Kemiri Lebih Irit dari Solar

Bahan bakar Bio-Diesel Kemiri Minyak terbukti lebih efisien dibanding solar. "Kami telah melakukan uji coba perjalanan ke Solo," kata Dibyo Pranowo, peneliti bioenergi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementerian Pertanian, kepada wartawan di Sukabumi, 28 Januari 2012.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLF-QphEh1bi9jhD7wjwTYY8fU7hVwiU-N9n_xPUxLCB6p2Zi8ek3_z2KKpRaPwLqzEIPw-eQt6m-sUjyMtCRMsQ82n5YXdUn77HW7ahiE-kJHT0mI1WntoX_Ch6ydv7kx3WMMM95GajM/s1600/biodiesel.jpg

Perjalanan dari Sukabumi ke Solo, menurut Dibyo, hanya menghabiskan 32 liter Bio-Diesel. Sedangkan dicoba dengan bahan bakar Solar bisa menghabiskan 80 liter.

http://image2.tempointeraktif.com/?id=4946&width=475

Kemiri Minyak, atau yang lebih dikenal dengan Kemiri Sunan, telah diteliti dan dikembangkan Balittri bekerja sama dengan PT Bahtera Hijau Lestari (BHL) Indonesia. Dari penelitian ini telah ditemukan bibit unggul kemiri yang mengandung minyak 55 persen.

http://mahkotadewa.com/blog/wp-content/uploads/2011/03/kemiri11.jpg

Hendru Widjaja, Direktur PT BHL, mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan Balittri untuk meneliti dan mengembangkan bahan bakar nabati dari Kemiri Minyak sejak 2009. Perusahaannya sendiri telah memulai penelitian sejak 2006.

Hendru berharap Kemiri Minyak bisa menjadi bahan bakar alternatif. Selain lebih efisien, ia mengatakan tanaman ini bisa tumbuh di lahan-lahan kritis. Hendru menginformasikan pihaknya telah menyiapkan lahan 30 ribu hektare di Flores untuk memproduksi Kemiri Minyak.







sumber :http://id.berita.yahoo.com/kemiri-lebih-irit-dari-solar-095741019.html

Arsip Blog