JULIAN ASSANGE pendiri WIKILEAKS, pembocor dokumen rahasia AS

Julian Paul Assange adalah seorang jurnalis asal Australia yang dikenal sebagai pendiri dan juru bicara WikiLeaks. WikiLeaks adalah situs (website) yang menyimpan ratusan ribu dokumen rahasia (kawat diplomatik) yang diambil dari 274 Kedutaan Besar Amerika di berbagai penjuru dunia, termasuk dari Departemen Luar Negeri AS.

Pada Juli 2010, Julian Paul Assange membuat pemerintah AS kebakaran jenggot karena ia melalui situs WikiLeaks membocorkan dokumen Perang Afganistan. Selanjutnya, pada Oktober 2010, dari hampir 400.000 dokumen Perang Irak yang disimpannya, mulai dibocorkan oleh situs WikiLeaks ini secara bertahap.

Wikileaks juga memiliki 3.059 dokumen kawat diplomatik Amerika Serikat yang terkait dengan Indonesia. Dokumen itu merupakan semacam laporan diplomatik yang dikirim dari Kedubes AS di Jakarta dan Konjen AS di Surabaya. Beperapa dari dokumen-dokumen ini telah dipublikasikan oleh situs WikiLeaks.

Sejak pembocoran dokumen rahasia itu, WikiLeaks mulai mendapat berbagai masalah yang mengganggunya. Di antaranya adalah pemblokiran yang dilakukan sejumlah lembaga keuangan dunia, seperti Visa dan Mastercard, dan juga Paypal ikut memblokirnya.

Bahkan, alamat WikiLeaks.Org dihapus permanen oleh penyedianya, EveryDNS.net. Kemudian Assange dan timnya menyewa 3 domain baru di Eropa, yaitu WikiLeaks.de (Jerman), WikiLeaks.fi (Finlandia), dan WikiLeaks.nl (Belanda).

Kemudian disusul dengan penangkapan Assange dengan tuduhan pemerkosaan, pelecehan seksual, dan pemaksaan yang dilaporkan oleh 2 wanita, yang menurut kuasa hukumnya, Mark Stephens, sebagai sebuah permainan politik.

Ibunda Julian, Christine Assange, asal Queensland, Australia, mengatakan tuduhan untuk anaknya sangat tak masuk akal. “Dia melakukan apa yang dianggapnya hal yang baik di dunia, yaitu melawan kaum jahat.”

Assange boleh saja ditahan, namun kawat rahasia terus saja meluncur dibeberkan satu per satu oleh WikiLeaks. Banyak pendukung WikiLeaks membantunya berperang dalam dunia maya untuk melawan musuh-musuh WikiLeak.

Perjalanan hidup

Pada usia 11 hingga 16 tahun, Assange hidup dalam pelarian karena hubungan ibunya dengan seorang musisi dipenuhi kekerasan. Pada usia 18 tahun, Assange memiliki seorang anak laki-laki. Dia berpisah dengan istrinya pada tahun 1991, setelah polisi menyerang dan membawa putera mereka. Hingga tahun 1999, dia melakukan gugatan atas pengaturan hak asuh anaknya. Bersama dengan ibunya, Assange membentuk suatu kelompok aktivis Penyelidikan Orang Tua terhadap Perlindungan Anak. Kegiatan kelompok ini berkonsentrasi pada pembuatan bank data yang berisi catatan hukum terkait dengan isu hak asuh anak di Australia.

Pada tahun 1991, ketika Assange berusia 20 tahun, dia dan beberapa teman yang berprofesi sebagai “hacker” (pengacak komputer) memecahkan dan memasuki jaringan terminal Nortel, perusahaan telekomunikasi Kanada. Akibatnya, dia tertangkap dan dinyatakan bersalah atas 25 dakwaan yang dikenakan padanya. Dia harus membayar denda sejumlah ribuan dolar kepada pemerintah Australia, namun dibebaskan dari hukuman penjara.

Assange diketahui pernah belajar di 6 universitas. Dari tahun 2003-2006, dia mempelajari fisika dan matematika di Universitas Melbourne. Selain itu, dia juga mempelajari filosofi dan neurosains. Pada tahun 1990-an, Assange bekerja sebagai perancang program perangkat lunak (software) yang mengatur keamanan komputer di Australia dan luar negeri. Di tahun 1997, dia ikut menciptakan “Rubberhose deniable encryption”, suatu sistem kriptografi yang dibuat untuk pekerja hak asasi manusia untuk melindungi data sensitif di lapangan dan dia juga menjadi salah satu tokoh kunci dalam gerakan pembebasan perangkat lunak.

Pada Agustus 2010 jaksa Swedia menjatuhkan tuduhan kepada Assange atas pemerkosaan, pelecehan seksual, dan pemaksaan yang dilaporkan oleh 2 wanita. Tuduhan itu kemudian dibatalkan dan setelah itu diperbaharui kembali. Pada 24 November 2010, pengadilan Swedia menolak usaha banding Assange atas perintah penahanan yang dijatuhkan kepadanya. Kasus ini masih ditangani oleh Mahkamah Agung Swedia.

Pada Selasa 7 Desember 2010 Kepolisian Metro Inggris menyatakan Assange yang bersembunyi di Inggris telah ditangkap oleh petugas dari unit ekstradisinya. Penangkapan ini berdasarkan surat permintaan aparat berwenang Swedia untuk menahan warga Australia yang berusia 39 tahun itu yang dikeluarkan oleh Pengadilan Distrik Stockholm, Swedia, pada 18 November 2010, yang kemudian dikuatkan dengan surat yang baru pada 3 Desember 2010 lalu.

Assange dan WikiLeaks

Di tahun 2006, Assange memutuskan untuk mendirikan situs (website) WikiLeaks. Hal ini dilakukannya karena dia yakin bahwa pertukaran informasi akan mengakhiri pemerintahan yang tidak sah. Situs tersebut memiliki server utama di Swedia dan menerbitkan berbagai bahan dari berbagai sumber. Terkadang, Assange dan beberapa rekannya di WikiLeaks menyusup ke dalam sistem keamanan untuk mencari dokumen dan kemudian mempublikasikannya.

WikiLeaks tidak menggaji Assange, namun dia memiliki investasi yang tidak diungkapkannya. Sekarang banyak polisi internasional bekerja sama untuk memburu Assange untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kebocoran informasi rahasia milik negara.

Penghargaan

Pada tahun 2008, Assange memenangkan Economist Censorship Index Award, sebuah penghargaan yang diberikan oleh majalah “Economist” yang dikelola oleh keluarga perbankan Rothschild. Di tahun 2009, Assange dianugerahi Amnesty International Media Award atas usahanya mengekspos pembunuhan ekstra yudisial di Kenya melalui penyelidikan Tangisan Darah – Pembunuhan dan Penghilangan Ekstra Yudisial (The Cry of Blood – Extra Judicial Killings and Disappearances). Pada April 2010, Assange menerima Sam Adams Annual Award, suatu penghargaan terhadap integritas dalam ilmu pengetahuan.

Arsip Blog