Bocah Ajaib Yang Hidup Hanya Dengan Setengah Otak

Lewis Bull bocah berusia 12 tahun ini hanya memiliki setengah otak akibat menjalani operasi untuk mengobati penyakit mirip meningitis yang membahayakan hidupnya.



Pihak dokter sempat memperingatkan orangtua Bull, Mandie dan John, bahwa anaknya akan terus berada di kursi roda sepanjang hidupnya. Bull menderita penyakit langka rasmussen's encephalitis. Data scan menunjukkan bahwa penyakit ini telah merusak sisi kanan otaknya sehingga mengancam sistem pertumbuhan hidupnya.

Ahli bedah yakin bahwa tindakan terbaik adalah memotong setengah otak Bull. Dengan menyingkirkan sisi kanan otak yang bengkak, para dokter berharap sisi kiri otak Bull akan tumbuh dengan sehat untuk mengimbangi dan mengambil alih fungsi kunci otak.

Orangtua dan adik perempuan Bull yang bernama Georgia telah siap untuk kehilangan Bull. Namun, keajaiban terjadi. Beberapa saat setelah operasi, Bull telah mampu berjalan dan berbicara.

“Dia melakukan ini dengan sempurna. Dia tidak pernah mengeluh atau sekadar bertanya ‘Mengapa Saya menderita penyakit ini?’ Dia berusaha untuk menanggung keseluruhan hidupnya,” kata Madie yang berusia 40 tahun.

‘Pemindahan’ sisi kanan otak Bull diperkirakan tidak akan menghentikan penyakit yang ia derita secara keseluruhan, namun keluarga Bull optimis soal ini. Pada 14 April, Bull menjalani operasi 6 jam di Great Ormond Street, dan terbangun dua hari selanjutnya dengan otak hanya setengah.

Dengan tidak mengindahkan peringatan dokter, Bull terus menjalani proses pemulihan dengan cepat selama 3 bulan melalui terapi fisik dan terapi bicara yang intensif.

Meskipun Bull tidak akan pernah mampu mengemudi kendaraan, karena mata kirinya yang sulit digunakan serta kelemahan pada lengan kiri, dokter berharap anak laki-laki ini bisa hidup dengan normal.

Bull bisa menderita kejang setiap saat, namun terus melanjutkan rencana untuk mulai sekolah bulan depan. Saat ini, ia sudah bisa berjalan tanpa bantuan.





Sumber: http://www.dunia-unik.com/2011/03/bocah-ajaib-yang-hidup-hanya-dengan.html

Arsip Blog