Manusia Purba "Homo Naenderthalensis" Paling Tak Setia

Ternyata perilaku gonta-ganti pasangan, sudah menjadi trend sejak di zaman pra sejarah. Terbukti, dari fosil Homo Naenderthalensis yang berusia 28 ribu tahun, menunjukkan ciri-ciri species manusia purba yang paling tak setia.

Emma Nelson, ahli sejarah dari Liverpool University meneliti hal itu dengan membandingkan beberapa fosil dari 4 species manusia purba. Ia mempublikasikan hasil penelitian tersebut dalam jurnal Royal Society B baru-baru ini.

Selain Homo Naenderthalensis, Emma juga meneliti Ardipithecus Ramidus (hidup 4,4 juta tahun lalu), Australopithecus Afarensis (hidup 3-4 juta tahun lalu), dan Homo Sapiens atau manusia modern (hidup sejak 90 ribu tahun lalu).

Dikutip dari AFP, Rabu (3/11/2010), faktor yang menunjukkan tingkat kesetiaan terhadap pasangan, didasarkan pada teori tentang perbandingan panjang jari telunjuk dan jari manis. Jari telunjuk yang lebih pendek dibanding jari manis, disebut rasio rendah. Sementara jari telunjuk yang lebih panjang dari jari manis, disebut rasio tinggi.

Dari 4 species yang diamati, fosil Homo Naenderthalensis memiliki panjang jari telunjuk lebih pendek dari jari manis. Menurut Emma, hal ini menunjukkan kecenderungan poligami atau suka berganti-ganti pasangan.

Ciri yang sama juga ditemukan pada fosil Ardipithecus Ramidus, namun kurang begitu dominan dibandingkan pada Homo Naenderthalensis. Menurut Emma, kedua species ini berpeluang menghasilkan variasi genetik yang lebih besar, karena bebas memilih dan berganti-ganti pasangan.

Australopithecus Afarensis merupakan satu-satunya species manusia purba yang memiliki panjang jari dengan rasio tinggi sebagai ciri species monogamis. Di antara keempat species yang diamati, species ini dinilai paling mirip dengan manusia moderen dalam hal rasio jari dan pola pemilihan pasangan.

Artinya, soal ketidaksetiaan terhadap pasangan, sudah menjadi hal yang lumrah di zaman pra sejarah. Pantesan sekarang banyak pasangan yang tak setia.


Ditunggu komentar manisnya..!

Arsip Blog