Yuk Menyapih Si Kecil dengan Cinta

img


Para ibu bisa menyusui anak mereka hingga usia dua tahun, sesuai dengan anjuran WHO. Setelah itu, ibu bisa mulai proses menyapih. Namun terkadang proses ini sulit dan menimbulkan kesedihan.

Sedihnya karena anak bisa merengek-rengek minta disusui, sementara ibu menolak karena keukeuh menjalankan proses menyapih. Ada juga ibu yang sampai melakukan hal tidak biasa seperti membuat putingnya terasa pahit, sehingga si kecil menolak menyusu lagi.

Sebenarnya ada cara-cara yang lebih nyaman untuk ibu dan si kecil dalam proses menyapih ini. Proses tersebut biasa disebut juga weaning with love atau menyapih dengan cinta. Seperti apa?

Menurut Ketua Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI) Mia Sutanto anak sebaiknya disapih jika memang sudah masanya. Kapan masa itu? Semuanya tergantung kesiapan anak dan ibu. Jika anak masih suka menyusu, tidak perlu dilakukan terburu-buru.

"Kecuali jika anak atau ibu sendiri yang mulai merasa proses itu harus dimulai," tuturnya saat berbincang dengan Wolipop di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan belum lama ini.

Ketika kedua belah pihak sama-sama sudah siap untuk proses menyapih, bisa dimulai dengan mulai mengurangi frekuensi menyusu si kecil. Jika biasanya anak menyusu 5-6 kali sehari, kurangi menjadi 3-4 kali.

"Durasi menyusuinya juga dikurangi. Katakan pada anak, sebentar saja ya. Cuma lima menit, habis itu berhenti," jelas Mia.

Kegiatan menyusui juga sebaiknya diganti dengan aktivitas lain agar anak tidak minta disusui terus. Misalnya saja dengan membaca buku cerita bersama atau bermain.

"Berikan juga anak afirmasi positif, seperti bilang pada dia kalau dia sudah besar, sudah waktunya minum susu dari cangkir, tidak nenen," urai ibu dua anak itu.

Arsip Blog