Pemerintah Australia Sudah Peringatkan Ancaman Bom



Beberapa pekan sebelum ledakan bom di Cirebon, pemerintah Australia sudah memberi peringatan akan kembalinya ancaman teror di Indonesia.

Ancaman ini terkait dengan kabar penangkapan gembong teroris Umar Patek di Pakistan, yang hingga kini belum bisa dikonfirmasi aparat keamanan dan intelijen Indonesia.

Peringatan akan ancaman itu dikeluarkan Departemen Luar Negeri Australia pada 31 Maret lalu melalui laman smartraveller.gov.au. Australia memberikan sinyalemen itu berupa saran bagi warganya agar berpikir ulang untuk ke Indonesia menyusul kabar tertangkapnya Patek.

Disebutkan bahwa: “Informasi pada Maret 2011 mengindikasikan bahwa para teroris mungkin merencanakan serangan di Indonesia, yang bisa terjadi kapan saja.”

Tidak dijelaskan dari mana Australia mendapat informasi itu. Namun pemerintah Australia mengungkapkan bahwa kabar penangkapan Umar Patek, seorang warga Indonesia yang dicurigai terlibat dalam sejumlah serangan teroris “bisa meningkatkan risiko adanya respon yang sarat dengan kekerasan di Indonesia dalam waktu dekat.”

Menurut Australia, pada beberapa kejadian, di mana tokoh-tokoh ekstremis terkemuka ditahan atau dibunuh, ada respons yang kuat dari para pendukung mereka di Indonesia, termasuk dengan menggunakan kekerasan.

Maka itu Australia sangat serius menanggapi kabar tertangkapnya Patek. Dia dianggap seorang tokoh kunci dalam teror Bom Bali I pada 2002 lalu. Insiden itu menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.

Peringatan kali ini masuk dalam kategori 4, atau satu tingkat di bawah katagori maksimum, yakni level 5. Pada peringatan tingkat 4, warga Australia diminta mempertimbangkan kembali perlunya melakukan perjalanan ke suatu negara.”

“Level ini mencerminkan fakta bahwa kami mempertimbangkan adanya risiko tingkat tinggi di negara yang bersangkutan, kemungkinan ancaman sangat serius serangan teroris atau situasi keamanan yang tidak pasti,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Australia.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang masuk dalam sorotan travel advisory Australia. Menurut laman smartraveller.gov.au yang dibuat pemerintah Australia, hampir semua negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, juga ikut jadi perhatian, walau kategorinya dua tingkat lebih aman dari Indonesia.

Arsip Blog