Sadis..!! Kisah tragis dialami oleh gorilla dan Beruang

Gorilla
Kisah tragis dialami oleh gorilla. Pembunuhan gorilla bukan untuk dimanfaatkan apa yang ada pada mereka, justru hanya sebagai alat mengalihkan perhatian.
Di Taman Nasional Virunga, Kongo, sepuluh ekor gorilla dibunuh kemudian ditinggalkan begitu saja. Kasus ini kemudian booming dan menjadi bahan pembicaraan diseluruh negeri.
Ketika seluruh mata sibuk menatap bangkai-bangkai Gorilla,
para pencuri tambang dengan bebas beraksi menyelundupkan bahan-bahan mineral Kongo tanpa ada sepasang mata pun yang memergokinya.
Ini merupakan contoh klasik dari keserakahan manusia dan pembunuhan hewan ini benar-benar tidak masuk akal.

Ada sebuah tradisi tua dikalangan Royal Guard (Penjaga Kerajaan) dan masih berjalan hingga kini, yaitu upacara Trooping the Colour dan pergantian penjaga. Setiap berlangsungnya tradisi ini, berarti berlangsung pula pembantaian puluhan beruang di Kanada untuk diambil kulitnya. Mereka diburu, ditembak dan anaknya ditinggalkan tidak berdaya dan tanpa perlindungan.

Tradisi mungkin harus dilestarikan, tapi apa harus dengan mengorbankan puluhan beruang? Muncul pertanyaan yang lumayan menggelitik, mungkinkah topi berbulu beruang itu diganti dengan topi berbulu imitasi? Menurut saya jawabannya pasti bisa, toh tidak akan mengurangi kesakralan upacara.
by novel attamimi

Arsip Blog