Candi-Candi Kecil di Indonesia Yang Menawan

candi mendut

merupakan candi budha yang dibangun pada 824 masehi oleh raja indera dari wangsa syailendra . dalam candi yang terletak 3KM kearah timur candi borobudur ini terdapat 3 patung besar yakni, cakyamuni,awalokiteswara dan maitreya .

didingding nya ada kisah² abaj anak .
candi ini sering kali digunakan untuk upacara perayaan waisak pada bulan mei ketika bulan purnama. ditilik dari usianya sebenarnya candi mendut lebih tua dari pada candi borobudur .
arsitekturnya bersegi 4 .

haxims.blogspot.com

candi pawon

candi ini merupakan candi budhha dan hasil penelitian reliefnya menunjukan candi ini merupakan permulaan relief candi borobudur .
lokasinya memang hanya 1.5 kilometer dari candi borobudur dan ke arah barat dari candi mendut . jika di tarik garis , candi pawon menghubungkan candi borobudur dengan candi mendut .
bangunan ini zaman dulu sempat digunakan sebagai tempat penyimpanan sejata raja Indera,yang bernama vajranala. candi terbuat dari batuan gunung berapi , bentuk bangunannya merupakan gabungan dari seni bangunan HIndu . dinding luarnya penuh dengan gambar gambar simbolik .

haxims.blogspot.com

candi sambisari

diperkirakan dibuat pada 812-838 M pada masa pemerintahan rakai garung .
kompleks candi terdiri atas satu candi utama dan 3 candi pendamping . terdapat pagar yang mengelilingi dan oembatas berupa 8 buah lingga patok , yang berada di setiap arah mata angin .
berdasarkan penelitian geografis candi tertimbun material gunung mereapi ketika meletus hebat pada 1906 . pada 1966 seorang petani yang menyangkull menemukan bebatuannya . dan baru 21 tahun kemudian akhirnya candinya bisa berdiri sempurna .
terletak di desa sambisari kelurahan purwomartani jarkanya 12 KM dari pusat yogyakarta. candi memiliki keunikan pada candi utamanya . yaitu seperti tidak memiliki alas seperti candi lain . walhasil , kaki candi berfungsi sekaligus alat alas sehingga sejajar dengan tanah , bagian kaki candi dibiarkan polos .

haxims.blogspot.com


candi ijo

inilah candi yang letaknya paling tinggi diantara candi candi lainnya di yogyakarta .
dibangun sekitar abad ke-9 candi ini berada dibukit yang dikenal dengan nama bukit hijau atau gumuk hijau .
jetinggian nya sekitar 410 diatas permukaan laut . dengan posisinya ini ketika pengunjung datang ke sini tak hanya keindahan dan mencermati sejarah candi yang bisa dilihat , pengunjungpun akan mendapat pemandangan alam berupa lahan pertanian yang curam .

kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak, ragam bentuk seni rupa akan dijumpai sejak pintu masuk candi hindu ini . diantaranya motif ke pala ganda yang juga mnunjukan akulturasi kebudayaan hindu budha .

haxims.blogspot.com


candi plaosan

tak jauh dari candi prambanan sekitar 1 kilometer kearah utara ada sebuah candi lain yang dibangun oleh rakai pikatan untuk permaisurinya , pramudyawardani . nmanya candi palosan. terletak didusun bugisan kecamatan prambanan , arsitektur candi merupakan perpaduan dari hindu dan budhha .

kompleks candi terbagi menjadi 2 yakni plaosan lor dan kidul .
bentuk keduanya hampir serupa karena itu sering disebut candi kembar .
ada 116 stupa perwara dan 50 candi perwara. candi yang memiliki ke khasan berupa permukaan teras yang halus ini termaksuk candi yang luas .

haxims.blogspot.com


petilasan kraton boko

yang ini bukan merupakan candi melainkan istana namun berada tak jauh dari kompleks candii prambanan kurang lebih 2 KM jaraknya ke arah selatan . istana ini diperkirakan dibangun balaputera dewa atusezaman dengan pembangunan candi prambanan . didirikan sebagai pertahanan dinasti sanjaya . posisinya yang diatas bukit memungkin kan pihak keraton mengamati gerakan musuk yang hendak menyerang .

bangunan mengandung nilai estetik tinggi terlihat dari bentuk gapura dan sisa sisa pilar serambi istana . semakin indah kerena dikelilingin oleh alam yang hijau .
didalamnya ditemukan sisa sisa keputren atau tempat tinggal putri raja yang dilengkapi pemandian disini dulu diperkirakan ratu boko atau yang terkenal dengna nama roro jonggrang bercengkama .

Arsip Blog