bandara di negara-negara Eropa tutup karena gumpalan awan abu dari gunung api Islandia

.



Awan Debu Beterbangan, Jutaan Euro pun Melayang
Semburan awan debu gunung di Islandia

DEN HAAG--Dalam dua hari berturut-turut, bandara di negara-negara Eropa tutup karena gumpalan awan abu dari gunung api Islandia. Ratusan ribu penumpang dan pesawat kargo menjadi korban. Tidak jelas sampai kapan ini akan berlangsung. Gumpalan awan abu ini menimbulkan kerugian besar, baik untuk maskapai penerbangan maupun untuk kalangan bisnis.
Awan Debu Beterbangan, Jutaan Euro pun Melayang



Selain dihias dengan warna merah saat matahari terbenam, awan dari Islandia dipenuhi asap gunung berapi yang melumpuhkan Eropa dan menimbulkan rentetan rangkaian panjang. Hari kamis lalu, ada sekitar 5 ribu pemberangkatan pesawat dibatalkan di seluruh dunia. Pesawat dari Amerika ke Eropa harus mengalihkan tujuannya. Dan lebih parah lagi belum ada tanda-tanda kapan lalu lintas udara akan kembali normal.

Kembali, kita diingatkan, bahwa manusia bergantung pada alam. Dalam kasus ini orang membutuhkan angin supaya terbebas dari awan abu. Angin di atas Eropa Utara dan Barat bertiup telampau lemah. Akibatnya awan bergerak sangat lamban dan saling berdekatan, demikian laporan lalu lintas udara Eropa, Eurocontrol di Brussel. Diramalkan sekitar 60 persen jalur penerbangan di Eropa akan dibatalkan.

Belum bisa diketahui berapa kerugian yang akan diderita. Namun yang jelas, besar, kata ahli ekonomi Hans Heerkens, "Tidak ada maskapai penerbangan manapun yang untung. Karena semuanya mengalami kesulitan yang sama." Kerugian tidak saja soal penumpang. Membiarkan pesawat di darat saja sudah memakan ongkos banyak.

"Satu pesawat itu harganya tidak sedikit. Yang paling mahal harganya sekitar 250 juta euro. Ini artinya setiap hari kapal itu harus menghasilkan uang paling tidak 25 ribu euro untuk membayar bunga utang pembelian pesawat tersebut. Ini adalah jumlah yang besar," papar dia. Seperti pada setiap bencana, ada juga sektor bisnis lain yang justru berkembang, sebagai dampaknya. Banyak penumpang yang terdampar akhirnya menyewa mobil untuk mencapai tujuan lewat darat. Selain itu pemerintah Eropa juga menyediakan lebih banyak kereta internasional.

Arsip Blog