Ramalan-Ramalan Thomas Alpha Edison yang Jadi Kenyataan dan Meleset


Ratusan tahun yang lalu, Thomas Alva Edison meramalkan beberapa teknologi yang akan mengubah dunia. Penemu kelahiran Amerika 11 Februari 1847 tersebut menyebutkan beberapa hal seperti pesawat terbang yang benar-benar ada saat ini. Tapi, beberapa ramalan lain, seperti buku yang terbuat dari nikel, tidak jadi kenyataan. “Benar-benar keliru,” kata Paul Israel, direktur dan editor umum Thomas A. Edison Papers Project dari Rutgers University di New Jersey.

Buku dari Nikel
Edison mengiria kalau nikel merupakan bahan yang lebih fleksibel, lebih murah, dan lebih kuat daripada kertas. “Ia belum tahu hal yang disebut ‘tinta digital’,” kata Israel.

Mesin Pekerja
Jadi, pesawat terbang adalah satu hal yang jadi kenyataan dan buku dari nikel adalah ramalan Edison yang meleset. Tahun 1911, Edison berkata kepada Cosmopolitan kalau ia yakin mesin akan membuat bagian-bagian dari suatu benda dan merakitnya. “Tidak hanya membuat bagian tersebut untuk dirakit oleh manusia,” kata Edison.

Saat ini, mesin mengerjakan pekerjaan manusia sudah biasa dan proses pergantian itu berlangsung cepat. Demikian jelas Israel.

Telepon pintar
Dalam artikel di Cosmopolitan tahun 1911, Edison pernah berkata, “Akan tiba saatnya telepon menyebutkan nama atau membisikkan kutipan dari pasar obat-obatan.”
“Melihat ponsel-ponsel pintar saat ini, mudah membayangkan hal itu bisa dilakukan. Orang bisa membuat sebuah aplikasi,” jelas Israil.

Beton Bertulang untuk Semua
Tahun 1911, Edison berkata, “Manusia itu gila karena membangun rumah dengan bata dan baja, bukannya menggunakan beton yang diikat dengan batang baja bertulang.”
Edison mengatakan kalau bangunan dengan beton bertulang akan tahan selamanya. “Tahun 1941, seluruh konstruksi akan menggunakan beton bertulang, mulai dari rumah sampai pencakar langit,” prediksi penemu yang memegang 1.093 paten di Amerika Serikat.

Akan tetapi, sejak akhir Perang Dunia II, sebagian besar arsitek membuat gedung tinggi dengan rangka baja dan kaca, ketimbang beton bertulang baja.

Tak Ada Lagi Furnitur Kayu
Edison berkata kepada Cosmopolitan kalau furnitur dari baja akan sepenuhnya menggantikan furnitur dari kayu. Menurut Edison, substitusi itu disebabkan aluminium lebih ringan dan lebih murah daripada kayu serta dapat dipoles sehingga menjadi imitasi kayu.

Tahun 1920-an dan 1930-an, perusahaan furnitur mulai menggunakan baja secara besar-besaran untuk furnitur kantor. Untuk rumahan, kayu tetap bahan utama.

Kereta Listrik
Kereta listrik adalah salah satu ramalan Edison. Kepada Cosmopolitan, penemu itu mengatakan kalau kincir air akan menghasilkan listrik untuk kereta di negara-negara bagian yang memiliki kelimpahan air.

Alkimia Semakin Sempurna
Para ahli alkimia, demikian pula Edison, bermimpi mengenai emas buatan. Tahun 1911, penemu lampu pijar itu berkata, “Tinggal tunggu waktu saja sampai Amerika Serikat membuat emas.”

Edison bisa dibilang benar. Para ilmuwan telah mampu memanipulasi ataom untuk membuat emas sintetsis dan sekarang tengah menjadi proyek di Lawrence Livermore Laboratory. “Sekarang bukan hal yang aneh karena kita sudah membuat material-material aneh lain juga,” kata Israel.

Kemiskinan Dientaskan Teknologi
“Manusia mulai menggunakan otaknya. Kemiskinan mulai berkurang,” kata Edison kepada Cosmopolitan pada tahun 1911. Israel mengatakan, “Kemajuan teknologi dipercaya bisa memberikan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan. Tapi hal ini jelas tidak terjadi saat ini.”

Sains Menghasilkan Pertanian Besar
Traktor dan alat bajak bertenaga baterai akan menggemburkan tanah lebih cepat daripada kuda. Itulah salah satu perkembangan besar dalam mesin pertanian. Demikian menurut Edison. Ia juga mengatakan kalau pertanian akan terguncang oleh ilmu pengetahuan dan bisnis besar.
Israel mengatakan kalau itulah yang sekarang terjadi. Para petani kecil telah digantikan oleh bisnis pertanian besar.

Kedamaian Dunia
Gencatan senjata akan membawa revolusi sedunia dan kedamaian dunia. Demikian Edison mengatakan tiga tahun sebelum Perang Dunia I. “Tentu saja hal itu tidak terjadi,” kata Israel.


sumber

Arsip Blog