Piala Dunia (PPD) 2014, Jumat, 2 September 2011.

Sumber : indofiles.org


Baca Selengkapnya...

5 Pemain Sepak Bola Tercepat Di Dunia

5. Robin van Persie (32,1 km/jam)



Tanggal Lahir: 6 Agu 1983 (Usia 28)

Tempat Lahir: Rotterdam

Negara: Netherlands

Tinggi Badan: 183 cm.

Berat Badan: 71 Kg.

Peranan: Striker

Nomor Punggung: 10

Tim Nasional: Belanda





4. Wayne Rooney (32,6 km/jam)



Tanggal Lahir: 24 Okt 1985 (Usia 25)

Tempat Lahir: Liverpool

Negara: England

Tinggi Badan: 178 cm.

Berat Badan: 83 Kg.

Peranan: Striker

Nomor Punggung: 10

Tim Nasional: Inggris





3. Theo Walcott (32,7 km/jam)



Tanggal Lahir: 16 Mar 1989 (Usia 22)

Tempat Lahir: Stanmore

Negara: England

Tinggi Badan: 176 cm.

Berat Badan: 68 Kg.

Peranan: Striker

Nomor Punggung:14

Tim Nasional: Inggris U-21





2. Arjen Robben (32,9 km/jam)



Tanggal Lahir: 23 Jan 1984 (Usia 27)

Tempat Lahir: Bedum

Negara: Netherlands

Tinggi Badan: 183 cm.

Berat Badan: 75 Kg.

Peranan: Gelandang

Nomor Punggung: 10

Tim Nasional: Belanda







1. Cristiano Ronaldo(33,6 km/jam)



Nama Lengkap: Cristiano Ronaldo Dos Santos Aveiro

Nama Panggilan: CR7

Tanggal Lahir: 5 Feb 1985 (Usia 26)

Tempat Lahir: Madeira

Negara: Portugis

Tinggi Badan: 185 cm.

Berat Badan: 83 Kg.

Peranan: Gelandang

Nomor Punggung: 7

Tim Nasional: Portugal


Baca Selengkapnya...

‘Perang Saudara’, Irfan Bachdim Bela Senior

JAKARTA – Perang saudara akan terjadi menjelang perhelatan uji coba timnas Indonesia untuk Pra Piala Dunia dengan timnas U-23, Kamis (18/8/2011). Pasalnya, ada beberapa pemain timnas U-23 yang tergabung dalam timnas senior, di antaranya adalah Irfan Bachdim, Okto Maniani, dan Kiper Kurnia Mega.

Irfan Bachdim, Oktavianus Maniani dan Kurnia Mega memang belum berusia lebih dari 23 tahun. Hal inilah yang membuat mereka dipanggil ke timnas Indonesia U-23 untuk turun di SEA Games XXVI. Mereka bahkan sempat mengikuti pelatihan karakter di Batujajar.

Walau begitu, kini mereka harus bersiap untuk menghadapi para rekannya di timnas U-23 dengan membela panji timnas senior. Hal ini sendiri telah dikonfirmasi oleh Roso Daras yang merupakan manajer timnas U-23.

“Para pemain timnas U-23 seperti Irfan Bachdim, Okto, dan Kurnia Mega akan tetap berada di tim senior. Prioritas lebih kepada timnas senior untuk menghadapi Pra Piala dunia, sedangkan U-23 lebih ke SEA Games. Jika ada langkah dari pelatih Wim untuk mengembalikan mereka ke skuad U-23, ya kami akan terima,” ujar Roso Daras ketika dihubungi via telepon oleh Okezone.com, Senin (15/8/2011).

Timnas U-23 baru-baru ini mendapat suntikan kekuatan baru dengan kehadiran Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels. Kedua pemain asal Belanda ini memang telah menjadi warga negara Indonesia demi membela panji merah putih.

“Mereka (Ruben dan Diego) sudah begabung dan masuk ke Trainning Camp di Batu, Malang. Mereka sudah mulai sedikit berlatih sejak hari Kamis (11/8/2011) lalu. Untuk penurunan keduanya (di laga ujicoba melawan timnas Senior) tergantung keputusan pelatih nanti,” papar Roso Daras.

Selain kedua nama itu, satu pemain naturalisasi lain, Joey Suk juga termasuk dalam Keppres Presiden mengenai pemberian kewarganegaraan yang diterbitkan 6 Juli lalu. Namun hingga saat ini Joes Suk belum melangsungkan sumpah WNI sebagai syarat terakhir proses naturalisasi. Sebelumnya, mantan Deputi Bidang Teknik BTN, Iman Arif mengatakan gelandang Go Ahead Eagles itu baru akan datang ke Indonesia sebelum Lebaran. Sebab itu Roso mengaku belum bisa berbicara banyak soal Joey Suk.

“Kami tidak bisa melakukan apa-apa karena kami tidak ingin berandai-andai.”

Sumber : indofiles.org


Baca Selengkapnya...

Timnas Mulai Berlatih Di Stadion Manahan

Sesi latihan timnas ini disaksikan 200 warga kota Solo.

Para pasukan Garuda Merah Putih tiba di kota Solo pada Jum’at (12/8) sore melalui bandara Adisumarmo, Boyolali, Jawa Tengah. Sesampainya di Solo, anak asuhan Wim Risjbergen ini mulai berlatih di Stadion Manahan pada malam harinya.

Menurut pantauan, tampak seluruh punggawa timnas hadir dalam latihan perdana di Kota Solo ini, termasuk palang pintu timnas U-23, Kurnia Meiga

Latihan yang disaksikan oleh sekitar 200 warga kota Solo ini berlangsung sangat meriah, meski para pemain hanya melakukan latihan ringan.

Para punggawa timnas ini akan melakukan pelatnas di Kota Bengawan sampai sepuluh hari ke depan, dan akan melakoni dua uji coba resmi, yakni pada 18 Agustus melawan timnas U-23 dan 22 Agustus melawan Palestina.

Sumber : indofiles.org


Baca Selengkapnya...

Sergio Ramos Kembali Berlatih

Ada kemungkinan bek Real Madrid itu tampil di Piala Super Spanyol leg pertama melawan Barcelona.

Sergio Ramos sudah mulai pulih dari cedera yang membuatnya absen membela timnas Spanyol di laga ujicoba melawan Italia tengah pekan ini.

Bek Real Madrid itu terlihat mengikuti sesi latihan rutin bersama anggota tim lain hari ini. Ada kemungkinan Ramos bisa diturunkan saat menghadapi Barcelona di leg pertama Piala Super Spanyol hari Minggu.

“Jose Mourinho mendapat kabar gembira, yakni kembalinya Sergio Ramos ke tim,” demikian pernyataan Real Madrid.

“Setelah pulih dari cedera, bek Madrid itu kembali berlatih rutin bersama rekan-rekannya di sesi latihan ketiga sejak tim kembali dari tur ke Cina, untuk mempersiapkan menghadapi Piala Super Spanyol,” lanjut pernyataan tersebut.

Ramos sendiri sebelumnya dikabarkan mengalami cedera punggung saat menjalani tur ke Amerika Serikat. Karena cedera itu dia absen membela Spanyol di laga ujicoba melawan Italia yang berakhir kekalahan untuk timnya.

Sumber : indofiles.org


Baca Selengkapnya...

RESMI: Bakary Kone Hijrah Ke Olympique Lyon

Olympique Lyon resmi mendatangkan bek tengah baru dari Guingamp.

Bakary Kone resmi membela Olympique Lyon mulai musim ini setelah digaet dari Guingamp.

Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai nilai transfer pemain berusia 23 tahun itu, tapi Lyon sudah mengikatnya dengan kontrak berdurasi tiga musim.

Bergabungnya Kone bisa mengatasi krisis pemain belakang yang dialami Lyon yang kehilangan Cris dan John mensah karena cedera.

Kone juga mungkin akan melakoni debutnya bersama Lyon saat menghadapi tim promosi Ligue 1 Prancis Ajaccio dinihari nanti.

Kone juga menjadi pemain pertama yang direkrut Lyon di era Remi Garde, pelatih yang menggantikan Claude Puel di awal musim ini.

Sumber : indofiles.org


Baca Selengkapnya...

Minati Alexandre Pato, Chelsea Sodorkan £20 Juta + Nicolas Anelka

The Blues ingin menduetkan Si Bebek dengan Torres.

Setelah tampak adem-ayem semenjak jendela transfer musim panas dibuka sebulan lalu, kini Chelsea siap membuat gebrakan.

Si Biru disebut siap mengajak Alexandre Pato bergabung dari AC Milan untuk diduetkan dengan Fernando Torres!

Sumber spekulasi ini pun tak main-main, karena datang dari laporan Mediaset, media berbasis di Milan yang dimiliki oleh bos besar I Rossoneri, Silvio Berlusconi.

Guna merealisasikan duet idaman Torres-Pato di lini depan, Chelski dikabarkan telah mengajukan proposal £20 juta plus salah satu dari Nicolas Anelka atau Salomon Kalou.

Namun, tawaran perdana ini nyaris pasti ditolak para petinggi Milan yang menganggapnya terlalu rendah. Selain itu, Chelsea juga punya kendala dari dalam: Anelka dan Kalou ogah meninggalkan Stamford Bridge.

Sumber : indofiles.org


Baca Selengkapnya...

Jangan Dihukum, FIFA Harus Selamatkan Sepakbola Indonesia



FIFA bisa menjatuhkan hukuman pada Indonesia terkait kisruh yang terjadi di PSSI. Namun otoritas sepakbola dunia itu diharapkan mengambil langkah lebih bijak dengan melakukan penyelamatan ketimbang memberi sanksi.

Demikian diungkapkan kolumnis ESPNStar, Jesse Fink dalam tulisannya yang dimuat situs berita olahraga internasional tersebut. Dalam opininya yang dimuat Selasa (29/3/2011) ini, Fink menjelaskan panjang lebar soal kisruh yang menimpa PSSI hingga kongres yang batal digelar pada akhir pekan kemarin.

Dalam keadaan normal Fink menyebut kekacauan yang terjadi seperti di PSSI akan berbuntut dengan jatuhnya sanksi dari FIFA. Namun dia menganggap kalau pencinta sepakbola Indonesia layak mendapat lebih dari sebuah jatuhnya hukuman karena fans Indonesia disebutnya sudah 'menderita terlalu banyak'.

"Normalnya FIFA mencoret asosiasi negara yang menjadi anggota dalam kondisi kekacauan dan kemudian membiarkan pihak-pihak terkait menuntaskan perbedaan di antara mereka sebelum kembali mendaftarkan diri (ke FIFA).

"Tapi Indonesia tak seharusnya dikeluarkan dari FIFA. Itu terlalu penting dalam atlas persepakbolaan dan fans yang sudah lama menderita layak mendapat lebih dibanding hukuman atas kegagalan pengurus sepakbola di negara yang luas itu," demikian dituliskan Fink.

Lebih lanjut, Fink meminta FIFA membentuk sebuah komite darurat untuk mengambil alih PSSI dan menunjuk seorang petugas administrator yang mampu mengembalikan fungsi dan integritas sepakbola internal yang kini dilanda persoalan politis yang rumit. Nantinya komite tersebut diharapkan bisa menjadi jalan keluar atas masalah yang terjadi.

"Itu proses yang membutuhkan waktu berbulan-bulan, mungkin bertahun-tahun, tapi apa yang dipertaruhkan memang besar dan sepakbola dalam kondisi mengairahkan namun juga kacau seperti ini membutuhkan perhatian yang sampai sekarang belum didapatkan," lanjut Fink.

Dilanjutkannya, FIFA mungkin akan menjadi satu-satunya harapan PSSI untuk menuntaskan kekacauan yang terjadi saat ini. "Dan itu akan menjadi kemenangan buat Indonesia dan kemenangan permainan ini," tutup Fink.

Sumber: http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/03/29/153255/1603817/76/jangan-dihukum-fifa-harus-selamatkan-sepakbola-indonesia

Baca Selengkapnya...

Arsip Blog