Efisiensi : Berpikir Serderhana Menghadapi Problema

Sebelumnya saya pernah mempublikasi kan Pintar VS Bodoh ala Bob Sadino Maka kali ini saya ingin membahas menghadapi masalah dengan berpikir sederhana. Yup sebuah cerita mengenai logika manusia dalam menghadapi sebuah masalah.

Efektif adalah mengerjakan hal - hal dengan benar , sedangkan Efisien adalah mengerjakan hal- hal yang benar saja


Efisiensi adalah suatu hal yang penting di dalam dunia manajemen. Sebagai seorang anggota tim yang baik, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam membawa tim kita mencapai tujuan bersama, tetapi juga tanggung jawab dalam mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.


Oke, Mari kita langsung menuju contoh kasusnya.. (Yuk sama2 berpikir apa jawabanny sederhana nya)

1. Bagaimana Mengetahui Kotak Sabun Yang Kosong ( Tidak ada isinya? )

Salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang, menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) dan isinya KOSONG.

Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.

Para teknisi pun bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong.

Dan tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda.

Karyawan tersebut tidak berpikir tentang sinar X ato apalah yang rumit karena dia tidak memiliki kemampuan sampai disana, dia hanya berpikir Bagaimana Memisahkan yang Ringan dari Yang Berat??

Petunjuk : Sesuatu yang ringan akan terbang jika di tiup dengan sekuat tenaga.

Sampai disini sudah terpikirkan oleh anda? Kalo belum,, Coba lagi..

Yah,, Jawaban anda benar.. KIPAS ANGIN
Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.


2. Bagaimana Menulis Di luar Angkasa Dengan Grativasi nol?

Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.. WOW (Spektakuler bukan?)

Lalu bagaimana dengan solusi dari anda?
Mari kita kembali ke zaman SD lagi , Jika Pulpen tidak dapat menulis maka kita mengunakan P-E-N-S-I-L

3. Kok Lama Banget nih buat nunggu naik LIFT?

Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve.
Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang.
Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani.
Dan Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Jawabannya adalah " Bagaimana membuat pelanggan tidak merasa menunggu waktu hendak naik lift?"

Dan jika anda adalah pakar tersebut, apa saran anda??

Petunjuk : " Bagaimana mengalihkan perhatian dari menunggu menjadi tidak merasa menunggu? " Perhatikan lift yang ada di lingkungan sekeliling anda? apa yang sering anda lakukan jika sedang menunggu lift?

Sudah dapat jawabannya?
Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan Kaca Cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatian! nya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".

Tiga kasus di atas hanya sedikit contoh tentang efisiensi dari cara berpikir atau lebih garing nya di kenal dengan Filosofi K.I.S.S (Keep It Simple, Stupid!!), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

Saya sendiri pernah membaca sebuah buku karangan Robert Kiyosaki (buku favorit saya) ^^
di sana dia mengatakan bahwa jika seseorang ingin sukses, dia harus dapat mengubah masalah yang di hadapinya menjadi lebih sederhana dan dapat di pahami.. Sebuah filosofi yang amat berlawanan dengan apa yang di ajarkan di sekolah. masi ingat dengan Diagram Trigonometri tentang Sin , Cos dan Tan ? itu yang saya maksudkan..

"Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa.Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya."

Arsip Blog