wah gmana mau maju sepakbola indonesia : Aburizal Bakrie Vs Arifin Panigoro

Aburizal Bakrie Vs Arifin Panigoro
Spoiler for for picture:







Rabu, 05 Januari 2011 14:11:39 WIB
Reporter : Ribut Wijoto

Polemik antara PSSI dan LPI belum juga menemui titik temu. Menariknya, konflik tersebut ternyata melibatkan dua pengusaha kondang di tanah air, yakni Aburizal Bakrie dan Arifin Panigoro. Mengapa?

Jelang final Piala AFF 2010, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menyatakan bahwa 90 persen pendanaan PSSI berasal dari kantong pribadi Aburizal Bakrie. Tidak hanya itu, Nurdin mau menurunkan harga tiket Piala AFF karena mendapat perintah dari Aburizal Bakrie. Itu artinya, Aburizal Bakrie punya peran penting dalam pengambilan keputusan di PSSI.

Di pihak lain, LPI merupakan gerakan reformasi persepakbolaan Indonesia yang digagas oleh Arifin Panigoro. Melalui perusahaannya PT Medco, Arifin mau membiayai gerakan tersebut. Dia bahkan sanggup menyuplai dana miliaran rupiah terhadap klub yang mau terlibat dalam kompetisi LPI yang bakal bergulir 8 Januari 2011 ini.

Dari data-data itu, menarik untuk dibahas hubungan antara Aburizal Bakrie dengan Arifin Panigoro. Dua sosok yang merupakan pengusaha papan atas di Indonesia. Survei tahun 2008, Aburizal merupakan orang terkaya nomor 9 di Indonesia. Dia memiliki total kekayaan sebesar US$ 0,85 miliar atau sekitar Rp 9,35 triliun. Arifin Panigoro masuk ke peringkat 15 orang terkaya Indonesia. Total kekayaannya US$ 0,43 miliar atau sekitar Rp 4,73 triliun.

Keduanya memang sama-sama memiliki kegilaan di bidang sepakbola. Aburizal merepresentasikannya melalui kegiatan yang dinaungi PSSI. Hampir seluruh kegiatan PSSI tidak terlepas dari pendanaannya. Sedangkan Arifin Panigoro memodali kompetisi liga amatir. Misalnya Liga Medco U-15.

Di bidang pendidikan, keduanya juga memiliki kepedulian besar. Bulan Februari 2009, dua pengusaha ini sama-sama menyumbangkan dana untuk almamaternya, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Aburizal menyumbang Rp 25 miliar dan Arifin juga menyumbang jumlah yang sama, yakni Rp 25 miliar.

Keduanya pernah bekerjasama dalam proses pengeboran minyak dan gas bumi di tepi Sungai Brantas. Lapindo Brantas Inc adalah perusahaan yang ditunjuk oleh BP Migas untuk melakukan proses pengeboran. Saham mayoritas dimiliki anak perusahaan Grup Bakrie. Peserta lainnya adalah Santos (18 persen) dan PT Medco E&P Brantas anak perusahaan dari MedcoEnergi (32 persen). Perusahaan yang disebut terakhir adalah perusahaan minyak dan gas bumi milik pengusaha Arifin Panigoro.

Rumor menyebutkan sempat muncul perselisihan antara petinggi MedcoEnergi dan petinggi Grup Bakrie menyangkut soal bencana lumpur Lapindo. Saat itu, Arifin Panigoro sebagai pemilik perusahaan operator pengeboran sumur PT Lumpur Lapindo mengaku bahwa PT Lapindo telah melakukan pelanggaran atas SOP serta tidak mau melaksanakan tindaka preventif. Karena penyebab utama terjadi sumburan lumpur di Sidoardjo adalah aktivitas pengeboran, maka pihak yang bertanggungjawab adalah PT Lapindo Brantas sebagaimana diatur dalam UU 23/1997 dan PP 27/1999.

Meski begitu, Lapindo sempat menyerang balik Medco dengan membeberkan catatan joint operating bahwa Medco Brantas masih punya tunggakan US$ 29,4 juta yang seharusnya dibayarkan pada 8 dan 21 Februari 2007. Disebutkan pula bahwa Medco tidak menyetorkan penuh kewajiban pembayaran cash call selama beberapa bulan.

Perselisihan ini akhirnya menemui jalan damai. Arifin Panigoro melego anak perusahaannya, PT Medco Brantas, kepada afiliasi Grup Bakrie. Perjanjian jual-beli diteken pada 16 Maret 2007.

baca dulu nih komentar TS

Spoiler for for komen:
aduh mereka malah saling berantem demi sepak bola.
kalo aja kekayaan mereka berdua digunakan buntuk membeli saham manchaster united, pasti sepak bola indonesia akan maju.
keuntungan lainya jika mereka berdua membeli saham M.U
pasti para pemain indonesia banyak yang main di liga inggris, setidaknya sekedar seleksilah hahahahaha, kaya di thailand yang berhasil membeli saham manchaster city

Arsip Blog