
Eks Gedung Imigrasi di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, sekarang dijadikan restoran Buddha Bar” dan ruang pamer lukisan.Umat Buddha yang tergabung dalam Majelis Agama Budha Theravada Indonesia (Megabudhi) menuntut agar restoran “Buddha Bar” segera ditutup.
Bisnis restoran Buddha-Bar berasal dari Perancis yang didirikan tahun 1996 dan kemudian bisnis ini berkembang dengan membuka cabang di New York, London, Dublin, Sao Paolo, Prague, Kiev, Kairo, Dubai, Beirut dan Jakarta.
Siapa Pemilik Buddha Bar ?
Sejumlah anak pejabat diduga turut memiliki saham Buddha Bar.
VIVAnews - Raymond Visan asal Paris pada tahun 1996-lah yang pertama kali mendirikan Buddha Bar. Sejak itu, Buddha Bar menjadi salah satu tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi. -
Itulah tulisan pembuka dalam situs resmi Buddha Bar, Kamis, 5 Maret 2009. Ketika pertama kali diklik, welcome page situs ini bergambar patung Buddha berwarna kuning keemasan.
Buddha Bar merupakan usaha waralaba George V Restauration yang berpusat di Prancis. Di Jakarta, lisensinya dipegang PT Nireta Vista Creative.
Sejumlah anak pejabat tanah air diduga turut memiliki saham Buddha Bar. Salah satunya adalah Reni Sutiyoso, putri mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.
Namun, hal itu dibantah sang bunda, Rini Sutiyoso. “Dia (Reni) bukan pemiliknya. Dia hanya PR (public realation atau humas) saja,” kata Rini Sutiyoso kepada wartawan kemarin, Rabu 4 Maret 2009. “Di akta (usaha) juga nggak namanya kok.”
Belum genap setahun Buddha Bar beroperasi di Jakarta, bar mewah itu mendapat kecaman dari sejumlah komunitas Buddha. Bar itu dianggap melecehkan umat Buddha. Pemilik dituntut untuk mengganti nama dagang dan melepas atribut Buddha dari tempat hiburan malam itu.
“BUDDHA BAR” PARIS














