Habis Kena Radang Tenggorokan si Bocah Kecanduan Cuci Tangan

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/12/05/article-2070278-0F10AC9F00000578-650_468x306.jpg
sejak kena infeksi radang tenggorokan, seorang bocah di Amerika Serikat mendadak sangat rajin cuci tangan. Para ahli menyebutnya sebagai gangguan perilaku kompulsif, yang memang sering muncul menyertai infeksi bakteri di tenggorokan.

Kasus ini berawal ketika Brody Kennedy (11 tahun), seorang pelajar di California mengalami radang tenggorokan. Gara-gara penyakitnya itu, Brody tidak masuk sekolah dan hanya beristirahat di rumah selama beberapa hari hingga penyakitnya sembuh.

Begitu sudah sembuh, ia segera kembali masuk sekolah. Namun para guru melaporkan adanya perubahan perilaku pada dirinya, yakni menjadi gelisah dan ketakutan setiap kali bersentuhan dengan orang lain maupun benda-benda tertentu yang ia anggap kotor.

Sejak saat itu, ia menjadi sangat sering cuci tangan karena takut ada kuman di bagian tersebut. Perubahan perilaku Brody tidak hanya terjadi di sekolah, di rumah malah lebih parah karena ia juga jadi lebih sering mandi hingga beberapa kali dalam sehari.

"Dia mencuci tangannya terus menerus. Dulu dia tidak pernah seperti itu. Sama sekali. Tiba-tiba saja berubah seperti ini," ungkap ibunya, Ms Kennedy seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (7/12/2011).

Tidak ada yang menyangka perubahan ini berhubungan dengan radang tenggorokan yang dialaminya beberapa waktu sebelumnya. Hingga suatu ketika, ibunya membaca hasil penelitian tahun 2009 di Columbia University yang mengatakan bahwa radang tenggorokan bisa memicu gangguan perilaku kompulsif.

Gangguan perilaku kompulsif atau Obsessive Compulsive Disorder (OCD) dicirikan dengan ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol keinginan. Dalam kasus ini, Brody tidak mampu mengontrol keinginan untuk mandi dan cuci tangan setiap kali bersentuhan dengan sesuatu.

Menurut penelitian tersebut, infeksi yang terjadi di tenggorokan memicu aktivitas sistem imun untuk melawan kuman. Peningkatan aktivitas yang terjadi di otak ini menyebabkan perubahan perilaku, yang bukan semata-mata disebabkan oleh faktor psikologis.

Karena lebih sering terjadi pada anak-anak, fenomena ini disebut juga paediatric autoimmune neuropsychiatric disorder. Hingga saat ini, para ahli belum bisa memberi penjelasan yang memuaskan sehingga tidak ada tes khusus untuk mendiagnosisnya.

Penelitian tersebut hanya memperkirakan, gangguan ini dialami oleh sekitar 3 persen anak-anak yang mengalami infeksi tenggorokan. Diyakini, kuman yang memicu terjadinya perubahan perilaku menjadi kompulsif atau susah mengontrol keinginan adalah jenis bakteri streptococcus.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/12/05/article-2070278-0F1075AB00000578-625_468x332.jpg





sumber :http://www.detikhealth.com/read/2011/12/07/135310/1785200/763/habis-kena-radang-tenggorokan-si-bocah-kecanduan-cuci-tangan?l1102755

Arsip Blog