Choky “Netral”: Meledek Pemerintah

Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Gitaris Grup Band Netral, Christopher Bollemeyer (Choky) saat menghibur puluhan ribu musik mania di ajang Soundrenalin, Lapangan Sampoerna, Pekanbaru, Riau

JAKARTA — Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin memang layak mendapatkan apresiasi masyarakat melalui #Koinsastra. Betapa tidak, pusat sastra Indonesia terbesar di dunia itu terbengkalai lantaran tak mendapat subsidi dana pengelolaan memadai dari pemerintah.

Melalui konser penggalangan dana #Koinsastra yang digelar di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Rabu (13/4/2011) malam, band Netral tak mau ketinggalan untuk turut meramaikan dan mendukung gerakan ini.

Ditemui seusai konser, Christopher Bollemeyer alias Choky “Netral” sempat menggambarkan PDS HB Jassin sebagai sebuah legenda dalam dunia kesusastraan Indonesia. “Saya membandingkannya dengan musik. Kalau di musik, status PDS HB Jassin dapat digambarkan seperti legend. Di sanalah pusat sastra Indonesia berada,” kata Choky.

Namun sayangnya, telah terjadi pembiaran terhadap nasib si legend ini. “Jelas sebagai bentuk pembiaran, tidak diurus. Enggak usah jauh-jauh, mungkin nasib perpustakaan tua juga sama,” lanjut gitaris Band Netral ini.

Ditekankan pula oleh Choky, sudah seharusnya pemerintah lebih mendengar teriakan masyarakat. “Perlu diingat, ini bukan gerakan hanya untuk meledek pemerintah saja, tapi sebuah gerakan perlawanan,” tekan Choky.

Menanggapi rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan menaikkan anggaran bagi pengelolaan PDS HB Jassin, Choky berharap hal itu bukanlah wacana semata. “Bagus sih, tapi jangan wacana. Semoga pemerintah lebih aware. Jangan mentang-mentang kita rakyat biasa, enggak diperhatikan,” ujar cowok kelahiran 30 Desember 1976 ini./kompas.com

Arsip Blog