Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Elpiji, Oleh Kakek-Kakek

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP9dd1ZbGkm9B2fx4iUNq8BrmazXhn3J50Cb_Z6CLB-Pk1GMIMBrHNPZV282NIlFVHopjVQOL2rVvU7bO-oneRNrgiqnTyBJIWApG6672xTtghDdQIVf6w2THUJHHeoUR-DoRUmmoXpZDT/s320/6.JPG

Seorang kakek berusia 57 tahun menciptakan alat pendeteksi kebocoran tabung gas elpiji tiga kilogram alias 'Si Hijau'. Pirantinya mudah ditemui dan murah. Ongkos pembuatan hanya Rp 100 ribu.

Nama kakek ini adalah Aleh Suhendro, warga Desa Puger Kulon Kecamatan Puger. Ia menciptakan alat itu, karena terilhami dengan banyaknya kecelakaan tabung gas elpiji di masyarakat. Bahkan, gara-gara banyaknya kecelakaan itu, sang istri pun takut menggunakan elpiji.

http://www.kontan.co.id/photo/2009/05/20/1471570316p.jpg

Idenya sederhana: menggunakan beberapa alat untuk membunyikan sirine, begitu ada gas yang bocor. Ia menyusun semacam alat dari toples plastik, pir, karet spiral pembungkus shock sepeda motor, pipa plastik, botol susu bayi dan alarm bekas boneka anak-anak.

Tanpa mengubah bentuk asli regulator atau tabung, saluran gas yang biasanya dipasangi regulator dan seal, oleh Suhendro ditutup dengan alat buatannya itu. Jika ada kebocoran, maka botol bayi yang diisi air dan toples plastik itu akan menampung gas tersebut.

http://www.kompas.com/data/photo/2008/05/15/2791342p.jpg

Jika gas sudah mulai bocor, maka muncul gelembung udara yang nantinya secara otomatis juga akan membunyikan sirine sebagai pendeteksi. "Begitu sirine terdengar, lepas regulator dan jangan menyalakan api maupun listrik dulu,"





sumber :http://fathur-net.blogspot.com

Arsip Blog